Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Update Daftar Zona Sebaran Covid-19 di Banjarmasin Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda Tenang, Gempa 5,5 R di Pangandaran Tak Berpotensi Tsunami 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel

Kemenkes Tambah Tenaga Kesehatan untuk Jemaah Haji

- Apahabar.com Selasa, 25 Juni 2019 - 11:06 WIB

Kemenkes Tambah Tenaga Kesehatan untuk Jemaah Haji

Ilustrasi. Foto-sehatnegeriku.kemkes.go.id

apahabar.com, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menambah 66 tenaga kesehatan untuk mendukung pelayanan kesehatan jemaah haji 2019. Tenaga kesehatan tersebut terdiri dari 22 dokter dan 44 perawat.

Kuota jemaah haji Indonesia mengalami penambahan dari 221 ribu menjadi 231 ribu. Sebelumnya, Kemenkes telah merekrut 1.800 Tenaga Kesehatan Haji Indonesia dan Panitia Penyelenggara Ibadah Haji.

Tambahan tenaga kesehatan tersebut akan mendukung pelayanan bagi 22 kelompok terbang (kloter) jemaah haji tambahan. Untuk mempersiapkan tenaga kesehatan tambahan tersebut, Pusat Kesehatan Haji Kemenkes akan menyelenggarakan pelatihan terintegrasi pada 27-29 Juni 2019.

“Semua mengikuti, tenaga bertambah, obat, vaksin, dan makanan tambahan bagi jemaah yang sakit juga kami siapkan,” kata Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes Eka Jusup Singka dalam siaran pers seperti dilansir Antara, Selasa (25/6).

Eka mengatakan Kemenkes juga melakukan pemeriksaan dan pelayanan kesehatan untuk memastikan jemaah mampu menunaikan ibadah haji. Jemaah haji yang telah menjalani pemeriksaan kesehatan saat ini semuanya sudah mendapatkan vaksinasi meningitis meningokokus.

Pemerintah mengimbau jemaah haji selalu menjaga kesehatan. “Jamaah haji harus menyiapkan kesehatan dengan baik, obat-obatan pribadi harus dibawa. Obat-obatan yang dibawa jangan ditaruh di koper tapi di tas tenteng. Jangan menahan kencing, banyak minum, dan banyak istirahat kalau lelah,” kata Eka.

Selain menambah tenaga kesehatan haji, pemerintah memperbanyak fasilitas kesehatan untuk jemaah haji Indonesia di kawasan Makkah dan Madinah, Arab Saudi. Pemerintah sudah menyiapkan dua Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) di Makkah dan Madinah.

KKHI Madinah yang diresmikan Mei 2019 memiliki kapasitas tempat tidur dari 50 unit menjadi 80 unit. KKHI Makkah yang gedungnya terdiri atas 18 lantai di daerah Aziziyah Janubiah dan sudah beroperasi sejak 2017 memiliki 300 tempat tidur rawat inap.

Kedua KKHI, yang setara dengan rumah sakit tipe C di Indonesia, dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung pemeriksaan kesehatan, seperti laboratorium, apotek, ruang rontgen, dan memiliki fasilitas kamar petugas kesehatan yang dapat menampung sekitar 400 orang.

Baca Juga: 143 Ribu Paspor Calon Jamaah Haji Siap Diproses Visa

Baca Juga: Keanggotaan BPJS Kesehatan Diusulkan Jadi Syarat Pelunasan Biaya Haji

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

UAS Tausiah di Martapura, Kadishub: Jemaah Diprediksi 30 Ribuan
Desa Tungkaran Sediakan 50 Kilo Bubur untuk Tamu Haul Guru Sekumpul ke 15

Habar

Desa Tungkaran Sediakan 50 Kilo Bubur untuk Tamu Haul Guru Sekumpul ke 15
apahabar.com

Habar

Biaya Haji akan Disesuaikan Kurs Dolar?
apahabar.com

Habar

6 Orang Ini Boleh Buka Puasa di Siang Hari
apahabar.com

Habar

Arab Saudi Rekrut 531 Pengawas Ibadah Umrah
apahabar.com

Habar

Ulama di HST Pertanyakan Penanganan Jenazah Terkonfirmasi Covid-19
apahabar.com

Habar

Haul Habib Basirih, Jemaah Disambut Makanan Gratis
apahabar.com

Habar

Haul ke-4 KH Irsyad Zein, Penulis Manakib Guru Sekumpul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com