BMW M1 milik mendiang Paul Walker “Fast and Furious” Dilelang Rumdin Kepala Kemenag HSU Ambruk ke Air, Begini Nasib Penghuninya 2 Segmen Rampung, Jembatan Bailey Pabahanan Tala Sudah Bisa Dilewati Kenakan Sarung, Mayat Gegerkan Warga Ratu Zaleha Banjarmasin Nasihat Umar bin Abdul Aziz Tentang Kematian

Kepala Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Tambah Nilai Ekonomi di Sektor Nontradisional

- Apahabar.com Kamis, 27 Juni 2019 - 06:30 WIB

Kepala Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Tambah Nilai Ekonomi di Sektor Nontradisional

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menjelaskan alasan perlunya memindah ibu kota Indonesia di Jakarta ke luar Pulau Jawa dalam Dialog Nasional II: Menuju Ibu Kota Masa Depan, Smart, Green and Beautiful di Jakarta, Rabu (26/6/2019). Foto – Antara/Katriana

apahabar.com, JAKARTA – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa akan menciptakan nilai tambah ekonomi pada sektor nontradisional di kawasan tersebut.

“Dengan adanya ibu kota baru di Kalimantan, maka akan muncul sektor baru di Kalimantan,” kata Bambang dalam Dialog Nasional II: Menuju Ibu Kota Masa Depan, Smart, Green and Beautiful di Jakarta, seperti dilansir Antara, Rabu (26/6/2019).

Menurut Bambang, pemindahan ibu kota di Kalimantan dapat memunculkan sektor jasa baru yang akan melengkapi sektor jasa yang sudah ada disana sebelumnya.

Hal tersebut, tambah dia, akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian di wilayah tersebut.

Dampak ekonomi itu akan lebih maksimal jika dibarengi dengan peningkatan produktivitas, inovasi dan teknologi di provinsi yang terpilih dan sekitarnya.

Saat ini, kata Bambang, perekonomian di Kalimantan masih bergantung pada sektor tradisional yaitu sumber daya alam berbasis tambang, hutan dan perkebunan.

Dalam kesempatan yang sama, Bambang mengatakan rencana pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa akan menambah pendapatan domestik bruto (PDB) sebesar 0,1 persen.

Ia memperkirakan jika pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen, maka dengan adanya proyek kegiatan pembangunan ibu kota baru, akan bertambah menjadi 5,1 persen.

Angka 0,1 tersebut dianggap tidak tergolong kecil karena PDB Indonesia saat ini sekitar Rp15 ribu triliun. Sehingga dampak langsung diperkirakan sebesar Rp15 triliun akibat adanya pemindahan ibu kota.

Rencana pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa tidak akan memberikan dampak negatif pada perekonomian nasional. Efek positif dari proyek tersebut yaitu adanya penggunaan sumber daya potensial yang selama ini belum termanfaatkan.

Baca Juga: Palangka Raya: Jejak Rusia dan Kandidat Ibu Kota dari Masa ke Masa

Baca Juga: Kaltim Ditolak, Ibu Kota RI Lebih Cocok di Kalsel?

Baca Juga: Persoalan Lingkungan Hidup di Balik Rencana Pemindahan Ibu Kota ke Kaltim

Baca Juga: 2024, Ibu Kota RI Mulai Pindah ke Kalimantan

Editor: Aprianoor

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi Siapkan 3 Jurus Hadapi Musim Kemarau yang Lebih Berat
apahabar.com

Nasional

Finalis Puteri Indonesia Gak Hafal Pancasila, Begini Akibatnya
apahabar.com

Nasional

Kebanyak Perziarah Selfie di Makam BJ Habibie, Sekuriti Kemensos Mulai Siaga
apahabar.com

Nasional

Tanggulangi Covid-19, BPP Hipmi Bantu Ribuan Masker Sensi
apahabar.com

Nasional

Kawal Sidang Sengketa Pilpres, Massa Datangi MK
SIM

Nasional

Pembuatan dan Perpanjangan SIM Digratiskan? Begini Penjelasan Korlantas Polri
apahabar.com

Nasional

Gantian Jenderal Polisi di Interpol Diduga Hapus Red Notice Djoko Tjandra
apahabar.com

Nasional

Serangan Kamp Militer di Niger: Belasan Tentara Tewas, Empat Hilang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com