Update Covid-19 Tanbu: Sembuh 1 Orang, Positif Nihil 6 Preman Kampung Pemeras Warga di Jalan Nasional Kalsel-Kaltim Disikat Polisi Pasangannya Meninggal, Rahmad Masud: Saya Masih Nggak Nyangka, Ini Seperti Mimpi Wawali Terpilih Meninggal, Begini Penjelasan RSP Balikpapan Respons Pemprov, Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Kalsel

Kinerja Komoditas Batu Bara-CPO Menyedihkan

- Apahabar.com Kamis, 6 Juni 2019 - 08:16 WIB

Kinerja Komoditas Batu Bara-CPO Menyedihkan

Ilustrasi Tambang Batubara. Foto-net

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah komoditas, seperti CPO dan minyak mentah sawit  tercatat mengalami penurunan harga yang cukup tajam sejak awal 2018.

Namun, berdasar pantauan Tim Riset CNBC Indonesia, sebagian lain mampu membukukan penguatan pada periode yang sama, seperti emas, karet, dan minyak (Brent).

Batu bara terpantau mengalami pelemahan harga yang paling parah. Mengawali 2019 dengan US$ 99,9/metrik ton, harga batu bara acuan Newcastle anjlok hingga 25,18% hingga kemarin.

Pada akhir perdagangan Senin (3/6), harga batu bara Newcastle kontrak pengiriman Agustus di bursa Intercontinental Exchange (ICE) ditutup di level US$ 74,75/metrik ton.

Disebutkan, perlambatan ekonomi global merupakan sentimen kuat yang terus meneka harga batu bara.

Penyebabnya adalah perang dagang Amerika Serikat (AS) dengan China yang tak kunjung usai, bahkan berpotensi semakin tereskalasi.

Dua negara sama-sama telah menaikkan bea impor. AS menaikkan tarif hingga 25% terhadap produk China senilai US$ 200 miliar.

Sementara China membalas dengan mengenakan bea tambahan 5%-25% pada aneka produk AS senilai US$ 60 miliar.

Mengingat yang berseteru adalah dua negara dengan perekonomian terbesar di dunia, maka rantai pasokan global akan terhambat.

Permintaan energi, yang besar berasal dari batu bara, berisiko untuk tidak tumbuh, bahkan terkontraksi.

Di sisi lain, produksi batu bara domestik di China kian meningkat. Biro Statistik Nasional (National Bureau of Statistics/NBS) China mengatakan bahwa tahun ini ada kapasitas produksi batu bara tambahan sebesar 194 juta ton yang siap untuk digarap.

China merupakan konsumen dan produsen batu bara terbesar di dunia, yang akan sangat memengaruhi keseimbangan fundamental atau pasokan-permintaan di pasar global.

Sementara, nasib kurang baik juga menimpa komoditas CPO. Sejak awal 2019, harga kontrak pembelian CPO berjangka di bursa Malaysia Derivatives Exchange melemah 3,06%.

Per hari Senin (3/6) harga CPO acuan kontrak pengiriman Agustus berada di posisi MYR 2.056/ton. Disebutkan, faktor fundamental yang timpang menjadi penyebab utama pelemahan harga CPO tahun ini, dan sejak 2018.

Bagaimana tidak, pada akhir tahun 2018, inventori minyak sawit di Malaysia melonjak hingga 3,21 juta ton dan merupakan yang tertinggi dalam 19 tahun terakhir.

Sementara ada ancaman penurunan permintaan dari Uni Eropa akibat peraturan baru yang melarang penggunaan sawit sebagai campuran biosolar pada 2030 mendatang.

Meskipun baru mulai dikurangi secara bertahap pada tahun 2021, pelaku industri sudah mulai mencari substitusi seperti minyak kedelai dan minyak rapeseed.

Harga CPO juga terpengaruh oleh pergerakan harga minyak kedelai di AS. Akibat adanya perang dagang, China berpotensi mengurangi pembelian kedelai asal Negeri Paman Sam. Hal itu membuat stok kedelai di AS melimpah dan membebani harga.

Mengingat minyak kedelai dan minyak sawit adalah produk substitusi, maka pergerakan harga keduanya akan saling mempengaruhi.

Sumber: CNBC Indonesia
Editor: Fariz F

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Ekspor Kalsel Per Juni 2019 Turun 11,17 Persen dan Impor Naik 23,55 Persen
apahabar.com

Ekbis

Sentimen Dalam Negeri Positif, IHSG Menguat 8,31 Poin
apahabar.com

Ekbis

Jelang Ramadan, Permintaan Gula di Kalsel Capai 15 Persen
apahabar.com

Ekbis

Dolar Berubah Tipis di Perdagangan Jelang Libur Natal
Bio Disel B100

Ekbis

Produksi B100, Pertamina Minta Dukungan dari Pemerintah
apahabar.com

Ekbis

Januari-Juli, Ekspor Kaltim Capai USD 9,65 Miliar
apahabar.com

Ekbis

Hebatnya Pupuk Baru Petrokimia Gresik, Tingkatkan Panen Padi hingga 3 Ton Per Ha
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Awal Pekan Terkoreksi Dipicu Kekhawatiran Gelombang II Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com