Nomor 1 di Pilbup Tanah Bumbu, Cuncung Bakal Ulang Sukses Mardani H Maming Viral, Kisah Nelayan Kotabaru Terombang-ambing 6 Hari di Laut karena Perahu Karam Skandal Sabu IRT Kotabaru, Ditangkap Gegara 0,36 Gram Nomor Urut Diundi, Cuma 1 Paslon Pilwali Banjarmasin Taat Prokes! Kronologi Lengkap Ambruknya Pilar Jembatan HKSN Banjarmasin Versi Pemerintah

Lestarikan Tradisi Ulama, LDNU Banjar Gelar Kajian ‘Dakwah dengan Tulisan’

- Apahabar.com Sabtu, 22 Juni 2019 - 07:45 WIB

Lestarikan Tradisi Ulama, LDNU Banjar Gelar Kajian ‘Dakwah dengan Tulisan’

Para pemateri di “Kajian Rutin dan Diskusi Jumat” berfoto bersama setelah acara selesai. Foto-apahabar.com/Muhammad Bulkini

apahabar.com, BANJARMASIN – Semangat melestarikan tradisi ulama Banjar sedang digelorakan Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) Banjar. Hal itu terbukti dengan diangkatny a tema “Berdakwah dengan Tulisan” di kajian dan diskusi pada Jumat (21/6/2019).

Menariknya, LDNU Banjar kali ini menghadirkan 4 penulis muda dari berbagai latar belakang profesi kepenulisan. Dua di antaranya adalah peneliti kitab kuning, Ustadz Anjas dan Ustadz Shofian. Dua lainnya; Ustadz Abu Zein Fardany (penulis lepas) dan Muhammad Bulkini yang merupakan novelis sekaligus jurnalis.

Dalam pemaparannya, Ustadz Anjas membeberkan betapa pentingnya dakwah dengan tulisan. Dia menyebut dakwah dengan tulisan adalah tradisi ulama yang mesti dilestarikan. Dan pelakunya akan diganjar dengan pahala yang terus mengalir, kendati penulisnya wafat.

“Orang yang berdakwah dengan tulisan, sejatinya banyak memiliki murid meski tak tampak,” ujar Alumni Pondok Pesantren Darussalam yang memberi catatan kaki pada Kitab Ulama Besar Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari itu.

Ustadz Anjas juga menyebut, ulama yang menulis kitab atau berdakwah dengan tulisan namanya akan diingat lama, ketimbang ulama yang tidak berdakwah dengan tulisan.

Menulis diakui Ustadz memang tidak mudah, perlu waktu yang lama. Terlebih bagi dirinya yang sudah berkeluarga. Karena harus bergelut dengan mencari nafkah dan mengurus rumah tangga.

Ditanya audiens tentang bagaimana agar mudah menyelesaikan tulisan, Ustadz Anjas menyontohkan dengan sikap bertahan hidup tokoh fiksi, Tarzan.

“Tarzan bisa memanjat dan berayun di pepohonan, karena lingkungannya hutan. Dan kingkong adalah ibu angkatnya,” ujar Ustad Anjas. “Artinya apa? ‘The power of kepepet’ itu bagus untuk semangat menyelesaikan tulisan.

Karena itu, dia menyarankan, si penulis hendaknya masuk dalam komunitas penulis atau minimal menceritakan apa yang ditulisnya. Semisal bercerita pada guru, sehingga ditanya kapan selesai tulisannya?

“Pertanyaan itu akan memacu kita untuk menyelesaikannya. Karena ada pertaruhan harga diri di sana. Inilah hebatnya ‘the power of kepepet’,” jelas Ustadz Anjas.

Selain Ustaz Anjas, Ustadz Shofian yang juga menjadi pembicara di kegiatan rutin itu, bercerita motivasinya menjadi penulis kitab kuning. Salah satunya karena pernah membaca sebuah berita yang menyebutkan Kiai Sahal Mahfudz selagi masih muda sudah mensyarah kitab Ushul Fiqh yang dinilai sulit.

“Saat itu saya terpikir, kalau beliau bisa kenapa saya tidak,” ujar Ustadz kelahiran tahun 1995 itu.

Kegiatan rutin yang dipandu Wakil Sekretaris NU Banjar, Ustadz Muhammad itu, juga dihadiri Ketua LDNU Banjar, Ustadz Muhammad Rofiq dan dihadiri banyak jemaah.

Baca Juga: Lirik Dakwah di Media Sosial, LDNU Banjar: Tetap Mengutamakan Kesantunan

Baca Juga: Cerita Wisudawan Asal Vietnam yang Hafal Alquran di Pesantren Al Ihlas Banjarmasin

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

Kiai Ma’ruf Hadiri Pengajian Guru Bakhiet
apahabar.com

Habar

UEA Tak Lagi Sediakan Iftar di Masjid
apahabar.com

Habar

Puncak Haul Datuk Kelampayan Sedang Berlangsung, Saksikan Live Streamingnya di Sini
apahabar.com

Habar

Tempat Ibadah Umat Muslim Dibuka Kembali, MUI Batola Beri Catatan Khusus
apahabar.com

Habar

Mesjid Kanas Alalak (1), Dibangun oleh Buyut Datuk Kelampayan
apahabar.com

Habar

Kalimantan Berduka, Satu Lagi Ulama “Al Banjari” Tutup Usia
apahabar.com

Habar

Musala yang Selamat dari Amuk Api di Pulau Sebuku Kotabaru Kini Berwajah Cantik
apahabar.com

Habar

Hari Ini, Masjid Nabawi Dibuka untuk Umum
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com