Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Lurah Jalan Bareng Wali Kota, Dua Warga Terdampak Belum Diganti Rugi

- Apahabar.com Rabu, 26 Juni 2019 - 16:59 WIB

Lurah Jalan Bareng Wali Kota, Dua Warga Terdampak Belum Diganti Rugi

Jembatan Sungai Lulut Banjarmasin. Foto-apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Proyek renovasi Jembatan Sungai Lulut menyisakan sejumlah persoalan. Proses pembebasan lahan yang dijanjikan Pemkot Banjarmasin sejatinya rampung pada 25-26 Juni kemarin.

Belum lagi kelar urusan ganti rugi warga, apahabar.com tak berhasil menemui Lurah Sungai Lulut, Umar Rahmani. Dari informasi dihimpun, Umar tengah bersama rombongan Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina ke Makassar.

Ya, pembebasan lahan untuk renovasi Jembatan Sungai Lulut baru terkendala adanya warga pemilik lahan belum menerima biaya upah ganti rugi.

Meminjam data Dinas Perumahan Dan Permukiman (Disperkim) Kota Banjarmasin, dua lahan warga yang dimaksud berada di sekitar Jembatan Sungai Gardu II.

Jembatan tersebut satu di antara tiga jembatan yang bakal direnovasi total oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pada Juli esok.

“Ada dua warga di Jembatan Sungai Gardu II yang belum mengambil dari total 50 warga terdampak renovasi. Jadi sampai saat ini hanya 48 orang saja,” terang Kepala Bidang Pertanahan Disperkim Banjarmasin, Rusni, kepada apahabar.com Rabu siang.

Dua warga itu bahkan tidak bisa dihubungi lantaran Disperkim tidak mempunyai nomor kontak mereka. Sebab wewenang data warga yang terdampak pembebasan lahan ada di tangan Umar.

Belakangan diketahui, Bagus Alam dan Fitri dua warga yang dimaksud, sudah datang ke Bank Kalsel, namun belum mengambil uang ganti rugi. Di sana, mereka telah menyetor sertifikat dan nomor rekening bank.

“Nanti kita koordinasi dengan Lurah Sungai Lulut, kebetulan Lurah ini lagi keluar daerah dan kita kehilangan kontak dari dua warga,” bebernya.

Disperkim sangat bergantung dengan Lurah dan Kepala Rukun Tertangga (RT) di kawasan ketiga jembatan untuk menghimpun warga penerima upah ganti rugi lahan.

Meski begitu, Rusni mengklaim untuk Jembatan Sungai Gardu II tak mengalami keterlambatan pembebasan lahan. Sebab yang paling diprioritaskan adalah lahan di sekitar Jembatan Sungai Gardu 1 dan Sungai Lulut.

“Kedua jembatan itu harus cepat agar Dinas PUPR Provinsi bisa menaruh material jembatan baru,” tuturnya.

Secara umum, Rusni kembali menerangkan bahwa kira-kira biaya ganti rugi lahan paling besar mencapai angka Rp800 Juta. Sementara yang paling kecil Rp80 Juta.

“Besarnya angka ganti rugi itu tergantung nilai tanah, ketika ada sertifikat tanah maka angkanya bisa tinggi,” tuturnya.

Untuk diketahui, Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kalsel masih menanti realisasi pembebasan lahan proyek renovasi tiga jembatan di Sungai Lulut. Jika persoalan itu beres, bukan tak mungkin proyek renovasi rampung akhir tahun ini.

Mulai Juli depan, sebanyak tiga jembatan bakal direnovasi total oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Banjarmasin, masing-masing Sungai Gardu 1,2 dan Sungai Lulut.

Sedangkan, tahapan pembangunan bakal dimulai bulan depan, seiring diumumkannya pemenang lelang pengerjaan renovasi jalur itu, yakni PT Multi Usaha Pembangunan.

“Kami berharap lahannya sudah siap dibebaskan, sehingga pertengahan Juli sudah bisa dikerjakan,” ucap Kepala Dinas PUPR Kalsel Roy Rizali Anwar didampingi Kabid Bina Marga M Yasin Toyib, kepada apahabar.com, Kamis siang.

Anggaran sebesar Rp22 miliar untuk pihak pemenang lelang mengerjakan kontruksi jembatan di perbatasan Banjarmasin-Banjar juga sudah dialokasikan.

“Insyaallah jembatan ini akan sangat nyaman dilintasi dan kami menargetkan selesai pengerjaan pada 24 Desember tahun ini,” bebernya.

Melihat dari desainnya, ketiga jembatan akan dibangun dengan model girder beton. Demikian untuk mengganti pondasi ulin yang lama. Lebarnya mencapai 10 meter dengan bentang utama sepanjang 20,6 meter.

Sedangkan soal keamanan, tentu saja jauh lebih aman. Karena adanya pagar beton setinggi kurang lebih 1,5 meter, juga dilengkapi dengan trotoar untuk pejalan kaki lebarnya 1,5 meter.

Baca Juga: Lahan Beres, Renovasi Jembatan Sungai Lulut Bisa Rampung Tahun Ini

Baca Juga: Angin Segar untuk Pembangunan Jembatan Sungai Lulut

Baca Juga: Pembangunan Jembatan Sungai Lulut, Sejumlah Warga Berat Hati Melepas Tempat Tinggalnya  

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Peduli Warga Kurang Mampu, Bhabinkamtibmas Karang Bintang Salurkan Sembako
apahabar.com

Kalsel

Geger! Mayat Bayi Perempuan Ditemukan dengan Selembar Kertas Bercatatan
apahabar.com

Kalsel

Pemantapan Manajemen Media, Polresta Banjarmasin Galang Sinergi dengan Wartawan
apahabar.com

Kalsel

Pembatasan Sosial di Makassar Disetujui, Banjarmasin Sabar Dulu..
apahabar.com

Kalsel

Wisata Riam Batu Ampar Terpampang Baliho Perbup Tabalong
apahabar.com

Kalsel

Update Covid-19 Kalsel 27 September: Banjarbaru Tembus Seribu Kasus
apahabar.com

Kalsel

Jangan Sepelekan Covid-19, Lansia dan Penderita Diabetes Paling Berisiko
apahabar.com

Kalsel

Duh, Hasil Kunjungan ke BPJS Bikin Dewan Geleng Kepala
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com