Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Masjid Pusaka Banua Lawas Tabalong, Bukti Islam Diterima Suku Dayak

- Apahabar.com Minggu, 2 Juni 2019 - 12:15 WIB

Masjid Pusaka Banua Lawas Tabalong, Bukti Islam Diterima Suku Dayak

Masjid Pusaka Banua Lawas Tabalong. Foto-apahabar.com/Ahc08

apahabar.com, TANJUNG – Masjid Pusaka Banua Lawas adalah sebuah masjid tertua yang ada di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan. Masjid ini terletak di Desa Banua Lawas, dan sering disebut orang Masjid Pasar Arba, karena pada hari Rabu (Arba) tersebut adalah hari pasar di sana.

Baca Juga: Ini Alasan Presenter Tio Nugroho Memilih Berislam pada Kiai Ma’ruf

Sehingga jumlah para pengunjung atau peziarah pun lebih banyak dari hari-hari yang lain. Pengelola Masjid Pusaka, Misran mengungkapkan masjid ini salah satu yang tertua di Kabupaten Tabalong.

apahabar.com

Suasana Dalam Masjid Pusaka Banua Lawas. Foto-apahabar.com/Ahc08

Menurutnya, masjid ini di bangun tahun 1625 masehi oleh Khatib Dayan dan Sulthan Abdurrahman serta dibantu oleh tokoh-tokoh atau pemuka suku Dayak yang memeluk Agama Islam waktu itu.

Misran menambahkan, sebelum menjadi Masjid Pusaka, bangunan tersebut awalnya merupakan rumah panggung oleh kepala adat suku Dayak Kaharingan.

Namun, terang Misran, karena kepala adat itu kemudian masuk Islam, lalu rumah panggung itu diserahkan kepada orang Islam untuk dijadikan masjid.

“Masjid Pusaka ini salah satu masjid yang dikeramatkan, selain itu masjid pusaka ini menjadi tempat ibadah juga menjadi tonggak atau bukti sejarah diterimanya Islam bagi suku Dayak Maanyan di Kabupaten Tabalong ini,” terang Misran.

“Masjid ini ramai dikunjungi atau diziarahi umat Islam, berbagai wilayah yang datang ke Masjid Pusaka ini, karena masih tersimpan berbagai peninggalan bersejarah,” tambah Misran.

Menengok ke dalam masjid, terdapat tiang kayu ulin yang berjumlah 4 tiang. Keempat tiang itu disebut tiang guru. Terdapat satu tiang di antaranya yang di kelilingi anak tangga, untuk menuju ke bagian atas masjid yang dulunya difungsikan sebagai tempat bilal mengumandangkan azan.

apahabar.com

Tiang Masjid jadi tempat mengumandangkan azan. Foto-apahabar.com/Ahc08

Menurut sebagian peziarah tiang guru yang di karamatkan tersebut atas kabulnya hajat mereka yang berziarah.

Disamping itu juga di teras depan Masjid Pusaka, ada dua tajau atau guci tempat penampungan air. Tempat ini dulunya digunakan suku Dayak untuk memandikan anak yang baru lahir.

Baca Juga: Sosok Amir Husin yang Makamnya di Lampihong Ramai Diziarahi

Para peziarah sering membawa pulang air dalam tajau itu karena diyakini warga memiliki berkah, digunakan dengan cara di cucikan ke wajah atau diminumkan.

apahabar.com

Bak Peuduan Masjid Pusaka Banua Lawas. Foto-apahabar.com/Ahc08

Reporter: Ahc08
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Habar

4 Jenis Air untuk Bersuci dalam Islam
apahabar.com

Habar

MUI Padang Serahkan ‘Provokator’ pada Penegak Hukum
apahabar.com

Habar

Yayasan H Maming 69 Dukung Rumah Tahfidz Al Maher Wujudkan Generasi Quran
apahabar.com

Habar

Disperindag Banjar: Pedagang Jangan Naikkan Harga Saat Haul Sekumpul
apahabar.com

Habar

Sidang Isbat Digelar 22 Mei, Menag akan Pimpin Langsung
apahabar.com

Habar

Pondok Darul Hijrah IV di Tanbu Buka Donasi Bagi Dermawan
apahabar.com

Habar

Masjidil Haram Dibuka, Tapi Bukan untuk Jemaah Umrah
apahabar.com

Habar

Cerita Ustaz Hamdani Asal HST Sebelum Jadi Penceramah Kondang
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com