Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Menakar Peluang Menang Khairul Saleh di Pilgub 2020

- Apahabar.com Senin, 24 Juni 2019 - 09:20 WIB

Menakar Peluang Menang Khairul Saleh di Pilgub 2020

Sultan Khairul Saleh, Foto - Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Sultan Khairul Saleh dan pemilih fanatiknya dinilai merupakan fenomena partisipasi politik yang menyebabkan kompetisi antar calon semakin tinggi di Pemilihan Umum 2019.

“Calon-calon petahana dengan pengalaman empat kali terpilih, bahkan dapat ditumbangkan secara kejam oleh munculnya generasi baru, geliat politik orang banua bangkit,” ucap Pengamat Politik FISIP ULM, Setia Budi kepada apahabar.com, Minggu (23/6/2019) malam.

Tumbangnya calon petahana, kata dia, mungkin disebabkan faktor pemilih banua ingin terjadinya regenerasi dalam tubuh calon anggota legislatif yang mewakili urang banua dalam apa yang kerap disebut “bagagantian”.

Menurutnya, pemilih diterpa kebosanan karena kualitas petahana semakin menurun, misalnya tidak ada isu baru yang ditawarkan untuk membangun banua. Bersumbatnya inovasi jaringan pemenangan dan boleh jadi calon yang baru muncul dipandang sebagai figur yang sesuai dengan tantangan zaman.

Lalu, kemudian suara dari generasi muda mulai diperhitungkan dan terbukti keterpilihan mereka sejalan dengan dinamika melimpahnya suara orang muda untuk mesa depan banua.

Tetapi, sambung dia, disamping grafik perubahan signifikan tersebut, Pemilu 2019 juga menggambarkan dukungan yang konstan terhadap beberapa calon.

“Suara dukungan dengan gelombang tetap itu, saya sebaut sebagai pemilih   tradisional atau dengan meminjam jargon pemilu Orde Baru sebagai pemilih berdasarkan fanatisme,” ujarnya.

Pemilih fanatik itu dapat dilihat dari bagaimana suara dukungan pada Sultan Khairul Saleh yang diusung Partai Amanat Nasional – PAN untuk pemilihan Dapil I.

Pemilih fanatik mantan Bupati Kabupaten Banjar itu misalnya dapat dilihat dari perolehan suara di Kabupaten Banjar 20.332 suara dan perolehan suara di atas 7.000 suara adalah Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tabalong.

Pemilih fanatik, memang susah untuk tumbangkan sebab secara tradisional keterpilihan calon sudah bukan merupakan pilihan emosional dan perasaan kekerabatan yang sangat kuat.

Jadi, peluang Sultan sebagaimana wacana yang muncul untuk bersaing memperebutkan “Kursi Hobnor” tentu saja dengan mengacu pada potensi pemilih tradisional tersebut.

Kalau kemudian wacana itu sebagai gerakan politik serius dan itu artinya Sultan tidak sedang melakukan uji respon masyarakat Kalsel, maka mesin utama penggeraknya adalah pemilih fanatik.

Lalu, pesan politik apa yang ingin disampaikan ketika Sultan mewacanakan siap kompetisi bakal calon Hobnor?  Ini adalah pesan gerakan budaya, atau lebih tepat sebagai Politik Kebudayaan yang melekat pada diri Sultan sebagai mewarisi tokoh leluhurnya di Tanah Banjar.

Pemilih akan membaca bahwa Sultan sedang membangun politik kebudayaan bahwa tahta atau yang dikenal sebagai kekuasaan politik seharusnya diabadikan sebesar besarnya untuk kepentingan rakyat.

Hanya saja, menurut hemat Setia Budi, bahwa jalur independen yang diwacanakan dan dipilih sebagai strategi politik yang tentu saja arahnya adalah menghilangkan beban politik dari bagaimana “mahalnya jukung” untuk berkayuh.

Dan bukan tidak mungkin bahwa dengan belajar dari bagaimana calon DPD bekerja dan mendapat dukungan yang kuat dari pemilih banua, strategi independent ala DPD ini mempunyai peluang untuk mematahkan lajunya pertahana.

Baca Juga: Brigade 08 Sambut Hangat Rencana Pencalonan Sultan Khairul Saleh

Baca Juga: Maju Pilgub Kalsel, Khairul Saleh Mantap di Jalur Independen?

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pemasangan APK Langgar Aturan, PKS Salahkan Pihak Ketiga
apahabar.com

Kalsel

Warga Diimbau Waspada Potensi Radikalisme di Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Tak Puas, Massa Anti-Omnibus Law di Banjarmasin Ancam Demo Susulan
apahabar.com

Kalsel

Tingkatkan Keterampilan, BPBD Banjarbaru Gelar Simulasi Penanganan Bencana
apahabar.com

Kalsel

Setelah Gowa Lowo, Giliran Agrowisata Baru di Pulau Panci Kotabaru Didukung Indocement
apahabar.com

Kalsel

Akibat Hujan dan Angin Kencang, Beberapa Pohon di Banjarmasin Tumbang
apahabar.com

Kalsel

Terkait Kontroversi Kincir Angin di Jembatan Rumpiang, Begini Jawaban PUPR Barito Kuala
apahabar.com

Kalsel

Razia Masker di Banjarmasin: Pemkot Raup Jutaan Rupiah, Wilayah Ini Pelanggar Terbanyak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com