Ini 5 Strategi Indef Selamatkan Perekonomian Indonesia di Tengah Ketidakpastian Global Pembelaan Lengkap Wahid: Minta Bebas hingga Tak Sita Semua Hartanya Hotel Aria Barito dan Armani: Fasilitas Berbintang Alat Damkar Kelas Melati IPW Desak Kapolda Kalsel Copot AKBP AB Dkk Salut.. AKBP Afeb Dkk Inisiasi Darul Qur’an di Sungai Jingah
agustus

Mengintip Keragaman Etnik Dayak Meratus di Balangan

- Apahabar.com     Sabtu, 29 Juni 2019 - 22:23 WITA

Mengintip Keragaman Etnik Dayak Meratus di Balangan

Foto-Istimewa

apahabar.com, PARINGIN – Selama ini muncul persepsi semua orang Dayak yang ada di Kabupaten Balangan adalah Dayak Meratus. Rupanya anggapan itu tak sepenuhnya benar.

Ada empat Sub Etnis dayak yang mendiami wilayah Meratus, salah satunya Kecamatan Halong dan Kecamatan Tebing Tinggi di kabupaten berjuluk Bumi Sanggam itu.

Baca Juga: Save Meratus, Ulama HST Mantap Haramkan Pertambangan Batu Bara

Balangan menjadi salah satu dari delapan daerah yang dilintasi kawasan pegunungan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi itu.

Empat sub etnis dayak itu, kata Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Balangan, Eter Nabiring, adalah Dayak Deah, Dayak Kapul di Halong dan Dayak Pitap, serta Dayak Bukit di Tebing Tinggi.

“Dari empat sub etnis ini ada perbedan aruh adat. Misalkan Dayak Deah di Halong, antara ritual kematian dan ritual bercocok tanam saling melengkapi atau bisa dikatakan tidak ada yang dominan,” jelas dia, saat bincang ringan dengan apahabar.com, belum lama ini.

Aruh adat merupakan ritual suci. Tujuannya, meminta keselamatan, rezeki, hingga kesehatan. Yang paling terkenal dari komunitas Dayak Halong ialah Aruh Baharin. Pesta syukuran panen padi sesaat pasca-musim panen.

“Namun Dayak Pitap di Tebing Tinggi [Ritual adat] terkait prosesi bercocok tanam menjadi ritual adat yang lebih dominan dibanding dengan ritual adat lainnya. Salah satu ritual adat atau aruh adat yang dilaksanakan yakni, Aruh Bawanang yang disebut juga Aruh Ganal yang merupakan wujud syukur dengah hasil pertanian berupa padi,” sambung Eter.

Masing-masing suku Dayak juga memiliki bahasa yang berbeda-beda. “Mereka mempunyai bahasa tersendiri,” terangnya Eter.

“Meski semua sub etnis dayak meratus di Kabupaten Balangan ini berbeda-beda namun tetap mempunyai satu kesatuan baik secara kewilayahan maupun secara kehidupan sosial, budaya dan agama,’’ pungkasnya.

Baca Juga: Gaet Ulama dan Mahasiswa, Gaung Save Meratus Makin Kencang

Reporter: Ahc08
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pria Bertato Bunga, Penganiaya Mantan Istri di Banjarmasin Diringkus!
Banjarmasin

Kalsel

Gegara Rp2 Ribu Masuk Bui, Polisi Banjarmasin Janji Sikat Pangkalan LPG Nakal
apahabar.com

Kalsel

Menilik Harta Kekayaan Empat Kandidat di Pilwali Banjarmasin 2020
Banjarmasin

Kalsel

POPULER SEPEKAN: Maraknya Prostitusi Anak di Kalsel, Pencabulan Tapin, hingga #SaveKPK Jilid II
Karngan Bunga

Kalsel

Jelang Pelantikan, Karangan Bunga Anies Baswedan hingga MHM Hiasi Balai Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

4 PDP Tambah Daftar Positif Covid-19 di Batola
apahabar.com

Kalsel

Waspada, Cuaca Buruk Meliputi 8 Wilayah Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Akhirnya, Anggur Karya Maju Marabahan Mulai Berbuah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com