Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya Cobain Bikin Video Berkualitas Film dengan Galaxy Note20 Series Maladministrasi, Pemkot Banjarmasin Diminta Setop Tertibkan Reklame Sepihak

Mengintip Keragaman Etnik Dayak Meratus di Balangan

- Apahabar.com Sabtu, 29 Juni 2019 - 22:23 WIB

Mengintip Keragaman Etnik Dayak Meratus di Balangan

Foto-Istimewa

apahabar.com, PARINGIN – Selama ini muncul persepsi semua orang Dayak yang ada di Kabupaten Balangan adalah Dayak Meratus. Rupanya anggapan itu tak sepenuhnya benar.

Ada empat Sub Etnis dayak yang mendiami wilayah Meratus, salah satunya Kecamatan Halong dan Kecamatan Tebing Tinggi di kabupaten berjuluk Bumi Sanggam itu.

Baca Juga: Save Meratus, Ulama HST Mantap Haramkan Pertambangan Batu Bara

Balangan menjadi salah satu dari delapan daerah yang dilintasi kawasan pegunungan dengan nilai keanekaragaman hayati tinggi itu.

Empat sub etnis dayak itu, kata Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Balangan, Eter Nabiring, adalah Dayak Deah, Dayak Kapul di Halong dan Dayak Pitap, serta Dayak Bukit di Tebing Tinggi.

“Dari empat sub etnis ini ada perbedan aruh adat. Misalkan Dayak Deah di Halong, antara ritual kematian dan ritual bercocok tanam saling melengkapi atau bisa dikatakan tidak ada yang dominan,” jelas dia, saat bincang ringan dengan apahabar.com, belum lama ini.

Aruh adat merupakan ritual suci. Tujuannya, meminta keselamatan, rezeki, hingga kesehatan. Yang paling terkenal dari komunitas Dayak Halong ialah Aruh Baharin. Pesta syukuran panen padi sesaat pasca-musim panen.

“Namun Dayak Pitap di Tebing Tinggi [Ritual adat] terkait prosesi bercocok tanam menjadi ritual adat yang lebih dominan dibanding dengan ritual adat lainnya. Salah satu ritual adat atau aruh adat yang dilaksanakan yakni, Aruh Bawanang yang disebut juga Aruh Ganal yang merupakan wujud syukur dengah hasil pertanian berupa padi,” sambung Eter.

Masing-masing suku Dayak juga memiliki bahasa yang berbeda-beda. “Mereka mempunyai bahasa tersendiri,” terangnya Eter.

“Meski semua sub etnis dayak meratus di Kabupaten Balangan ini berbeda-beda namun tetap mempunyai satu kesatuan baik secara kewilayahan maupun secara kehidupan sosial, budaya dan agama,’’ pungkasnya.

Baca Juga: Gaet Ulama dan Mahasiswa, Gaung Save Meratus Makin Kencang

Reporter: Ahc08
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Gerakan 1000 Tumbler di Banjarmasin, Bakeuda Bagi-bagi 160 Botol ke ASN
apahabar.com

Kalsel

Posko Kampung Tangguh Banua Sungai Andai, Ada Rumah Karantina dari Swadaya Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Antisipasi Bencana Sosial, Komunitas Adat di Kaki Meratus Ikuti Bimtek Kemensos
apahabar.com

Kalsel

PSBB Banjarmasin, BMI Minta Pemkot Penuhi Kebutuhan Rakyat Miskin
apahabar.com

Kalsel

BMKG: Waspadai Karhutla di 3 Kabupaten
apahabar.com

Kalsel

Supian HK Bicara Soal Panik Virus Corona
apahabar.com

Kalsel

Kejutan, Gerindra Siap Usung Denny Indrayana Jadi Cagub di Pilkada Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Temuan Jasad Bayi Gegerkan Warga Satui Tanah Bumbu!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com