Orbawati Buron, Nasdem Tanah Laut Fokus Menangkan BirinMu Detik-Detik Akhir Kampanye, Bawaslu RI Turun ke Banjarmasin Bisnis Terselubung, Polisi Kotabaru Tangkap 2 Pelaku TV Kabel Terpapar Covid-19, Kemenag Tutup Satu Ponpes di Palangka Raya Cobain Bikin Video Berkualitas Film dengan Galaxy Note20 Series

Menjadi RSUD Tipe D, Klinik Handil Bakti Berganti Nama

- Apahabar.com Sabtu, 29 Juni 2019 - 09:42 WIB

Menjadi RSUD Tipe D, Klinik Handil Bakti Berganti Nama

Klinik Handil Bakti yang segera meningkatkan status menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D. Foto-Istimewa

apahabar.com, MARABAHAN – Berada di wilayah yang paling cepat berkembang, status Klinik Handil Bakti di Kecamatan Alalak, Barito Kuala, segera ditingkatkan menjadi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) tipe D.

Proses perubahan status ini sedang dalam tahap penyelesaian izin. Ditargetkan pemberian label RSUD tipe D tersebut sudah dilakukan sebelum 2019 berakhir.

“Perubahan sedang dalam proses izin operasional dan lain lain di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). InsyaAllah tidak lama lagi semua perizinan selesai,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Batola, dr Hj Azizah Sriwidari MPh, Jumat (28/6/2019).

Setelah berubah status, Poliklinik Handil Bakti tidak otomatis berganti menjadi RSUD Handil Bakti. Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS, sudah menyiapkan nama baru.

“Sesuai keinginan Bupati Batola, rumah sakit itu dinamai RSUD Setara. Dengan berstatus RSUD tipe D, pelayanan kesehatan kepada masyarakat di kawasan utara Batola juga bisa lebih baik dan cepat,” tegas Azizah.

RSUD tipe D sendiri berspesifikasi pelayanan umum berupa medik umum, medik gigi dasar KIA KB dan gawat darurat.

Juga disediakan pelayanan spesialis dasar yang meliputi penyakit dalam, bedah dan pelayanan anak, serta pelayanan obstetri dan ginekologi.

Selain jenis pelayanan, RSUD tipe D juga mesti memiliki minimal empat dokter umum pelayanan medik dasar, satu dokter gigi umum pelayanan medik gigi mulut dan satu dokter spesialis untuk setiap jenis pelayanan medik dasar.

“Penambahan sarana dan prasarana dilakukan bertahap, karena bergantung kepada anggaran. Demikian pula pemenuhan obat-obatan dan alat kesehatan,” jelas Azizah.

“Sedangkan tenaga medis maupun dokter umum yang tersedia tidak berubah. Ketika izin operasional selesai, dokter-dokter spesialis RSUD Abdul Aziz juga diperbantukan ke RSUD baru,” tambahnya.

Diharapkan proses perizinan dan penganggaran dapat segera dirampungkan, mengingat RSUD Setara belum dapat melayani pasien BPJS.

Sesuai Peraturan Menteri Kesehatan No99/2015 tentang Perubahan atas Peraturan Menteri Kesehatan No71/2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada Jaminan Kesehatan Nasional, fasilitas kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan harus memiliki sertifikat akreditasi.

“Oleh karena sudah terpisah dengan RSUD Abdul Aziz, terpaksa pelayanan BPJS di RSUD baru belum bisa diberikan akibat beberapa syarat yang belum terpenuhi,” beber Azizah.

“Kecuali menerima pasien BPJS, semua pelayanan tetap berlangsung seperti biasa, selama proses perizinan dan penganggaran,” tandasnya.

Baca Juga: Program Polisi Weekend, AKP Indra : Kami Ada Di Tengah Masyarakat

Baca Juga: Fiersa Besari Ramaikan Harlah SMAN 7 Banjarmasin

Reporter: AHC13
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Terjebak Macet, Kadinkes Kalsel Terpaksa Jalan Kaki 3 Km
apahabar.com

Kalsel

Jadi Sansak Hidup, Pencuri Motor di Semangat Dalam Pingsan 6 Jam
apahabar.com

Kalsel

PT BIB Persembahkan Gedung Puskesmas Baru di Angsana
apahabar.com

Kalsel

Penghujung November, HST Sabet 3 Penghargaan Sekaligus
apahabar.com

Kalsel

Endro, Korban Selamat KM Pieces Masih Syok
apahabar.com

Kalsel

Dukung Perwali Banjarmasin, HBI Ketat Terapkan Protokol Kesehatan

Kalsel

Begal Sadis Mengintai Sopir Travel, Simak Imbauan Tim Macan KalselĀ 
apahabar.com

Kalsel

Gelar Peta Jarak Jaring Teritorial, Dandim Banjarmasin: Hindari Penyebaran Berita Hoaks
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com