Akhirnya! Honorer Puskesmas se-Banjarmasin Bakal Segera Gajian Siram Wajah Petugas dengan Air Cabai, Tahanan BNN Kabur Brakkkk!! Mobil Relawan Kebakaran di Banjarmasin Tabrak Pejalan Kaki hingga Tewas Duduk Perkara Viral Pencurian RX King di Kelayan, Warga Sempat Salah Tangkap! Keluarga Tolak Otopsi, Pria Paruh Baya di Kasbah Banjarmasin Diduga Meninggal Lantaran Sakit

Partai Demokrat DKI Tolak Usulan KLB

- Apahabar.com Sabtu, 15 Juni 2019 - 15:09 WIB

Partai Demokrat DKI Tolak Usulan KLB

Partai Demokrat. Foto – Antara/Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – DPD Partai Demokrat Provinsi DKI Jakarta secara tegas menolak usulan para senior partai yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) yang mendorong diselenggarakannya Kongres Luar Biasa (KLB).

“DPD Partai Demokrat DKI Jakarta secara tegas menolak usulan KLB. Usulan KLB itu hanya dari senior partai yang sedang cari perhatian saja,” kata Wakil Ketua DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Taufiqurrahman, seperti dilansir Antara, Sabtu (15/6/2019).

Dia mengatakan naik atau turunnya perolehan suara partai dalam kontestasi Pemilu merupakan hal yang biasa dan evaluasi pasca-Pemilu memang harus dilakukan namun bukan dengan KLB.

Menurut dia, pelaksanaan KLB itu baru bisa dilakukan kalau ada kejadian luar biasa dan ada angka minimal yang harus diusulkan DPC dan DPD Demokrat seluruh Indonesia.

“KLB bisa dilaksanakan kalau ada kejadian luar biasa, namun saat ini tidak ada. Kami harap para senior-senior ini memprovokasi, karena kami nilai mereka mau cari perhatian,” ujarnya.

Taufiqurrahman menjelaskan perolehan suara Demokrat di Jakarta cukup baik, misalnya di Pemilu 2019 memperoleh dua kursi DPR RI dan 10 kursi DPRD Jakarta.

Karena itu dia menilai pernyataan senior Demokrat itu hanya ingin mencari perhatian Komandan Kogasma Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) karena sebagai sosok muda di internal partai dan akan menjadi tokoh sentral.

“Komentar mereka ini tidak pantas di tengah kondisi keluarga Pak SBY yang sedang berduka. Mereka ini ngaco, lebih baik keluar dari Demokrat daripada berkomentar tentang partai,” katanya.

Sebelumnya, senior Partai Demokrat yang tergabung dalam Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat (GMPPD) mendorong DPP Partai Demokrat menggelar Kongres Luar Biasa paling lambat pada 9 September 2019.

Politisi senior Demokrat yang tergabung dalam gerakan ini, antara lain Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat Max Sopacua, pendiri Demokrat Ahmad Mubarok, dan tokoh senior lain seperti Ahmad Jaya dan Ishak.

Mereka mendesak DPP Partai Demokrat menggelar KLB sebagai forum tertinggi untuk memilih ketua umum dan pengurus baru karena dinilai perolehan suara Demokrat di Pemilu 2019 anjlok.

Perolehan suara Demokrat pada Pemilu 2014 mencapai 10,9 persen lalu turun menjadi 7,7 persen di Pemilu 2019.

Baca Juga: Rabu Depan, Dua Kader DPD PDIP Diajukan ke DPP Sebagai Wakil Ketua DPRD Kalsel

Baca Juga: PDI Perjuangan Usung Kadernya Hermansyah sebagai Wali Kota Banjarmasin

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

MK Kalsel

Politik

SENGKETA Pilgub Kalsel, Eks Hakim MK: Paslon Suara Terbanyak Kedua Bisa Menang
Mahkamah Konstitusi

Politik

Pilgub Kalsel, Gerindra Bidik Dukungan 3 Partai Lagi
apahabar.com

Politik

Kans Golkar di Pilwali Banjarmasin 2020, Ananda atau Yuni?
apahabar.com

Politik

‘Perang’ Kekuatan Fraksi Denny-Difriadi vs Sahbirin-Muhidin di Pilgub Kalsel 2020
apahabar.com

Politik

Sosok Mushaffa Zakir di Mata Ananda
apahabar.com

Politik

KPAI Telusuri Video Viral Siswa SD Nyanyi Lagu Prabowo-Sandi
MK

Politik

2 Perkara Dihentikan MK, Saidi-Said Idrus Resmi Menangi Pilbup Banjar
KPU

Politik

KPU Nilai Permohonan Denny Indrayana-Difriadi di MK Tak Jelas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com