Kecewa, Pengembang Pelaihari City Mall Ngadu ke Menkopolhukam Jalan Berlubang Km 88 Tapin Renggut Nyawa Pemuda HST Ortu Oke, Belajar Tatap Muka di SMP Banjarmasin Dimulai November Menhub Datang, Pengembangan Runaway Bandara Teweh Dibahas Kronologi Lengkap Petaka Lubang Maut di Tapin yang Tewaskan Pemuda HST

Pembangunan Jembatan Sungai Lulut, Sejumlah Warga Berat Hati Melepas Tempat Tinggalnya  

- Apahabar.com Rabu, 12 Juni 2019 - 18:27 WIB

Pembangunan Jembatan Sungai Lulut, Sejumlah Warga Berat Hati Melepas Tempat Tinggalnya   

Jembatan Sungai Lulut bakal diperbaiki. Foto-apahabar.com/AHC07

apahabar.com, BANJARMASIN – Pembangunan yang diprogramkan pemerintah tak selalu disambut baik. Seperti halnya pembangunan Jembatan Sungai Lulut.

Padahal pembangunan jembatan tersebut bertujuan untuk mengurai kemacetan di Jalan Sungai Lulut. Rencana pembangunan ini pun kini sudah memasuki tahap pembebasan lahan.

Baca Juga: Kebijakan Pemimpin Daerah Mendatang Wajib Pro Lingkungan

Namun ada beberapa warga yang terkena dampak pembebasan lahan keberatan, dikarenakan uang ganti rugi terbilang minim.

Hal tersebut disampaikan Ramli, warga Desa Sungai Lulut RT 01, Kabupaten Banjar. Dirinya mengungkapkan masih merasa keberatan jika harus melepas rumah yang sudah ditinggalinya puluhan tahun itu.”Diganti hanya Rp48 juta, mana cukup untuk membeli rumah lagi,” ungkap Ramli.

Dikatakannya, meskipun berat hati, namun dirinya saat ini sudah menandatangi surat perjanjian yang diberikan oleh pemerintah. “Mau, tidak mau, ya bagaimana lagi, akhirnya akan tetap dibongkar,”ujarnya.

Baca Juga: Pembangunan Sejumlah Sekolah Dasar Terkendala Perubahan Sistem Lelang

Pun dengan Mursidi, lelaki berumur 47 tahun yang rumahnya tepat berada di sebelah jembatan pembatas antara Kota Banjarmasin dan Kabupaten Banjar. Dikatakannya, bahwa rumahnya juga hanya diganti dengan harga hanya Rp50 juta.

“Uang ganti rugi berbeda. Di sana sana (Musidi menunjuk arah Sungai Lulut), harganya tinggi. Tidak tahu juga kenapa disini harganya rendah,” ungkapnya.

Ada juga Asmah (60), warga yang sudah tinggal di daerah Sungai Lulut, sudah selama 32 tahun. Ia pun keberatan karena taksiran harga dari pemerintah yang dirasanya sangat jauh dari harapan.

“Aku disini berjualan, lumayan untung per harinya. Kalau pindah, belum tentu dapat rumah yang bisa usaha berjualan lagi,” katanya.

Baca Juga: Operasi Ketupat 2019, Ratusan Pengendara di Kalsel Kena Tilang

Dikatakannya, jika bisa untuk tidak pindah, maka dirinya lebih memilih untuk tidak pindah dari rumah yang ditinggalinya.

Mereka kompak bahwa penggantian yang diberikan oleh pemerintah masih kurang adil untuk warga kalangan bawah. Mereka berharap bahwa pemerintah harusnya bisa lebih membantu lagi untuk masyarakat.

Reporter: AHC07
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Hanya 6 Parpol Setor Nama Saksi untuk TPS
apahabar.com

Kalsel

MTQ Nasional ke-51 Tingkat Kota, Juara Umum Tahfiz dan Tilawah Diraih Peserta Asal Banjarmasin Selatan
apahabar.com

Kalsel

Deadline Habis, Pemkot Banjarmasin Siagakan Ratusan Polisi Pamong Praja
apahabar.com

Kalsel

Wali Kota Harapkan Dua Perda Tunjang PAD
apahabar.com

Kalsel

Pasien Positif Covid-19 yang Jalani Perawatan di Kalsel Terus Berkurang
apahabar.com

Kalsel

Akhir Februari, Bangunan di Lahan RS Sultan Suriansyah Dirobohkan
apahabar.com

Kalsel

Didesak Tuntut Mati Trio Pembunuh Faris, Simak Respon JPU
apahabar.com

Kalsel

Antispasi Karhutla, Bhabinkamtibmas Takisung Pasang Spanduk dan Sambangi Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com