apahabar.com Terima “Journalism Emergency Relief Fund” dari Google Demi Cicilan Mobil, Satpam di Banjarbaru Bobol Belasan Ruko! Demokrat-PDIP Berkongsi, ‘Karpet Merah’ untuk Eks Wagub Kalsel Rapid Test Rp 150 Ribu, Bandara Syamsudin Noor Sambut Positif Dua Hari, Belasan Warga Kotabaru Sembuh dari Covid-19




Home Kalbar

Selasa, 18 Juni 2019 - 07:15 WIB

Pemilik Rumah Jadi Tersangka Kasus Kawin Kontrak

Redaksi - Apahabar.com

Petugas Imigrasi Kota Pontianak, Kalimantan Barat bersama kepolisian memeriksa pemilik rumah yang ditengarai sebagai tempat penampungan warga negara asing, Foto-Kompas

Petugas Imigrasi Kota Pontianak, Kalimantan Barat bersama kepolisian memeriksa pemilik rumah yang ditengarai sebagai tempat penampungan warga negara asing, Foto-Kompas

apahabar.com, PONTIANAK – Kepolisian Daerah Kalbar menetapkan pemilik rumah di Jalan Purnama, Komplek Surya Purnama, Kecamatan Pontianak Selatan, Kota Pontianak, berinisial AMW sebagai tersangka kasus dugaan perdagangan orang dengan modus kawin kontrak.

“Dari hasil pemeriksaan sementara tersangka AMW diduga kuat sebagai perantara, penampung, dan yang mengurus semua administrasi yang diperlukan,” kata Kabid Humas Polda Kalbar, AKBP Donny Charles Go seperti ditulias Antara.

Baca Juga: Kawin Kontrak, Ini Kata Akademisi

Ia menjelaskan, tersangka dari hasil pemeriksaan sementara diduga kuat sebagai sebagai perantara antara laki-laki warga negara asing (WNA) asal Tiongkok dengan perempuan (WNI) sebagai calon istri, dan menjadikan rumahnya sebagai tempat penampungan dalam menjalankan aksinya.

“Tersangka diancam dengan UU No. 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara,” ungkapnya.

Ia menambahkan, untuk ketujuh WNA asal Tiongkok yang diamankan tersebut, pihaknya serahkan penanganan selanjutnya kepada Imigrasi Kelas I Pontianak, karena mereka masuk ke Indonesia dengan izin tinggal atau visa wisata selama 30 hari.

Sebelumnya, petugas Imigrasi Kelas I Pontianak dan Ditreskrimum Polda Kalbar berhasil membongkar dugaan sindikat perdagangan orang dengan modus kawin kontrak, Rabu malam (12/6), dalam kasus itu ada sembilan orang yang diamankan, yakni masing-masing tujuh warga negara asing (WNA) asal Tiongkok, dan dua warga negara Indonesia, satu diantaranya seorang perempuan (WNI).

Sementara itu, di tempat terpisah, Kepala Seksi Wasdakim Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak, Syamsuddin mengatakan, sebanyak tujuh orang WNA asal Tiongkok kembali akan menjalani pemeriksaan oleh Kantor Imigrasi Kelas I Pontianak, untuk mengetahui tujuan utama mereka ke Kota Pontianak.

“Ketujuh orang asing yang terdiri dari enam orang laki-laki dan satu wanita tersebut masih menunggu proses perpanjangan paspor di Jakarta. Sekarang lagi dalam proses karena belum selesai dan paspornya juga belum dikirim ke Pontianak, sehingga untuk sementara kami masih menunggu,” ujarnya.

Menurut dia, dari hasil pemeriksaan, para WNA tersebut menggunakan visa kunjungan selama 30 hari ke Indonesia. “Saat ini, ketujuh orang asing itu dititipkan di Rudenim (Rumah Detensi Imigrasi) Kelas I Pontianak, sambil menunggu proses lebih lanjut,” katanya.

Baca Juga: Geger, Mobil Tamu Terbakar di Parkir Gedung DPRD

Editor: Syarif

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalbar

Komentari Sultan Hamid II, Hendropriyono Dipolisikan
apahabar.com

Kalbar

Musim Hujan, Warga Pontianak Waspada ‘Kencing Tikus’
apahabar.com

Kalbar

Masyarakat Singkawang Diimbau Tak Terpancing Isu Aksi 22 Mei
apahabar.com

Kalbar

Gubernur Kalbar Siapkan Bonus Rp 10 Juta Bagi Peserta UN Peraih Nilai 10
apahabar.com

Kalbar

Ribuan Pohon Ditanam BI di Lahan Eks Tambang
apahabar.com

Kalbar

Terbesar Kelima, Bengkayang Komit Cegah Perdagangan Anak
apahabar.com

Kalbar

KJRI Bantah Ancaman Tembak WNI di Serawak
apahabar.com

Kalbar

Gubernur Sutarmidji Target Kalbar Segera Bebas Pungli
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com