Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Bakal Geser Dominasi Sektor Tambang?

- Apahabar.com Kamis, 27 Juni 2019 - 11:04 WIB

Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Bakal Geser Dominasi Sektor Tambang?

Kabupaten Tanah Bumbu dibidik menjadi Ibu Kota Baru Indonesia. Foto-Tanah Bumbu dalam lensa

apahabar.com, JAKARTA – Pemindahan ibu kota ke luar Pulau Jawa diyakini akan menciptakan nilai tambah ekonomi pada sektor non-tradisional, seperti pertambangan.

“Adanya ibu kota baru di Kalimantan, maka akan muncul sektor baru di Kalimantan,” kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro dalam Dialog Nasional II: Menuju Ibu Kota Masa Depan, Smart, Green and Beautiful di Jakarta, dikutip apahabar.com, Kamis pagi.

Pemindahan ibu kota ke Kalimantan dapat memunculkan sektor jasa baru yang akan melengkapi sektor jasa yang sudah ada di sana sebelumnya.

Namun dampak ekonomi positif akan lebih maksimal jika dibarengi dengan peningkatan produktivitas, inovasi dan teknologi di provinsi yang terpilih dan sekitarnya.

Bambang memang menilai, perekonomian di Kalimantan masih bergantung pada sektor tradisional yaitu sumber daya alam berbasis tambang, hutan dan perkebunan.

Rencana pemindahan ibu kota negara ke luar Pulau Jawa akan menambah pendapatan domestik bruto (PDB) sebesar 0,1 persen. Jika pertumbuhan ekonomi sekitar lima persen, maka adanya proyek kegiatan pembangunan ibu kota baru, akan bertambah menjadi 5,1 persen.

Angka 0,1 tersebut dianggap tidak tergolong kecil karena PDB Indonesia saat ini sekitar Rp15 ribu triliun. Sehingga dampak langsung diperkirakan sebesar Rp15 triliun akibat adanya pemindahan ibu kota.

Meski begitu, rencana mengangkut ‘Monas’ ke luar Jawa diyakini takkan memberikan dampak negatif pada perekonomian nasional. Malah efek positif dari proyek tersebut, yaitu adanya penggunaan sumber daya potensial yang selama ini belum termanfaatkan.

Bambang yakin pemindahan ibu kota ke luar Jawa juga akan menurunkan kesenjangan antar kelompok pendapatan di tingkat regional.

“Pemindahan ibu kota ke provinsi alternatif akan menyebabkan perekonomian lebih padat karya,” ujar Bambang lagi.

Penurunan tingkat kesenjangan pendapatan tersebut terlihat dari persentase kenaikan harga modal sebesar 0,23 persen dan kenaikan harga tenaga kerja sebesar 1,37 persen. Kenaikan harga tenaga kerja tersebut akan diiringi dengan kenaikan produk marginal tenaga kerja.

Satu-satunya indikasi yang mungkin dianggap memberikan dampak negatif adalah bahwa pemindahan ibu kota bisa menyebabkan tambahan inflasi. Namun, kegiatan membangun ibu kota baru tersebut hanya akan menambah sedikit inflasi menjadi 3,30 persen dari 3,12 persen base inflasi pada tahun lalu. Kenaikan tersebut, menurut dia, masih pada batas yang bisa ditoleransi dan dampaknya relatif minimal.

Baca Juga: Kepala Bappenas: Pemindahan Ibu Kota Tambah Nilai Ekonomi di Sektor Nontradisional

Baca Juga: Palangka Raya: Jejak Rusia dan Kandidat Ibu Kota dari Masa ke Masa

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Si Pembanting Motor dan Pembakar STNK Itu Ternyata Cengeng
apahabar.com

Nasional

Selepas Kerja Bakti, Belasan Warga Ponorogo Keracunan Makanan
apahabar.com

Nasional

Waspadai Fenomena La Nina, Simak Imbauan BNPB
apahabar.com

Nasional

“1/4 Nanti & Kembali” Antar Penulis Banua Raih Penghargaan Islamic Book Award
apahabar.com

Nasional

KPK Keluhkan Rekomendasinya Diabaikan Pemerintah
apahabar.com

Nasional

Benarkah Sandiaga Kena Santet? Begini Tanggapan BPN
apahabar.com

Nasional

Baleg DPR Sepakati Revisi UU KPK Jadi UU Disahkan di Paripurna
Sigi

Nasional

Pembantaian Sekeluarga di Sigi Sulteng, TNI Terjunkan Pasukan Khusus
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com