BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Penindakan Pelanggaran Pilkada, Bawaslu RI Warning Kepolisian dan Kejaksaan

- Apahabar.com Selasa, 25 Juni 2019 - 19:15 WIB

Penindakan Pelanggaran Pilkada, Bawaslu RI Warning Kepolisian dan Kejaksaan

Sentra Gakkumdu. Foto-Wacana Info

apahabar.com, BANJARMASIN – Dr Ratna Dewi, anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Republik Indonesia (RI) menjadi pemateri Rapat Koordinasi Evaluasi Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) di Banjarmasin, Selasa (25/6/2019).

Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu RI ini mengemukakan, banyak daerah yang melaksanakan Pilkada yang melibatkan Petahana. Karenanya kadang netralitas terganggu, hingga berimbas tak maksimalnya penindakan pelanggaran.

Hal ini, menurutnya, mungkin ‘keterikatan’ kepolisian dan kejaksaan dalam suatu Forum Koordinasi Pimpinan Daerah. Makanya hubungan kelembagaan ini bisa mempengaruhi penilaian institusi jika petahana melakukan pelanggaran.

“Penindakan pelanggarannya tidak hanya ditangani Bawaslu, tapi juga melibatkan unsur kepolisian dan kejaksaan,” kata Dr Ratna.

Tak berbeda dengan Pemilu 2019, pada Pilkada 2020, penindakan pelanggaran nantinya juga akan ditindaklanjuti Sentra Gakkumdu, melibatkan Bawaslu, unsur kepolisian dan kejaksaan.

Pada kesempatan ini, Dr Ratna juga mengingatkan potensi munculnya praktek politik uang pada pelaksanaan Pilkada yang dinilai masih berpotensi terjadi di semua daerah penyelenggara.

“Karena itu dengan ini kami lakukan evaluasi bersama untuk tingkatkan fungsi pengawasan, pencegahan dan memaksimalkan penindakan,” kata Dr Ratna.

Pada kegiatan yang dihadiri ketua dan anggota serta staf penanganan pelanggaran Bawaslu di Kalsel, ia juga meminta para pelaksana penindakan pelanggaran untuk lebih optimal menghadirkan alat bukti yang kuat dan berkualitas.

Karena dengan bukti yang kuat dan berkualitas, menurutnya, dapat perbesar peluang sukses dan efektifnya langkah dalam penindakan pelanggaran Pilkada.

Rapat Koordinasi ini dihadiri pula oleh perwakilan kepolisian dan kejaksaan.

Baca Juga: Sanksi Tegas Pelaku Politik Uang di Pilkada 2020 Berupa Pidana

Baca Juga: Pilkada 2020, KPU Kalsel Petakan Partisipasi Pemilih

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Untuk Warga Kalsel-Teng, Berikut Mekanisme Pengambilan Token Gratis
apahabar.com

Kalsel

Aksi Polda Kalsel di Tengah Covid-19 Dipuji, Bang Dhin: Itu Membangkitkan Semangat Gotong Royong
apahabar.com

Kalsel

Cinta Lokasi Bersemi di Natuna, Simak Cerita Dhiki
apahabar.com

Kalsel

Jelang Pilwali, Polsek Banjarbaru Barat Patroli ke Rumah Bacalon Wali Kota dan Wakil Wali Kota
apahabar.com

Kalsel

10 ASN Banjarmasin Positif Covid-19, Wali Kota Bantah Kluster Perkantoran
apahabar.com

Kalsel

Polresta Banjarmasin Bekuk Budak Sabu 2,7 Kg, 41.850 Jiwa Selamat
apahabar.com

Kalsel

PDAM Bandarmasih Kembali Gerakan Aksi Sosial, Kali Ini Fokus di Pasar Lama
apahabar.com

Kalsel

Bupati Sumenep Kunjungi Mahasiswa Asal Kepulauan di Banjarmasin
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com