ga('send', 'pageview');
Cerita Sukses Pemuda Kotabaru di Jepang dan Gaet Wanita Mualaf Ribuan Gram Sabu Gagal Edar, BNN Kalsel Diapresiasi Pusat Banjir di Pelaihari, Warga Diminta Waspada Hujan Susulan Dulu Bugar, ‘Kai Api’ Kini Ringkih di RS Ansari Saleh Lagi, Covid-19 Renggut Nyawa Nakes di Puskesmas Banjarmasin




Home Religi

Rabu, 5 Juni 2019 - 06:15 WIB

Perhatikan!!!Tata Cara Salat Idul Fitri

Redaksi - Apahabar.com

Ilustrasi Salat Id. Foto-Net

Ilustrasi Salat Id. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Ketika hari raya Idul Fitri atau Idul Adha tiba, seluruh umat Islam yang tidak ada uzur dianjurkan untuk keluar rumah, tak terkecuali perempuan haid.

Perempuan yang sedang menstruasi memang dilarang untuk shalat tapi ia dianjurkan turut mengambil keberkahan momen tersebut dan merayakan kebaikan bersama kaum muslimin lainnya. Setiap orang pada saat itu dianjurkan menampakkan kebahagiaan dan kegembiraan.

Baca Juga: Tergolong Mampu tapi Tak Bayar Zakat Fitrah, MUI Kalsel: Dosa Besar

Hukum salat id adalah sunnah muakkadah (sangat dianjurkan). Sejak disyariatkan pada tahun kedua hijriah, Rasulullah tidak meninggalkannya hingga beliau wafat, kemudian ritual serupa dilanjutkan para sahabat beliau.

Seperti dilansir dari NU Online, secara global syarat dan rukun shalat id tidak berbeda dari salat fardhu lima waktu, termasuk soal hal-hal yang membatalkan. Tapi, ada beberapa aktivitas teknis yang agak berbeda dari shalat pada umumnya. Aktivitas teknis tersebut berstatus sunnah.

Waktu salat Idul Fitri dimulai sejak matahari terbit hingga masuk waktu dhuhur. Berbeda dari shalat Idul Adha yang dianjurkan mengawalkan waktu demi memberi kesempatan yang luas kepada masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian salat id, salat Idul Fitri disunnahkan memperlambatnya. Hal demikian untuk memberi kesempatan mereka yang belum berzakat fitrah.

Salat id dilaksanakan dua rakaat secara berjamaah dan terdapat khutbah setelahnya. Namun, bila terlambat datang atau mengalami halangan lain, boleh dilakukan secara sendiri-sendiri (munfarid) di rumah ketimbang tidak sama sekali.

Berikut tata cara salat id secara tertib. Penjelasan ini bisa dijumpai antara lain di kitab Fashalatan karya Syekh KHR Asnawi, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama asal Kudus; atau al-Fiqh al-Manhajî ‘ala Madzhabil Imâm asy-Syâfi‘î (juz I) karya Musthafa al-Khin, Musthafa al-Bugha, dan ‘Ali asy-Asyarbaji.

Baca juga :  Jelang Terima Jemaah Haji, Makkah-Madinah Bersolek

Pertama, salat id didahului niat yang jika dilafalkan akan berbunyi “ushallî rak‘ataini sunnatan li ‘îdil fithri”. Ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “ma’mûman” kalau menjadi makmum.

أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً لعِيْدِ اْلفِطْرِ (مَأْمُوْمًا\إِمَامًا) لِلهِ تَعَــــالَى

Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”

Hukum pelafalan niat ini sunnah. Yang wajib adalah ada maksud secara sadar dan sengaja dalam batin bahwa seseorang akan menunaikan salat sunnah Idul Fitri. Sebelumnya shalat dimulai tanpa adzan dan iqamah (karena tidak disunnahkan), melainkan cukup dengan menyeru “ash-shalâtu jâmi‘ah“.

Kedua, takbiratul ihram sebagaimana shalat biasa. Setelah membaca doa iftitah, disunnahkan takbir lagi hingga tujuh kali untuk rakaat pertama. Di sela-sela tiap takbir itu dianjurkan membaca:

اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”

Atau boleh juga membaca:

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”

Baca juga :  Teladan dari Sudagar Kaya yang Bangkrut, Athiyah bin Khalaf

Ketiga, membaca Surat al-Fatihah. Setelah melaksanakan rukun ini, dianjurkan membaca Surat al-A’lâ. Berlanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.

Keempat, dalam posisi berdiri kembali pada rakaat kedua, takbir lagi sebanyak lima kali seraya mengangkat tangan dan melafalkan “allâhu akbar” seperti sebelumnya. Di antara takbir-takbir itu, lafalkan kembali bacaan sebagaimana dijelaskan pada poin kedua. Kemudian baca Surat al-Fatihah, lalu Surat al-Ghâsyiyah. Berlanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.

Sekali lagi, hukum takbir tambahan (lima kali pada pada rakaat kedua atau tujuh kali pada rakaat pertama) ini sunnah sehingga apabila terjadi kelupaan mengerjakannya, tidak sampai menggugurkan keabsahan shalat id.

Kelima, setelah salam, jamaah tak disarankan buru-buru pulang, melainkan mendengarkan khutbah Idul Fitri terlebih dahulu hingga rampung. Kecuali bila shalat id ditunaikan tidak secara berjamaah. Hadits Ubaidullah bin Abdullah bin Utbah mengungkapkan:

السنة أن يخطب الإمام في العيدين خطبتين يفصل بينهما بجلوس

“Sunnah seorang Imam berkhutbah dua kali pada shalat hari raya (Idul Fitri dan Idul Adha), dan memisahkan kedua khutbah dengan duduk.” (HR Asy-Syafi’i)

Pada khutbah pertama khatib disunnahkan memulainya dengan takbir hingga sembilan kali, sedangkan pada khutbah kedua membukanya dengan takbir tujuh kali. Wallâhu a’lam. 

Baca Juga: Ketua MUI Tapin: Jangan Lupakan Esensi Idul Fitri

Editor: Syarif


There is no ads to display, Please add some

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Awal Mula Persahabatan Datu Kelampayan dan Datu Sanggul yang Melegenda
apahabar.com

Religi

Siapakah Muslim yang Boleh tidak Berpuasa Ramadan?
apahabar.com

Habar

Said Aqil Siradj Tanggapi Santai Kemungkinan Haji 2020
apahabar.com

Religi

Kisah Wali Allah di Banua, Makam Datu Nuraya Disebut Terpanjang di Dunia
apahabar.com

Ceramah

Ikhlas dan Kasih Sayang, Spirit Revolusi Mental Ala Rasulullah
apahabar.com

Hikmah

Puasa Menyehatkan Tubuh, Mencerdaskan Otak
apahabar.com

Religi

Ikuti Jejak Rasulullah, Tidak Bernapas di Gelas Saat Minum
apahabar.com

Habar

Perkirakan 2 Juta Lebih Jemaah Hadir, Wakapolda Kalsel Tinjau Kesiapan Pengamanan Haul Sekumpul ke 15
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com