Ditangkap di Tabalong, Janda asal Ampah Kalteng Sudah Teler dari Amuntai Guru Danau Imbau Ulama Kalsel Tidak Berpolitik Praktis Puncak Pandemi, Berapa Limbah Infeksius Covid-19 di Kalsel? Amankan Pilgub Kalsel 2020, Polres Tapin Siapkan 258 Personel Akhir 2024, Agropolitan Anjir Pasar Batola Ditarget Berdaya Saing

Pilwali Banjarmasin, Anak Muhidin Cari Pendamping

- Apahabar.com Senin, 24 Juni 2019 - 10:55 WIB

Pilwali Banjarmasin, Anak Muhidin Cari Pendamping

Kantor Wali Kota Banjarmasin. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Banjarmasin tengah membuka lowongan bagi partai lain untuk mendukung Hj Karmila pada Pilwali Banjarmasin 2020.

Sosok yang dicari partai besutan Amien Rais itu adalah mereka yang siap merelakan kursi calon wali kota, dan mendukung Karmila.

Dalam Pileg 2019 baru tadi, partai besutan Amien Rais memperoleh 9 kursi anggota DPRD Banjarmasin. Modal yang cukup untuk mengusung jagoan mereka di kontestasi pemilihan kepala daerah.

Faktor lain, Hj Karmila yang merupakan istri Harry Wijaya yang meraih suara tertinggi di Daerah Pemilihan (Dapil) 1 Banjarmasin. Harry merupakan Ketua DPD Partai Amanat Nasional (PAN) Banjarmasin.

Kepada apahabar.com, Harry menegaskan PAN membuka peluang untuk berkongsi dengan parpol lain untuk mencari pendamping yang pas bagi Hj Karmila.

“Sekalipun kami bisa menjadi pengusung tunggal, tak menutup kemungkinan untuk berkoalisi,” terang Harry kepada apahabar.com, Senin (24/6).

Namun, Harry memberikan syarat terhadap partai koalisi untuk merelakan posisi calon wali kota. Artinya, partai koalisi mesti puas dengan posisi nomor dua.

Selain Karmila, H Muhidin secara blak-blakan sudah menitahkan Harry Wijaya sebagai ketua DPRD Banjarmasin. Muhidin sendiri merupakan ketua DPD PAN Kalsel. Sekaligus mertua dari Harry, dan ayah dari Karmila.

Dengan mengusung sang anak di Pilwali Banjarmasin, dan menjadikan mantunya sebagai ketua DPRD Banjarmasin, sejumlah pihak menuding Muhidin sedang dalam upaya membangun dinasti politik.

“Dengan memperkuat patronase politik. Salah satunya, yakni tumbuhnya dinasti politik ini,” ujar Pengamat Politik dan Kebijakan Publik Universitas Islam Kalimantan Banjarmasin, Muhammad Uhaib As’ad, kepada apahabar.com.

Menanggapi anggapan dinasti itu, Harry membeberkan semua langkah yang diambil tidak lain untuk kepentingan membangun daerah. Sekaligus mengubah stigma politik negatif mengenai dinasti politik.

Baca Juga: Replika Pilkada 2020, Kalsel dan Dinasti Politik Muhidin

Baca Juga: Ditunjuk Dampingi Paman Birin di Pilkada 2020, Begini Tanggapan H Muhidin

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Kepincut Ilham di Pilkada HST, Sekda Tamzil Beberkan Alasannya
apahabar.com

Politik

Pilwali Banjarmasin, PKB Tetap Prioritaskan Kader
apahabar.com

Politik

Gara Gara Sosok Ini, PDIP Jatuhkan Dukungan ke Ibnu-Ariffin di Pilwali Banjarmasin
apahabar.com

Politik

Gus Mus Angkat Bicara Soal Doa Perang Badar Neno Warisman
apahabar.com

Politik

Dikabarkan Maju di Pilkada Tanbu, Bagaimana Peluang Sudian Noor?
apahabar.com

Politik

Paman Birin Masih Perkasa, Menanti Kejutan Denny Indrayana
apahabar.com

Kalsel

Hasil Rapid Tes Bawaslu Tabalong Keluar, 4 PDK Reaktif
apahabar.com

Politik

Sayang, Kalteng Disebut Demokrat Butuh Figur Nadalsyah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com