Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Polemik Parkir RSUD Ulin Berakhir, Ichwan Terlanjur Kecewa

- Apahabar.com Kamis, 20 Juni 2019 - 15:54 WIB

apahabar.com, BANJARMASIN – Drama penyegelan loket parkir RSUD Ulin akhirnya berakhir.

Lewat pengelola sementara, RSUD Ulin menyetorkan sejumlah uang jaminan pajak ke pemerintah daerah.

Baca Juga: VIDEO: Adu Mulut Petugas Dishub Banjarmasin dan Pengelola Parkir RSUD Ulin

“Sudah diterbitkan SK pengelolaan parkirnya, dan yang bersangkutan sudah menyetor uang garansi sejumlah 50 Juta,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Banjarmasin, Ichwan Noor Chalik, kepada apahabar.com, Kamis siang.

Dianggap ilegal, loket parkir RSUD Ulin sebelumnya disegel oleh Dishub Banjarmasin, Jumat(14/6) lalu. Pengelola diminta mengurus izin terlebih dahulu.

Tak hanya disegel, area parkir juga dijaga sejumlah personel Dishub. Tidak boleh ada aktivitas pungutan tarif parkir di kawasan itu, sebelum izin diurus.

Kini pascapenyegelan, loket parkir sudah mulai dijalankan kembali oleh pengelola parkir rumah sakit itu sejak Senin (17/6) lalu.

Namun, Ichwan kadung kecewa terhadap pihak RS Ulin. Seharusnya, yang mengurus izin bukan pengelola sementara, melainkan manajemen RSUD Ulin.

“Seharusnya RSUD Ulin yang memberitahu Dishub bahwa belum ada kontrak dengan pemenang lelang. Sehingga kekosongan diisi sementara diisi oleh CV apa begitu,” ungkapnya.

Ichwan menekankan alasan Dishub minta uang garansi. Yakni, sebagai jaminan jika habis masa tugasnya pajak akan dibayarkan.

“Yang bersangkutan yaitu pengelola, memberikan uang jaminan ke Pemko melalui kami sebagai titipan untuk disimpan. Karena kami kuatir, jika izinnya terbit, karena sebulan saja,” ungkapnya.

Setelah habis masa satu bulan, mereka tidak membayar apa-apa karena alasan berbagai macam. “Dengan adanya jaminan ini, kalau tugasnya selesai, akan kembali menghitung pajak sesuai pendapatan bruto [kotor], bukan netto,” bebernya.

Artinya pajak sesuai brutto adalah sebelum ada potongan apapun, sesuai pendapatan yang sebenarnya.

“Jadi tidak ada lagi seperti dulu, seluruh pendapatan, dipotong untuk setor ke RSUD Ulin sejumlah 135 juta, baru sisanya yang di potong pajak 30 persen,” katanya.

Seharusnya, masih menurut Ichwan, manajemen RSUD Ulin melibatkan Dishub pada saat pelelangan. Nyatanya itu kata dia tak pernah dilakukan.

“Pemenang lelang bukan dilihat dari siapa yang paling tinggi memberi kontribusi ke RS Ulin, tetapi dilihat dari siapa yang paling berani memberikan pendapatan tertinggi,” harapnya.

Terakhir Ichwan menegaskan, Pemkot harus mendapat pajak 30 persen dari seluruh pendapatan, bukan setelah dipotong.

“Saya hanya meluruskan Perda No 7 tahun 2011, tentang pajak dan retribusi daerah,” ujarnya mengakhiri.

Baca Juga: Retribusi Parkir RSUD Ulin Diduga Menguap Puluhan Juta

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Bantuan Disetujui, Korban Kebakaran di Banjarmasin Bisa Bernapas Lega
H-1 Haul ke 15 Guru Sekumpul, Naik Bus Tayo Gratis

Kalsel

H-1 Haul ke 15 Guru Sekumpul, Naik Bus Tayo Gratis
apahabar.com

Kalsel

Wonorejo Balangan Jadi Desa ‘Hantu’, Begini Nasib Warganya
Alquran

Kalsel

Masyaallah, Alquran Tak Ludes Saat Kebakaran di Alalak Tengah Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diteror Kabut Asap, Wakapolri Minta Pemda Proaktif
apahabar.com

Kalsel

Belanja Banjarmasin 2019 Ditargetkan Rp1,95 Triliun
apahabar.com

Kalsel

Sambangi Korban Kebakaran Pekapuran Laut Banjarmasin, Cuncung Prihatin
apahabar.com

Kalsel

Kisah Jemaah Kotabaru Melawan Sakit Demi ke Sekumpul
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com