Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura Muatan Politis dalam Pencopotan Sekda Tanah Bumbu Kantongi 3 Barang Bukti, Bawaslu Dalami Dugaan Pelanggaran BirinMU BW, Eks Pimpinan KPK Buka-bukaan Alasan Turun Gunung Bantu H2D

Politikus Senior Partai Demokrat Dorong KLB

- Apahabar.com Kamis, 13 Juni 2019 - 16:49 WIB

Politikus Senior Partai Demokrat Dorong KLB

Sejumlah politikus senior Partai Demokrat dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis. Foto – Antara/Rangga

apahabar.com, JAKARTA – Sejumlah politikus senior Partai Demokrat mendorong Kongres Luar Biasa (KLB). KLB digelar dalam rangka pembenahan organisasi. Demikian disampaikan Anggota Majelis Tinggi PD, Max Sopacua dalam Deklarasi Gerakan Moral Penyelamatan PD (GMPPD).

“GMPPD mendorong pelaksanaan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat selambatnya 9 September 2019 demi mengembalikan kejayaan partai di 2024,” kata politisi senior Demokrat Max Sopacua dalam konferensi pers di Jakarta, seperti dikutip apahabar.com dari Antara, Kamis (13/6/2019).

Baca Juga: Seleksi Capim KPK 2019-2023, Jaksa Agung Akan Siapkan Jaksa Terbaik

Secara normal Kongres Demokrat baru akan dilaksanakan 2020 nanti. Namun GMPPD menilai perlunya mempercepat kongres melalui KLB untuk menyelamatkan partai.

Menurut Max, apabila KLB dilaksanakan, posisi ketua umum Demokrat dapat diberikan kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) selaku putra Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang terbukti memiliki kemampuan.

“Kalau KLB tidak perlu susah-susah, pak SBY tinggal menyerahkan kepada mas Agus Harimurti Yudhoyono,” jelas dia.

Dia menilai AHY adalah kader terdepan Demokrat yang juga paling memiliki potensi untuk memimpin bangsa pada 2024.

Adapun tujuan utama GMPPD dibentuk untuk memberikan seruan moral kepada internal partai atas hal-hal internal partai yang belakangan dinilai meresahkan kader Demokrat.

Salah satunya menyikapi beberapa pernyataan kader dan pengurus Demokrat antara lain Ferdinand Hutahaean, Rachland Nashidik dan Andi Arief yang dipandang tidak sesuai marwah, karakter dan jati diri Demokrat.

Selain itu, Max menambahkan, pihaknya prihatin dengan situasi internal. Selain itu, pihaknya juga mendengar banyak opini negatif terhadap Partai Demokrat dari masyarakat, ulama, dan politisi partai lain.

“Partai Demokrat menjadi pembicaraan ramai, ketika ada sekelompok orang yang mau membubarkan koalisi. Ini mencemarkan nama Partai Demokrat di media massa dan masyarakat,” tegas Max.

Max tak menampik bahwa seruan dari GMPPD ini dapat berujung pada pelaksanaan KLB Demokrat.

Baca Juga: PDIP: Tidak Boleh Ada Pembunuhan Tokoh Politik di Indonesia

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Nasional

Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’
apahabar.com

Nasional

Ratusan TKI Dideportasi ke Kaltara 2 Hari Berturut-turut
apahabar.com

Nasional

Saudi Stop Umrah, Kemenag Turunkan Petugas di Bandara
apahabar.com

Nasional

Tagar #Innalillahi Trending Satu di Twitter, Warganet Berbelasungkawa 
apahabar.com

Nasional

Dukung Menteri BUMN, Mardani: Pemerintah Harus Berantas Monopoli Maskapai!
apahabar.com

Nasional

Kisah Amar Alfikar, Anak Kiai yang Jadi Transgender
apahabar.com

Nasional

Pasca Tsunami, Kpu Diminta Data Kembali Pemilih Donggala
apahabar.com

Nasional

Gali Prosuder Seleksi Pejabat, KPK Tanya Mantan Sekjen Kemenag
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com