Jadwal Liga Champions Malam Ini, Liverpool, City, Real Madrid, Inter, Live SCTV, Barcelona vs Juventus Besok! Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah

Pom Mini Dilarang, Kadis Perdagangan Kalsel: Pemerintah Harusnya Pikirkan Kenyamanan Masyarakat

- Apahabar.com Minggu, 23 Juni 2019 - 09:25 WIB

Pom Mini Dilarang, Kadis Perdagangan Kalsel: Pemerintah Harusnya Pikirkan Kenyamanan Masyarakat

Ilustrasi, Pom Mini Foto-solopos

apahabar.com, BANJARBARU – Keberadaan POM Mini atau Pertamini di pinggiran jalan sebenarnya dilarang pihak Pertamina dan Kementerian ESDM. Kendati demikian, keberadaan mereka dinilai sangat membantu masyarakat.

“Untuk pom mini ini, jika menurut peraturan Pertamina atau Kementerian ESDM tidak dibolehkan karena POM Mini ini sama hakikatnya dengan pengecer. Hanya saja, dia memakai teknologi, itu saja bedanya,” ujar Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, Birhasani.

Jika Pom Mini dilarang, sambung Birhasani, maka pengecer harusnya juga dilarang, karena tempat terakhir penjualan BBM itu di SPBU.

“Tetapi jika itu diterapkan kasihan masyarakat, justru adanya ini membantu masyarakat mendapatkan BBM lebih dekat, lebih mudah karena tidak di semua desa ada pertamina,” lanjutnya.

Karena itu, menurut Birhasani, Pertamina perlu membuat pengecer terdaftar sehingga para pengecer BBM bisa dikendalikan.

“Nah yang ada ini kan tidak terdaftar dan tidak dibina, sehingga harga bisa berbeda-beda tiap daerah atau desa. Jika kita menerapkan pengecer binaan, induknya (Pertamina) bisa mempertimbangkan harga dan jarak mereka. Kalau kami hanya lapangan saja,” tutupnya.

Sementara itu, seorang pembeli yang kedapatan membeli BBM di Pom Mini, Angga menuturkan, “Saya biasa di SPBU juga, tapi kalau kepepet seperti sekarang, ya mau tidak mau ke eceran. Dari pada (motornya) mati di jalan. SPBU masih jauh, jadi membantulah keberadaan pertamini seperti ini,” ujarnya.

Senada dengan Angga, seorang mahasiswa bernama Moty juga berpendapat sama.

“Saya suka jalan-jalan, jadi sudah sering beli di Pom Mini gini, aman aja. Mau jalan jauh juga pasti ada pengecer bensin, jadi gak takut kehabisan bensin,” ujar Moty.

Saat ditanya mengenai perbedaan harga eceran, dia mengatakan bahwa perbedaan harga eceran tiap tempat itu pasti ada, perbedaannya sekitar Rp500- Rp1000.

“Pasti ada perbedaannya, harga di Banjarbaru, Ulin dan Banjarmasin saja berbeda, bedanya itu Rp500 sampai Rp1000 lah. Masih wajar,” lanjut moty.

Moty mengungkapkan pengalamannya sewaktu Kuliah Kerja Nyata (KKN) di sebuah desa terkait pentingnya penjual BBM eceran.

“Pernah dulu waktu KKN di desa yang lumayan terpencil, untuk ke kota butuh waktu 40 menit lebih lah menggunakan motor. Saya kira tidak ada pengecer di sana dan harus ke SPBU di kotanya. Eh tau nya ada, dan memang harganya lebih mahal, tapi tidak apa-apa lah dari pada ke kota 40 menit keburu mati duluan motornya,” sambungnya.

Baca Juga: Tak Dapat BBM Besubsidi, Ribuan Nelayan Kotabaru Tidak Melaut

Baca Juga: Sambut Hari Bhayangkara Ke-73, Polres Balangan Anjangsana ke KNPI

Reporter: Ahc 06
Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Sasar Warga Kurang Mampu, Polsek Berangas: Semoga Meringankan Beban Mereka
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Pejabat Pemko Banjarbaru Berganti, Wali Kota: Semua Berhak Jadi Pejabat Asal….
apahabar.com

Kalsel

UP2K PKK Kenanga Birayang Wakili Kalsel Tingkat Nasional
apahabar.com

Kalsel

BPBD: Enam Kios dan Satu Rumah di Kelayan Ludes Terbakar
apahabar.com

Kalsel

Kado Manis di Hari Armada, 2 Prajurit Lanal Kotabaru Terima Penghargaan

Kalsel

Video: Belum Satu Jam, Hujan Rendam Sekumpul
apahabar.com

Kalsel

Audiensi Bersama BPBD, BAGUNA Ingin Gelar Sekolah Relawan
apahabar.com

Kalsel

HUT RI, Ratusan Warga Sungai Lulut Ikut Jalan Santai Berhadiah
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com