Ditengarai Membelot, Berikut 8 Pengurus DPC Demokrat di Kalsel yang Ikut KLB Angin Kencang, Pohon Tumbang Timpa 3 Rumah di Mekarpura Kotabaru POPULER SEPEKAN: Viral Penjual Gorengan di Sekumpul, Adaro-Pama Cerai, hingga Transkrip PPK Banjar Tolak KLB, Simak Sikap Demokrat Kalteng Almarhum Kombes Sapta Dikenal Sebagai Pribadi yang Sederhana

Prof Australia Protes Keras Tim Hukum Prabowo: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter

- Apahabar.com Sabtu, 15 Juni 2019 - 09:02 WIB

Prof Australia Protes Keras Tim Hukum Prabowo: Saya Tak Bilang Jokowi Otoriter

Tim Lindsey. Foto-Nograhany WK/detikcom

apahabar.com, JAKARTA – Protes keras ditujukan seorang profesor asal Australia, Tim Lindsey yang ditujukan kepada tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait berkas gugatan sengketa Pilpres 2019 ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Lindsey memastikan dirinya tidak pernah menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) otoriter.

“Artikel yang saya tulis membahas soal kesulitan politik yang dihadapi Jokowi pada tahun 2017. Saya tidak pernah mengatakan Jokowi otoriter seperti klaim tim hukum Prabowo. Saya juga tidak pernah sebutkan ada kecurangan dalam pemilu,” kata Tim Lindsey seperti dilansir detik.com, Sabtu (15/6/2019).

Ia menjelaskan artikelnya tentang Jokowi itu ditulis pada tahun 2017. Lindsey menyebut tim hukum Prabowo-Sandi menggunakan artikelnya di luar konteks, sehingga tidak bisa menjadi referensi bagi argumen mereka dalam sidang sengketa Pilpres 2019. Selain itu, kata Lindsey, tim hukum Prabowo tidak meminta izin untuk mengutip artikelnya.

“Mereka tidak pernah membicarakannya dengan saya dan tidak pernah meminta izin menggunakan artikel saya. Saya tidak ada urusannya dengan kasus yang dihadapi Prabowo,” ujarnya.

Berikut protes keras lengkap Tim Lindsey yang dikirim via email ke detikcom, Sabtu (15/6/2019):

My article was NOT written about these elections. It was written in 2017.

Prabowo’s legal team included a quote from my article in their petition that was (1) clearly taken out of context, (2) contained emphasis (bolding, underlining etc) that was NOT in the original, and (3) does NOT support the argument they say it supports.

In my article, I was simply discussing the political predicament Jokowi was facing in 2017. I did NOT say in the article that Jokowi was authoritarian, as Prabowo’s legal team claim, and I did NOT say there would be fraud in the elections.

Prabowo’s legal team did NOT discuss their use of my article with me, and they did NOT seek my agreement or approval. I had nothing to do with the preparation of Prabowo’s case.

Jokowi’s legal team have reviewed my article. They announced publicly through Arsul Sani, a member of Jokowi’s team, that the article does not say the things Prabowo’s team claim that it says. They agree that I have been misquoted/misrepresented by Prabowo’s Legal Team.

Baca Juga: Demokrat Tinggalkan BPN Prabowo-Sandi

Editor: Syarif

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

TNI Mengerahkan 3 Helikopter Lakukan Pencarian Helikopter Hilang
apahabar.com

Nasional

TNI: Kapal China Tinggalkan ZEE Usai Jokowi Kunjungi Natuna
apahabar.com

Nasional

Sejak di Asrama Haji hingga Tanah Suci, Telkomsel Jamin Kenyamanan Layanan Komunikasi
apahabar.com

Nasional

SBY: Dengan Bersatu, Masa yang Berat Ini Akan Berlalu
apahabar.com

Nasional

Pemerintah Harus Siapkan Rp30 Triliun untuk Vaksin Covid-19
apahabar.com

Nasional

Izin Berobat, Suami Airin Suap Kalapas untuk Kencani Wanita di Hotel
Magnitudo

Nasional

Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami
apahabar.com

Nasional

Kadin Kalsel: Rupiah Naik Jelang Tahun Politik
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com