Alasan Mengapa Api di Patmaraga Kotabaru 5 Jam Baru Padam Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian

Remisi Idul Fitri Buat Koruptor, Ini Kata Pengamat Hukum

- Apahabar.com Senin, 3 Juni 2019 - 21:02 WIB

Remisi Idul Fitri Buat Koruptor, Ini Kata Pengamat Hukum

Ilustrasi remisi lebaran. Foto-Kabar6.com

apahabar.com, BANJARBARU – Pada Hari Raya Idul Fitri, banyak Lembaga Pemasyarakatan di Indonesia yang memberikan remisi kepada warga binaan. Baik itu mereka yang kena kasus pidana umum, narkoba, hingga korupsi.

Seperti Lapas Kelas III Banjarbaru, yang pada Hari Raya Idul Fitri nanti memberikan Remisi kepada 755 warga binaan. Salah satunya adalah warga binaan kasus Korupsi.

Sebenarnya bagaimana menurut hukum, terkait pemberian remisi kepada para koruptor ini?

Pengamat Hukum Kalimantan Selatan, yang juga Dosen Tindak Pidana Fakultas Hukum (FH) ULM dan Ketua Bagian Hukum pidana FH ULM, Dr H Mispansyah SH MH mengungkapkan, remisi merupakan hak warga binaan.

“Pemberian remisi khusus untuk narapidana kasus korupsi, narkotika, teroris dan kejahatan HAM berat diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2012,” ungkapnya kepada apahabar.com, Senin (3/6) malam.

Dia menjelaskan, khusus bagi narapidana kasus korupsi selain syarat umum, untuk remisi ada tambahan syarat.

“Warga binaan kasus korupsi harus mengembalikan kerugian keuangan negara, atau membayar pidana uang pengganti. Lalu membayar denda dan ketiga harus membuat pernyataan bersedia bekerjasama mengungkap tindak pidana korupsi atau Justice Collaborator (JC). Dimana harus ditanda tangani oleh penyidik, baik Polri, Kejaksaan, dan penyidik KPK apabila ditangani oleh KPK,” terangnya.

Kemudian, syarat umum lain, menjalani satu pertiga masa pidana dari pidana pokok dan berkelakuan baik. Apabila semua syarat itu dipenuhi, maka Narapidana kasus korupsi berhak mendapatkan remisi.

Remisi itu dapat diberikan pada saat Hari Kemerdekaan 17 Agustus disebut remisi umum. Kemudian Remisi khusus yaitu diberikan pada saat hari raya besar, seperti Idul Fitri.

“Menurut pandangan hukum, apabila narapidana memenuhi syarat itu, mereka berhak mendapatkan remisi. Itu merupakan hak yang diberikan oleh Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995, tentang Lembaga Pemasyarakatan. Jadi mereka berhak mendapatkan remisi, karena sistem pemasyarakatan bukan sistem penjara. Jadi mereka di Lapas, filosofisnya untuk perbaikan bukan penjara,” terangnya.

Saat ditanya apakah remisi malah memberikan angin segar bagi para koruptor? Bahkan mengurangi efek jera bagi mereka yang telah mencuri uang rakyat ini?

“Untuk memberikan efek jera itu berada pada sub lembaga mengadili yaitu Hakim. Para hakim harus menjatuhkan pidana yang setimpal, dengan memberikan vonis pidana lebih berat, jadi disitulah penjeraannya, bukan di Lembaga Pemasyarakatan,” terangnya.

Selain itu, paparnya, hakim dalam putusannya dapat menambahkan pidana tambahan, untuk mencabut hak remisi. Jadi letak penjeraan itu berada pada sub sistem mengadili, yaitu hakim.

“Lembaga pemasyarakatan itu tempat memperbaiki orang, yang supaya lebih baik. Jadi bukan tempat penjeraan, kecuali UU kembali ke sistem penjara, maka filosofi pidana adalah penjeraan,” tegasnya.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Marbot dan Ulama di HST Dapat Insentif

Baca Juga: Dapat Tugas Negara, Yunan Masih Bisa Berlebaran Bersama Keluarga

Baca Juga: Jelang Lebaran, Warga Miskin di Tanah Bumbu Konsumsi Beras Bau dan Berkutu

Baca Juga: Jelang Lebaran, Harga Daging Sapi di Palangkaraya Naik

Penulis: Zepi Al Ayubi
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Warga Banjarmasin Suspect Virus Corona Bertambah Dua
apahabar.com

Kalsel

Jelang Hari Kemerdekaan, TNI-Polri di Kotabaru Beri Kado untuk Pejuang
apahabar.com

Kalsel

Soal Proyek KA Tabalong-Banjarmasin, Pemerintah Mesti Realistis

Kalsel

Semarak 74 Tahun Kemerdekaan RI, Pentas Seni Meriahkan HST
apahabar.com

Kalsel

Kabut Asap di Banjarbaru Disebut Kiriman Daerah Lain
apahabar.com

Kalsel

Duh, Kakak Adik Teler Saat Melintasi Pos PSBB Depan Q-Mall Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Kasatlantas Polres Tapin: ‘Bagararakan’ Sahur Boleh, Asal Sesuai Kondisi
apahabar.com

Kalsel

Tak Sinkron dengan Provinsi, Data Covid-19 HST Hanya Nambah Satu Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com