BREAKING NEWS Legenda Barito Putera Yusuf Luluporo Meninggal Dunia di Usia 47 Tahun Geledah Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, KPK Amankan Uang dan Dokumen Waspada Penularan Covid-19 di Libur Panjang, Disdik Banjarmasin Imbau Pelajari Patuhi Prokes Bikin Haru, Simak Curahan Mama Lita MasterChef Indonesia Pasca-ditinggal Suami Suami Penanambaan, Ibu Terduga Pembunuh 2 Anak di Benawa HST Pernah Kuliah

Resah Penyalahgunaan Lem Pox di Banjarmasin, Hermansyah: Perketat Penjualan

- Apahabar.com Rabu, 26 Juni 2019 - 12:16 WIB

Resah Penyalahgunaan Lem Pox di Banjarmasin, Hermansyah: Perketat Penjualan

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Di Hari Anti Narkoba Internasional 2019, Pemerintah Kota Banjarmasin resah dengan masifnya penggunaan lem pox di kota berjuluk seribu sungai tersebut. Ironisnya, lem pox itu dicampur dengan bensin.

“Ini kan ada tren lagi di Banjarmasin, yakni lem pox dicampur dengan bensin sekarang,” ucap Wakil wali kota Banjarmasin Hermansyah kepada awak media, Selasa (26/6).

Padahal, pihaknya telah melakukan pencegahan terkait penjualan lem pox di mini market dengan menunjukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) kepada setiap pembeli. Bahkan, telah diperintahkan kepada Dinas Perdagangan kota Banjarmasin.

“Dinas Perdagangan telah meminta kepada pedagang yang menjual agar jangan sampai ada anak-anak yang membeli, dan menunjukkan KTP,” tegasnya.

Kemudian, pihaknya juga meminta kepada Dinas Pendidikan agar menggunakan lem pox, karena pelajar dinilai banyak terlibat dalam penyalahgunaan tersebut.

“Bah setiap hari Satpol PP menjaring razia. Setelah itu baru di lepas lagi,” kata dia.

Termasuk Dinas Sosial, sambung dia, agar terus gencar melakukan rehabilitasi. Oleh karenanya, ruangan di rumah singgah akan dibangun lagi, agar direhabilitasi dan mencegah ketergantungan lem pox.

“Kita ingin semua elemen masyarakat ikut terlibat dalam pencegahan. Bukan hanya BNN dan pemerintah, tapi semuanya,” ujar politisi PDI Perjuangan ini.

Sementara itu, Kepala BNNK Banjarmasin AKBP Nurmawati mengungkapkan, penyalahgunaan lem pox masih belum ada diatur dalam Undang-undang. Mengingat, lem pox merupakan barang legal. Namun, apabila peruntukannya untuk memabukkan, maka itu yang dinilai tak boleh.

“Intinya peruntukannya. Sama dengan minum. Obat itu kan tak haram kalau untuk penyakit dan diatur oleh yang berkompeten dengan ilmu pengetahuan,” tegasnya.

Dia menambahkan, tak ada hukum pidana yang mengatur pengguna lem pox. Melainkan, hanya bisa dilakukan rehabilitasi.

“Silakan datang ke tempat saya (BNNK Banjarmasin, red). Kita telah banyak merehabilitasi pengguna lem, narkotika,” tegasnya.

BNNK Banjarmasin, tegas dia, akan siap menyediakan rehabilitasi. Bahkan, sampai dengan hari ini, terdapat 58 orang pengguna narkoba yang direhabilitasi oleh pihaknya.

“Itu rata-rata generasi milineal. Ada juga yang tua,” tutupnya.

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Waspada, Cek Peringatan BMKG untuk Kalsel Hari Ini
apahabar.com

Kalsel

Positif Covid-19, 15 Tenaga Medis Puskesmas di Kabupaten Banjar Diistirahatkan
Hujan Lagi, Simak Ramalan BMKG

Kalsel

Hujan Lagi, Simak Ramalan BMKG
apahabar.com

Kalsel

Duh, Kakak Beradik Nekat Menjambret di Banjarbaru
apahabar.com

Kalsel

Ratusan Personel Polresta Banjarmasin Dites Urine, Satu Terindikasi Positif Narkoba
apahabar.com

Kalsel

Pemerintah Kota Diminta Lebih Perhatikan Nasib Anak Jalanan
apahabar.com

Kalsel

Pemprov Kalsel Tegaskan Kesiapan HKSN 2019 Mencapai 75 Persen
apahabar.com

Kalsel

Geger!!! Buruh Pembuat Bata Tewas Mengapung
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com