Dini Hari, Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas Sejauh 1,8 Km Kanada Bakal Cabut Larangan Terbang Boeing 737 Max Peduli Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan ke Tanah Laut Setelah Tolak Vaksin Covid-19, Ribka Tjiptaning Digeser ke Komisi VII Gugatan 2BHD Diterima MK, SJA-Arul Pede Menangi Pilbup Kotabaru

Rezeki Kampung Ketupat, Omzet Naik Empat Kali Lipat

- Apahabar.com Selasa, 4 Juni 2019 - 14:30 WIB

Rezeki Kampung Ketupat, Omzet Naik Empat Kali Lipat

Marhamah, salah satu pedagang ketupat di Kampung Ketupat, Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin tengah. Foto-apahabar.com/Nita

apahabar.com, BANJARMASIN – H-1 Lebaran menjadi hari yang panjang bagi mayoritas warga Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Di Kampung Ketupat itu, mayoritas warganya pedagang kuliner tradisional. Dua hari terakhir, para pedagang kuliner tradisional sibuk memproduksi, dan mengolah ketupat.

Setelah jadi, dagangan itu dijajakkan di sekitar tempat tinggal mereka. Salah satu pedagang ketupat, Marhamah, mengaku omzetnya meningkat hingga empat kali lipat. Dalam sehari ia mampu memproduksi 700 ketupat dan lontong.

“Kalau hari biasa hanya sekitar 150 buah. Kalau 700 buah itu, proses masaknya secara bertahap,” ungkap dia.

Lebih dari 25 tahun menjadi pedagang ketupat, ia memanfaatkan momen lebaran untuk meraih untung lebih banyak.

“Kalau hari biasa dijual 2-3 ribu, kalau lebaran 5 ribu per buah. Selain harga bahan pokok yang naik, juga karena pesanan meningkat. Jadi harus membayar lebih untuk pegawai lainnya,” jelas dia.

Selain Marhamah ada juga pedagang musiman yang hanya berjualan saat perayaan hari besar keagamaan saja.

“Kalau saya jualan tiap hari. Tapi ada juga yang jualannya setahun sekali atau tiap hari raya saja. Biasanya di depan sana atau yang di dalam sini ada juga tapi hanya menjual ke pengecer saja,” katanya seraya menunjuk sepanjang Jalan Ahmad Yani Km 1.

Pantauan apahabar.com, Selasa (4/6) kawasan Sungai Baru tak hanya diramaikan oleh para pedagang ketupat dan lontong yang sudah dimasak. Namun juga terdapat perajin bungkus ketupat yang ikut kebanjiran pesanan.

“Sehari bisa mengolah sampai 300 bungkus ketupat, daun kelapanya didatangkan dari tamban,” ucap Jamilah, wanita yang telah menjadi perajin bungkus ketupat lebih dari 50 tahun tersebut.

Jamilah mengatakan produksi pengolahan ketupat di kawasan Sungai Baru akan terus ramai bahkan sampai Lebaran tiba nanti.

“Malam ini biasanya puncak pembeli datang ke sini, tapi kami tetap buka sampai lebaran nanti,” tuturnya.

Baca Juga: Bumbu Racikan Jadi Incaran Jelang Lebaran

Reporter: AHC09
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Kiki - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Dirut Bank Kalsel: Kredit Macet Sampai 30 Persen Hoax
Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini

Ekbis

Alasan Rupiah Bisa Menguat dari Pagi Ini
aopahabar.com

Ekbis

Warga Penajam Nikmati Jargas, Pertamina: Lebih Ekonomis
apahabar.com

Ekbis

Lebaran Semakin Dekat, Tukang Permak Rambut di Kelayan Ketiban Rezeki
apahabar.com

Ekbis

Proteksi Kesehatan, Asuransi Ini Bakal Jadi Tren
apahabar.com

Ekbis

Subsidi Gaji BPJS Ketenagakerjaan Gelombang 2 Cair Minggu Ini, Nantikan dan Siap Cek Saldo

Ekbis

Eksportir Timteng dan Asia Beli Ikan Patin Indonesia Rp145 M
apahabar.com

Ekbis

Besok, BI Kembali Layanani Penukaran Uang Rusak
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com