Tim Macan Kalsel Gerebek Wanita Buronan Kasus Penggelapan Kapal Indef: Setahun Jokowi-Ma’ruf Amin ULN Melonjak, Setiap Penduduk Warisi Utang Rp 20,5 juta Demo di Pelaihari Berbuntut Laporan Polisi, Sekda Tala Minta Maaf Harga Tiket Bioskop XXI Duta Mall Banjarmasin Turun, Simak Daftar Lengkapnya Kedai Terapung, Unggulan Wisata Baru di Barito Kuala

Rezeki Kampung Ketupat, Omzet Naik Empat Kali Lipat

- Apahabar.com Selasa, 4 Juni 2019 - 14:30 WIB

Rezeki Kampung Ketupat, Omzet Naik Empat Kali Lipat

Marhamah, salah satu pedagang ketupat di Kampung Ketupat, Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin tengah. Foto-apahabar.com/Nita

apahabar.com, BANJARMASIN – H-1 Lebaran menjadi hari yang panjang bagi mayoritas warga Kelurahan Sungai Baru, Kecamatan Banjarmasin Tengah.

Di Kampung Ketupat itu, mayoritas warganya pedagang kuliner tradisional. Dua hari terakhir, para pedagang kuliner tradisional sibuk memproduksi, dan mengolah ketupat.

Setelah jadi, dagangan itu dijajakkan di sekitar tempat tinggal mereka. Salah satu pedagang ketupat, Marhamah, mengaku omzetnya meningkat hingga empat kali lipat. Dalam sehari ia mampu memproduksi 700 ketupat dan lontong.

“Kalau hari biasa hanya sekitar 150 buah. Kalau 700 buah itu, proses masaknya secara bertahap,” ungkap dia.

Lebih dari 25 tahun menjadi pedagang ketupat, ia memanfaatkan momen lebaran untuk meraih untung lebih banyak.

“Kalau hari biasa dijual 2-3 ribu, kalau lebaran 5 ribu per buah. Selain harga bahan pokok yang naik, juga karena pesanan meningkat. Jadi harus membayar lebih untuk pegawai lainnya,” jelas dia.

Selain Marhamah ada juga pedagang musiman yang hanya berjualan saat perayaan hari besar keagamaan saja.

“Kalau saya jualan tiap hari. Tapi ada juga yang jualannya setahun sekali atau tiap hari raya saja. Biasanya di depan sana atau yang di dalam sini ada juga tapi hanya menjual ke pengecer saja,” katanya seraya menunjuk sepanjang Jalan Ahmad Yani Km 1.

Pantauan apahabar.com, Selasa (4/6) kawasan Sungai Baru tak hanya diramaikan oleh para pedagang ketupat dan lontong yang sudah dimasak. Namun juga terdapat perajin bungkus ketupat yang ikut kebanjiran pesanan.

“Sehari bisa mengolah sampai 300 bungkus ketupat, daun kelapanya didatangkan dari tamban,” ucap Jamilah, wanita yang telah menjadi perajin bungkus ketupat lebih dari 50 tahun tersebut.

Jamilah mengatakan produksi pengolahan ketupat di kawasan Sungai Baru akan terus ramai bahkan sampai Lebaran tiba nanti.

“Malam ini biasanya puncak pembeli datang ke sini, tapi kami tetap buka sampai lebaran nanti,” tuturnya.

Baca Juga: Bumbu Racikan Jadi Incaran Jelang Lebaran

Reporter: AHC09
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Ekbis

Simak Cara Memilih Saham di Masa Covid-19
apahabar.com

Ekbis

Cadangan Emas Ditemukan di Dompu NTB
apahabar.com

Ekbis

Dampak Pandemi, Produsen Batu Bara Sepakat Pangkas Produksi
apahabar.com

Ekbis

Sempat Rp 60 Ribu, Harga Bawang di Banjarmasin Turun Drastis
apahabar.com

Ekbis

Saat Pandemi, Jasa Cat Ulang Sepeda Raup Untung
apahabar.com

Ekbis

Rupiah Rabu Sore Ditutup Menguat Seiring Penurunan CAD
apahabar.com

Ekbis

BNI Raih Bank Internasional Terbaik 2020
apahabar.com

Ekbis

Ditopang Sentimen Domestik, Rupiah Rabu Sore Ditutup Menguat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com