ga('send', 'pageview');
Terindikasi HTI, Dua Pemuda Kotabaru Diciduk Polisi Push Up Bak Lelucon, Banjarbaru Terapkan Denda Tak Pakai Masker Terungkap, Dugaan Kebakaran di PAUD Aisyiyah Banjarmasin Karier Mengilap Kasat Reskrim Kotabaru: Tempur Melawan OPM Kerugian Banjir Pelaihari Sentuh Miliaran Rupiah!




Home Sirah

Selasa, 18 Juni 2019 - 05:25 WIB

Riwayat Rida Abah Guru dan Guru Ibad yang Bermakna Simbolis

Redaksi - Apahabar.com

Tuan Guru H Badruddin (kiri) dan Abah Guru Sekumpul (kanan). Foto-net

Tuan Guru H Badruddin (kiri) dan Abah Guru Sekumpul (kanan). Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani atau Abah Guru Sekumpul bersama Syekh Badruddin atau Tuan Guru H Ibad pernah bertamu pada Kiai Falak Bogor. Keduanya diberi masing-masing satu rida (selendang), berbeda warna. Apa maknanya?

Diceritakan Tuan Guru H Syaifuddin Zuhri, dua ulama besar asal Banjar itu suatu ketika bertamu ke kediaman Kiai Falak, seorang ulama perintis Nahdlatul Ulama di Bogor.

Saat bertamu ke kediaman ulama bernama lengkap Tubagus Muhammad Falak itu, Tuan Guru H Abdurrahman Ismail –ayah dari Tuan Guru Syaifuddin Zuhri- memperkenalkan Abah Guru Sekumpul dan Guru Ibad.

“Ini tokoh ulama Banjar,” ucap Abah Guru Banjar Indah –Tuan Guru Syaifuddin Zuhri- menirukan perkataan Sang Ayah saat itu.

Baca juga :  Tolak Hartawan, Ulama Tabiin Ini Memilih Menantu dari Duda Miskin

Oleh Kiai Falak, dua ulama tersebut diberi rida. Uniknya meski sama-sama diberi rida, warna kedua rida berbeda dan konon juga memiliki makna berbeda.

“Ente (kamu) urus pemerintahan (politik),” ujar Kiai Falak ketika memberikan rida berwarna coklat pada Guru Ibad.

Rida tersebut, kata Guru Banjar Indah, dipakai Guru Ibad ketika beliau dilantik sebagai anggota dewan. Seingat Guru, Jabatan terakhir beliau adalah Anggota DPA RI.

“Suatu ketika ada seorang yang berkata kepada Guru Ibad. Pian wayah ini jatuh banar guru ai (Anda sekarang dalam kondisi jatuh di masyarakat). Ujar Guru Ibad, ‘unda handak tahu inggan mana jatuhnya unda (aku ingin tahu sampai di mana jatuhnya aku, red)’,” kenang Guru Banjar Indah.

Baca juga :  Tolak Hartawan, Ulama Tabiin Ini Memilih Menantu dari Duda Miskin

Kemantapan hati Guru Ibad, diungkapkan Guru Banjar Indah, adalah karena berdasar pada perintah dan bimbingan guru.

Sementara ketika memberikan rida berwarna hijau pada Abah Guru Sekumpul, Kiai Falak berujar, “Kamu, urus dunia sufi.”

Jadi, sambut Abah Guru Banjar Indah, ulama yang berpolitik ada dalil, yang tidak berpolitik pun ada dalil. Yakni, ada perintah dan bimbingan dari guru.

Baca Juga: Mengingat 1976; Gemparnya Berita Guru Ibad Masuk Partai Penguasa, Seizin Ketua PBNU?

Baca Juga: Guru Ibad, Orang Dibalik Ditariknya Peredaran “Buku Kerohanian”

Editor: Muhammad Bulkini

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Religi

Inilah 6 Orang Pengantar Surat untuk Para Raja di Zaman Nabi SAW
apahabar.com

Religi

Mengintip Rambut Rasulullah SAW dari Berbagai Hadis
apahabar.com

Sirah

Karomah Datu Amin, Tak Terlihat Saat Hendak Dibunuh
apahabar.com

Religi

Beruntungnya Berteman Orang Baik, Abu Darda Mengalaminya
apahabar.com

Sirah

Bertamu ke Sekumpul, Gusdur Keluhkan Ini pada Abah Guru Sekumpul
apahabar.com

Sirah

Muallim Syukur, Bakul Kosong, dan Prilaku ‘Ganjil’ Para Pedagang
apahabar.com

Sirah

Jejak Haji Nabi Muhammad SAW
apahabar.com

Religi

Khalifah Utsman Jadikan Dua Azan dalam Salat Jumat
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com