2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’

Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Tetap Beroperasi di Libur Lebaran

- Apahabar.com Kamis, 6 Juni 2019 - 07:43 WIB

Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Tetap Beroperasi di Libur Lebaran

RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya tetap beroperasi di hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H. Foto/ Net

apahabar.com, PALANGKARAYA – Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Palangkaraya tetap memberikan layanan di libur lebaran.

Dari pantauan apahabar.com, setidaknya pelayanan rumah sakit yang ada di Kota Palangkaraya tetap beroperasi normal seperti biasanya. Salah satunya adalah Rumah Sakit Islam (RSI) PKU Muhammadiyah Palangkaraya.

“Rumah sakit berkomitmen untuk meningkatkan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, tenaga medis dan non medis mesti siap kapan pun diminta untuk melayani perawatan selama pasien sakit,” tutur Reny Rahmawati salah satu penanggung jawab asuhan gizi pasien RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya pada Kamis (6/6/2019).

Reny sendiri harus merelakan waktunya untuk tidak mudik berkumpul keluarga pada lebaran kali ini. Dia merelakan waktu berkumpul tersebut disebabkan telah memiliki jadwal melaksanakan tugas di RSI PKU Muhammadiyah Palangkaraya.

“Nanti pulang ke tempat keluarga suami di Kuala Kapuas usai tugas, itu dekat dari Palangkaraya,” ujarnya.

Tenaga medis dan non medis memang tetap turun untuk bekerja guna menjalankan tugas merawat pasien.

“Memang tidak bisa dipungkiri ada rasa sedih saat bertugas. Apalagi sebagai seorang muslim melewatkan momen ikut salat id karena harus menjaga pasien,” terang Reny.

Pengalaman bekerja seperti ini membuat ia kembali mengingat masa kanak-kanaknya.

“Kalau sudah seperti ini teringat memori masa kecil bersama keluarga melaksanakan salat id. Pergi bersama keluarga besar, lalu dilanjutkan tradisi sungkem, sarapan bersama, dan langsung bisa silaturahmi ke tempat tetangga dan keluarga lainnya,” ungkapnya.

Reny pun mencoba mengikhlaskan, karena menurutnya bekerja juga adalah ibadah.

“Melihat kesembuhan pasien adalah kebahagian tersendiri. Karena nantinya melihat mereka dapat berkumpul bersama keluarganya kembali, beribadah, bahkan mungkin bekerja untuk keluarganya, dan itu menjadi penyemangat kami dalam melayani,” tutup Reny.

Reporter: Ahya Firmansyah

Editor: Muhammad Bulkini

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Gawat!!! Sambungan PDAM ke Lapas Muara Teweh Terancam Diputus
apahabar.com

Kalteng

340 KK di Desa Terusan Karya Kapuas Terima BLT APBD
apahabar.com

Kalteng

Hilangkan Kejenuhan Saat Covid-19, Hutan Lindung Laman Tuha Kobar Jadi Alternatif
apahabar.com

Kalteng

Duh, 11 Kabupaten/Kota di Kalteng Masuk Zona Merah
apahabar.com

Kalteng

Kabut Asap Makin Pekat, Pemko Palangkaraya Liburkan Sekolah
apahabar.com

Kalteng

Temuan Mayat Membusuk di Tjilik Riwut Gegerkan Warga Palangka Raya
apahabar.com

Kalteng

146 Anggota Satpol PP Palangka Raya Di-Rapid Test, Satu Reaktif
apahabar.com

Kalteng

Resmi Operasional, RS Palangka Raya Siap Terima Pasien Limpahan Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com