Hasil MotoGP Portugal: Fabio Quartararo Sempurna, Marc Marquez Finis Ketujuh Bawaslu Perintahkan Copot Spanduk Denny-Difri di Martapura, Raziv: Error in Subject Duh, Pembayar Pajak Terbesar Kedua di Kalsel Curhat Jalan Rusak! Cari Lansia Diduga Tenggelam, Relawan Gabungan Tapin Dirikan Posko Usai Beri Makan Kucing, Kai Tj Diduga Tenggelam di Sungai Tapin

Rusia ke PPU Bahas Proyek KA Kalimantan, Realisasi Mendekati Nyata?

- Apahabar.com Rabu, 26 Juni 2019 - 20:48 WIB

Rusia ke PPU Bahas Proyek KA Kalimantan, Realisasi Mendekati Nyata?

Ilustrasi kereta api. Foto-Istimewa

apahabar.com, PENAJAM – Realisasi proyek kereta api perdana di Kalimantan mendekati nyata, sekalipun lama tak terdengar pasca-groundbreaking oleh Presiden Joko Widodo 2015 silam.

Teranyar, kedatangan delegasi dari Kedutaan Besar Federasi Rusia untuk Republik Indonesia benar terealisasi.

Ditemani Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi, dan Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas’ud, Direktur Utama PT KAB Eugeny Kalyagin menyambangi kawasan Buluminung, cikal bakal lokasi pembangunan rel kereta api Borneo (KAB).

apahabar.com

Evgeny Kalyani Direktur PT KAB bersama Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi di Kawasan Industri Buluminung (KIB), Rabu sore. Foto-Syakhrudin for apahabar.com

“Peninjauan ini untuk memastikan kesiapan lahan pembangunan kereta api yang sudah direncanakan cukup lama ini,” jelas Hadi Mulyadi.

Di tahun ini, Hadi mengupayakan segera ada pelaksanaan pembangunan proyek tersebut oleh pihak investor maupun instansi terkait.

“Kita tidak ingin hanya sekedar seremoni,” tukas Hadi, dalam presentasi pembangunan Kereta Api Borneo di ruang pertemuan Kantor Bupati Penajam Paser Utara (PPU), sesaat sesudah ke Buluminung.

Hadi terlihat optimis pemerintah pusat bisa memfokuskan proyek yang telah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN) ini.

Di sisi lain, politikus PKS itu meminta tim terpadu daerah maupun pusat yang mengurusi pelaksanaan proyek ini segera bekerja.

Pun, dengan data rencana pembangunan yang dirasa masih perlu lebih dilengkapi guna menarik minat investor menanamkan modal.

Sebab, kata dia, sudah lama diketahui masyarakat Kaltim, terkhusus warga PPU mengharapkan realisasi proyek ini. Adanya fasilitas moda transportasi ini, maka banyak manfaat diterima masyarakat di daerah.

Dari pembangunan proyek ini, masyarakat Kabupaten PPU dan Kutai Barat diyakini akan makin terhubung. Bahkan, bukan hanya dua daerah, melainkan seluruh rakyat Kaltim.

“Keterlambatan pembangunan ini harus dikoreksi. Sebab, sudah empat tahun berjalan namun tidak ada perkembangannya. Semoga dari pertemuan ini ada hasil yang teknis untuk kelanjutan pembangunannya,” jelas Hadi dikutip apahabar.com dari laman resmi Pemprov Kaltim.

Daerah juga berharap kepada investor agar moda transportasi ini bukan hanya mengangkut batu bara. Tetapi mengangkut kelapa sawit hingga penumpang. Mengingat banyak sumber daya alam yang dapat diangkut melalui kereta api.

“Mudah-mudahan ada langkah konkret untuk pembangunan proyek ini,” harapnya.

Soal lahan, Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud menyebut, dari 140 hektar yang disiapkan di kawasan industri itu 74 hektar di antaranya sudah dibebaskan.

Nantinya, pembangunan di sana untuk kepentingan pelabuhan barang dari hasil angkutan kereta api yang dibangun PT KAB.

“Pembangunan jalur Kereta Api Borneo di Kawasan Industri Buluminung harus dilakukan minimal dalam waktu satu tahun,” jelas Gafur, dikutip apahabar.com dari Antara.

Sementara, Evgeny Kalyani memastikan pembangunan jalur rel kereta api sepanjang 203 kilometer akan segara dilanjutkan dalam waktu dekat.

“Jalur atau rel kereta api itu akan menghubungkan Kabupaten Kutai Timur, Kutai Kartanegara, dan Kabupaten Penajam Paser Utara,” ungkapnya.

Selain mereka bertiga, tampak hadir Kadis Perhubungan Kaltim H Salman Lumoindong, Kadis PUPR M Taufik Fauzi, Kepala Biro Perekonomian Setprov Kaltim H Nazrin, Kepala Biro Infrastruktur dan SDA Hj Lisa Hasliana dan Tim Terpadu Penyelesaian Proyek Pembangunan Jalur Kereta Api di Kaltim, Tim Kerja Fasilitasi Percepatan Pembangunan Perkeretaapian di Kaltim dan Tim Terpadu Pusat.

Ada pula, hadir Tim Terpadu dari pusat, Asisten Deputi Kerja Sama Ekonomi Eropa, Afrika dan Timur Tengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Fajar Wirawan Harijo, Direktur Eropa III Kemenlu Ardian Wicaksono dan Kabid Kerja Sama Ekonomi Eropa Kemenko Bidang Perekonomian Ayu Jumila Agriani.

Baca Juga: Pekan Depan, Rusia Dijadwalkan Tinjau Proyek KA Kaltim

Baca Juga: Bertemu Dubes Rusia, Gubernur Klaim Proyek Kereta Api Berlanjut

Baca Juga: Jokowi Janji Realisasi Proyek Kereta Api dan Tol Banjarbaru-Batulicin

Baca Juga: Pacu Ekonomi Daerah, Haris Makkie: Kalsel Butuh Kereta Api

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Berikut 3 Teknik yang Biasa Dilakukan Untuk Memadamkan Karhutla
apahabar.com

Nasional

Waketum Gerindra: kepada Jokowi-Ma’ruf Selamat Terpilih Kembali
apahabar.com

Nasional

Kabar Baik! Puluhan Ribu Lowongan Kerja BUMN Masih Terbuka
apahabar.com

Nasional

Perpustakaan Kota Yogyakarta Operasikan Layanan Silvia
apahabar.com

Nasional

Seekor Anjing dan 3 Kucing Tertular Covid-19

Nasional

Realisasi Diskon Listrik Capai Rp 4,1 T pada Kuartal I 2021
apahabar.com

Nasional

Waspada Curah Hujan Tinggi Oktober-November, Termasuk Kalsel

Nasional

Kasus Sembuh Covid-19 24 Oktober Lebih Banyak dari Positif
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com