Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0 Alasan Sekolah Tatap Muka di Banjarmasin Terancam Batal Beredar Video 62 Menit Operasi Pembakaran Halte Sarinah Saat Demo Anti UU Omnibus Law, Sosok Pelaku Terekam? Video Detik-detik Buaya Raksasa Diangkat dari Sungai Kayubesi Babel, Diyakini Warga Sebagai ‘Siluman’ Kasus Pembunuhan Istri Muda Pembakal di HST Inkrah, Jaksa Eksekusi Terpidana ke Martapura

Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1440 H Dilaksanakan Sore Ini

- Apahabar.com Senin, 3 Juni 2019 - 09:59 WIB

Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1440 H Dilaksanakan Sore Ini

Ilustrasi pemantauan hilal. Foto–Okezone.com

apahabar.com, JAKARTA –  Sidang Isbat (penetapan) jatuhnya hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 Hijriyah akan digelar pada Senin (3/6/2019) sore sebelum waktu salat Maghrib berlangsung di kantor Kementerian Agama di Jakarta Pusat.

Dikutip apahabar.com dari Antara, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin masih terjadwal akan memimpin sidang yang diikuti para ulama, tokoh organisasi kemasyarakatan Islam, pakar astronomi, delegasi negara sahabat dan unsur terkait lainnya.

Kegiatan sidang isbat itu diawali paparan secara terbuka mengenai posisi bulan sabit baru (hilal) berdasarkan data astronomi (falak) oleh pakar astronomi. Kegiatan dilanjutkan dengan salat Maghrib kemudian dilakukan sidang tertutup. Setelah itu, hasil sidang isbat akan diumumkan dalam jumpa pers.

Sebelumnya, Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah Agus Salim mengatakan Kemenag menyebar para pemantau hilal di 105 titik di seluruh Indonesia.

Adapun Kemenag dalam menetapkan jatuhnya Lebaran memadukan dua metode yaitu melalui perhitungan astronomi (hisab) untuk menentukan posisi pasti hilal. Kemudian akan didapatkan prakiraan letak bulan baru dan dikonfirmasi dengan melihat hilal secara langsung (rukyat).

Apabila bulan baru terlihat perukyat beberapa saat setelah Maghrib tiba (qobla ghurub) maka pada petang ini ditetapkan sudah memasuki 1 Syawal. Artinya, masyarakat Indonesia akan merayakan Lebaran pada Selasa (4/6) atau puasa berlangsung selama 29 hari versi pemerintah.

Sementara itu, jika hilal tidak disaksikan para perukyat maka pada Senin petang ditetapkan sebagai malam 30 Ramadhan. Dengan kata lain, 1 Syawal jatuh pada Rabu (5/6) atau pada Senin petang masyarakat Muslim masih melanjutkan prosesi amalan puasa seperti tarawih dan pada Selasa (4/6) Muslim di Indonesia masih berpuasa.

Dengan begitu, jumlah hari puasa pada bulan Ramadhan tahun ini adalah 30 hari versi pemerintah.

Penetapan hari besar Islam sendiri pada umumnya menggunakan patokan penanggalan Lunar atau Qomariyah. Sistem kalender tersebut menggunakan bulan sebagai dasar perhitungan astronomi dan dituangkan dalam kalender Hijriyah.

Pergantian hari dalam sistem kalender Lunar menggunakan petang atau batas perpindahan sore ke malam sebagai titik mula pergantian hari. Berbeda dengan penanggalan Masehi yang menggunakan sistem Gregorian dengan menetapkan pergantian hari dimulai pada pukul 00.00 WIB.

Baca Juga: Tergolong Mampu tapi Tak Bayar Zakat Fitrah, MUI Kalsel: Dosa Besar

Baca Juga: Ciri Malam Lailatur Qadar, Apakah Sudah?

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Iduladha Jatuh pada 11 Agustus 2019
apahabar.com

Nasional

Aksi Heroik Polwan Cantik Selain Aiptu Leni Mariani di Banjarmasin, Eh Malah Dapat Komentar Begini
apahabar.com

Nasional

Besok, Warga Rusia Dievakuasi dari Bali
apahabar.com

Nasional

Istana Gelar Upacara HUT RI Virtual, Ayo Daftar Jadi Peserta
apahabar.com

Nasional

Dirut BuLog: Tidak Ada Lagi Impor Beras Tahun Ini
apahabar.com

Nasional

Waspada Virus Corona, Kadinkes Banjarmasin Ingatkan Prilaku Hidup Sehat
apahabar.com

Nasional

Satu Lagi Pejuang Demokrasi Meninggal
apahabar.com

Nasional

Mappilu PWI Desak Aparat Tindak Tegas Pelanggar Protokol Kesehatan di Pilkada Serentak 2020
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com