Tim Paman Birin Blunder Ancam Polisikan Warga Soal Banjir Terima Kasih Warga Banjarmasin, Korban Banjir Batola Terima Bantuan dari Posko apahabar.com Operasi SAR SJ-182 Dihentikan, KNKT Tetap Lanjutkan Pencarian CVR Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Talaud Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami Potret Seribu Sungai, Serunya Memancing di Jembatan Sudimampir Banjarmasin

Syekh Muhammad Kasyful Anwar dan Keistimewaan Beliau yang Melegenda

- Apahabar.com Kamis, 20 Juni 2019 - 09:55 WIB

Syekh Muhammad Kasyful Anwar dan Keistimewaan Beliau yang Melegenda

Jadwal haul. Foto-Istimewa

apahabar.com, BANJARMASIN – Syekh Muhammad Kasyful Anwar adalah ulama Tanah Banjar yang turut berperan dalam penyebaran Islam di Kalimantan. Pendiri Pondok Pesantren Darussalam Martapura ini menjadi pimpinan di saat-saat krusial, zaman penjajahan Belanda, Jepang, hingga menjelang Indonesia merdeka.

Di bawah kepemimpinan beliau, sistem pendidikan yang semula berupa majelis taklim atau halaqoh diperbaharui menjadi sistem pendidikan formal, yakni Madrasah Darussalam. Para santri yang lulus dari pesantren tersebut kemudian disebar ke penjuru Kalimantan.

Dalam menjalankan dakwahnya, Syekh Kasyful Anwar bukan tanpa hambatan. Gangguan kerap dilancarkan penjajah pada beliau, namun Tuhan selalu memberi pertolongan.

Seperti diceritakan Guru Bahtini, menurut riwayat tentara Jepang pernah bermaksud menggugurkan batu besar tepat di atas kepala Syekh Kasyful Anwar, saat beliau berjalan di bawah jembatan menuju Pondok Pesantren Darussalam.

Ajaibnya, batu itu tertahan di udara, seolah ada orang yang menahannya. Dan batu itu jatuh setelah Syekh Kasyful tidak lagi berada di bawahnya.

“Itulah keistimewaan beliau,” ucap Alumni Pondok Pesantren Darussalam yang kini menjadi Pimpinan Thoriqoh Alawiyin Banjarmasin itu.

Keistimewaan Syekh Kasyful Anwar bukan saja terhindar dari marabahaya, tapi konon juga memiliki keistimewaan lainnya.

Seperti diceritakan Syekh Muhammad Zaini bin Abdul Ghani –Abah Guru Sekumpul-dalam majelis beliau, apabila wajah Syekh Kasyful Anwar menengadah dengan pandangan ke atas, maka para murid beliau cepat mengambil alat tulis dan mencatat apa yang keluar dari mulut beliau.

Karena pada saat itu, beliau sedang berhubungan rohani dengan sang guru –Syekh Bakri Syatha-.

Syekh Muhammad Kasyful Anwar wafat dalam usia 55 tahun pada malam Senin pukul 09.45 Wita, tanggal 18 Syawal 1359 H/18 September 1940 M, dan dimakamkan di Kampung Melayu, Martapura.

Pada hari Kamis 20 Juni hingga 22 Juni 2019 akan digelar rangkaian peringatan haul beliau di  di Kubah Makam beliau, Kampung Melayu, Martapura.

Baca Juga: Menuju Haul Syekh Kasyful Anwar ke-81, Sosok Dibalik Pendidikan Formal Ponpes Darussalam

Baca Juga: Ada Banyak Ulama yang Dihauli di Syawal, Berikut Daftarnya

Baca Juga: Ketika Mengetahui Pembunuh Sang Ayah, Ini yang Dilakukan Habib Umar

Baca Juga: Riwayat Rida Abah Guru dan Guru Ibad yang Bermakna Simbolis

Editor: Muhammad Bulkini

Editor: rifad - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

Sirah

Masjid Jami Sungai Jingah (2),‘Saksi’ Warga Banjar Tak Sudi Dibantu Penjajah
apahabar.com

Religi

Ketika Angin Dingin Menumbangkan Kaum Ad yang Congkak
apahabar.com

Religi

Beruntungnya Berteman Orang Baik, Abu Darda Mengalaminya
apahabar.com

Sirah

Datu Slam Pembawa Islam di Tanah Bayan
apahabar.com

Religi

Begini Anjuran Nabi untuk Mengikat ‘Keharmonisan’
apahabar.com

Sirah

Tak Semua Air Sah untuk Bersuci, Simak Uraian dari Madzhab Syafii
apahabar.com

Religi

Susuri Jalan Tasawuf Tak Biasa, Guru Seman Beri Makan Semut ‘Wadai Kelemben’
apahabar.com

Sirah

Kisah Juraij dan Terkabulnya Doa Jelek Orangtuanya
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com