Mulai Esok, RS Idaman Banjarbaru Kembali Terima Pasien Baru PPKM Level IV: Banjarmasin Jauh Lebih Boros Ketimbang Banjarbaru Ssttt.. Satu Pembunuh Perawat RSDI Banjarbaru Lolos Penyergapan di Jawa Laut Cerita Relawan Banjar: Pahitnya Daun Sungkai Bisa Menyembuhkan Bantu Pasien Isoman, Menteri Muhadjir Pantau Asman Toga di Banjarmasin Utara

Tak Dapat BBM Besubsidi, Ribuan Nelayan Kotabaru Tidak Melaut

- Apahabar.com     Minggu, 23 Juni 2019 - 06:30 WITA

Tak Dapat BBM Besubsidi, Ribuan Nelayan Kotabaru Tidak Melaut

Ilustrasi kapal nelayan. Foto - Nasrulloh/Radarmas

apahabar.com, KOTABARU – Sedikitnya ribuan nelayan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan terpaksa tidak melaut, pasalnya mereka tidak lagi mendapat pasokan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dalam sebulan terakhir.

Sahidin (50), salah seorang nelayan Desa Rampa Kecamatan Pulau Laut Utara, Sabtu, mengaku biasanya mendapat jatah 200 liter solar setiap dua minggu sekali dari stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) yang dikelola PT AKR Corporindo di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Saijaan. “Sekarang sudah tidak dapat lagi,” katanya.

Kini ia harus membeli solar di eceran dengan harga Rp 7.500 hingga Rp 8 ribu per liter, lebih mahal dari di SPBN yang hanya Rp 5.150 perliter.

Selain itu solar di eceran sulit didapat karena setiap nelayan, seperti dirinya rata-rata memerlukan 20 liter solar setiap harinya.

Kalau bahan bakar tidak mencukupi, ia tak bisa melaut terlalu jauh, bahkan terpaksa libur bekerja.

“Beli ke pengecer di warung-warung, tapi bisa juga tidak ada minyaknya. Ya, akhirnya tidak bisa melaut,” keluhnya.

Dia berharap kesulitan bahan bakar ini segera teratasi, apalagi hasil tangkapan seperti udang harganya saat ini sedang turun karena pasokan melimpah, sedangkan biaya operasional membengkak.

Sementara itu, tiga stasiun pengisian bahan bakar nelayan (SPBN) yang dikelola PT AKR Corporindo di Kabupaten Kotabaru tak lagi menyalurkan BBM bersubsidi kepada nelayan di daerah setempat.

Hal ini terkait perubahan formula harga yang dibuat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, sehingga perusahaan tersebut menyetop penjualan solar bersubsidi untuk nelayan di 58 SPBN yang dikelolanya di seluruh Indonesia.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru Mochran Rasyid membenarkan penghentian distribusi BBM bersubsidi oleh SPBN PT AKR terhitung mulai 18 Mei 2019. “Dampaknya nelayan kesulitan mendapatkan bahan bakar,” ujar Mochran.

Berdasarkan data Dinas Perikanan Kabupaten Kotabaru, ada 2.743 kapal nelayan yang dilayani tiga SPBN PT AKR. Masing-masing di SPBN Pangkalan Pendaratan Ikan Saijaan 1.489 kapal, SPBN Desa Teluk Gosong Kecamatan Pulau Laut Timur 557 kapal, dan SPBN Desa Tanjung Lalak Kecamatan Pulau Laut Kepulauan 697 kapal. Tiap SPBN menyalurkan rata-rata 10-15 kiloliter solar bersubsidi per bulan.

Mochran telah bersurat ke BPH Migas serta Kementerian Kelautan Dan Perikanan agar kuota BBM bersubsidi untuk ketiga SPBN PT AKR itu dapat dialihkan ke dua SPBN lain yang dikelola Pertamina sehingga nelayan tidak dirugikan.

“Surat sudah kita sampaikan agar itu bisa dialihkan ke Pertamina, artinya kuota Pertamina ditambah. Tapi belum ada balasan, mereka menunggu juga yang berkepentingan, dan AKR juga sudah menyurati KKP mengenai masalah ini,” kata Mochran.

Sebelumnya ada lima SPBN yang menyalurkan BBM bersubsidi untuk nelayan di Kabupaten Kotabaru, tiga SPBN dikelola PT AKR dan dua SPBN dikelola Pertamina.

Itu pun belum mampu mencukupi kebutuhan BBM untuk seluruh nelayan, apalagi kini dengan hanya dua SPBN yang beroperasi. Sedikitnya ada sebelas ribu nelayan yang terdata dari kepemilikan kartu nelayan, sedangkan yang dilayani oleh lima SPBN hanya sekitar 3.500 buah kapal.

Baca Juga: Hari Jadi Kotabaru Momen Tepat Wujudkan Visi Misi

Baca Juga: Layanan Air Bersih ACT Temani Pemulihan Banjir Kotabaru

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kemenkumham Sosialisasi Layanan Kewarganegaraan

Kalsel

Kebakaran Pasar Batuah, Warga Dengar 3 Kali Bunyi Ledakan
apahabar.com

Kalsel

Tetap Waspada, Dua Bencana Ini Mengintai Tanah Bumbu
Agus Harimurti Yudhoyono

Kalsel

Isu Kudeta, Ketua DPC Demokrat Banjar Dukung ‘KLB’
apahabar.com

Kalsel

Bandara Syamsudin Noor Salurkan Bantuan Ratusan Juta untuk Masyarakat
Jangan Panik, Galuh Milenial Intens Sosialisasikan Cegah Covid-19

Kalsel

Jangan Panik, Galuh Milenial Intens Sosialisasikan Cegah Covid-19  
apahabar.com

Kalsel

Pilbup Kotabaru 2020, SJA-ARUL Pertama Jalani MCU di RSUD Ulin Banjarmasin

Kalsel

Polisi Kotabaru Tindaklanjuti Laporan Warga Soal Dugaan Iuran Wajib Plasma Tak Jelas
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com