Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah Pembelajaran Tatap Muka SMP di Banjarmasin Siap Dibuka, Catat Bulannya VIDEO: Polisi Rilis Tersangka Pencurian Hp Rosehan di Pesawat Sengketa Kepemilikan Kampus Achmad Yani, Gugatan Adik Berlanjut di PN Banjarmasin Magrib, Mayat di Jembatan Kayu Tangi Gegerkan Warga

Tergolong Mampu tapi Tak Bayar Zakat Fitrah, MUI Kalsel: Dosa Besar

- Apahabar.com Minggu, 2 Juni 2019 - 12:25 WIB

Tergolong Mampu tapi Tak Bayar Zakat Fitrah, MUI Kalsel: Dosa Besar

Ilustrasi. Foto-net

apahabar.com, BANJARMASIN – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menegaskan wajib hukumnya bagi masyarakat yang tergolong mampu untuk membayar zakat fitrah. Bahkan, bagi yang tak membayar akan mendapatkan dosa besar.

“Kalau dia mampu tapi tak bayar zakat fitrah, maka dia mendapatkan dosa besar,” ucap Wakil Ketua MUI Kalsel Prof. Hafiz Anshari kepada apahabar.com, Minggu (2/6) siang.

Baca Juga: Ciri Malam Lailatur Qadar, Apakah Sudah?

Sanksi lainnya, yakni apabila yang bersangkutan berpuasa, maka puasanya tak diterima oleh Allah SWT sebelum zakat fitrah itu ditunaikan.

“Sehingga mengganggu hasil puasa yang dilaksanakan selama satu bulan,” tegasnya.

Zakat fitrah, kata dia, merupakan zakat jiwa atau pribadi setiap umat muslim. Artinya, umat muslim wajib membayarkan zakat fitrah di akhir Ramadan dan memasuki awal Syawal atau malam Hari Raya Idul Fitri.

“Sekalipun anak yang baru lahir 5 menit sebelum azan magrib malam hari raya,” kata Guru Besar UIN Antasari Banjarmasin ini.

Ada beberapa syarat yang wajib mengeluarkan zakat fitrah, jelas dia, yakni seorang muslim, berada di akhir Ramadan dan awal Syawal dan pastinya yang bersangkutan mesti memiliki kemampuan.

“Kemampuan itu, dalam artian seluruh keluarga yang wajib dinafkahi memiliki makanan yang cukup untuk malam hari dan satu hari lebaran,” sebutnya.

Bagi anak yang sudah baliq, tegas dia, wajib meniatkan sendiri zakat fitrahnya. Namun, apabila masih belum mampu lantaran belum bekerja, maka dibantu oleh orang tua.

Ia mengimbau kepada masyarakat yang memiliki makanan yang cukup untuk malam hari raya dan di hari raya Idul Fitri agar wajib membayar zakat fitrah. Karena itu adalah kewajiban yang bersifat individual.

“Walaupun misalnya makanan tersebut dapat dari orang lain,” cetusnya.

Kemudian, tambah dia, serahkan zakat tersebut kepada orang yang berhak menerimanya. Apabila ragu-ragu, maka serahkan kepada Badan Amil Zakat Nasional, karena lembaga itu berkewajiban menyalurkan zakat.

Baca Juga: Ketua MUI Tapin: Jangan Lupakan Esensi Idul Fitri

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Hikmah

Begini Tanggapan Sayidina Umar RA Ketika Ditanya Penyebab Hancurnya Suatu Daerah
apahabar.com

Ceramah

Soroti Tarawih Berjemaah di Tengah Pandemi Covid-19, PBNU: Satgas yang Turun Tangan
apahabar.com

Religi

Apa Kebahagiaan Itu? Berikut Penjelasannya!
apahabar.com

Religi

Siapakah Muslim yang Boleh tidak Berpuasa Ramadan?
apahabar.com

Habar

‘Bagarakan Sahur’ Ternyata Sudah Ada di Zaman Rasulullah
apahabar.com

Habar

PCNU Banjar Ambil  Sikap Tegas Jelang Pilkada 2020; Netral
3 Hari Jelang Puncak Haul, Peziarah Makin Ramai

Habar

3 Hari Jelang Puncak Haul, Peziarah Makin Ramai
apahabar.com

Habar

Netizen Usul Ulama Ini Menjadi Penerus Majelis Guru Zuhdi
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com