Pengungsi Sempat Reaktif, BBPPKS Kalimantan Sediakan Ruang Isolasi Pria Paruh Baya di Balikpapan Ditemukan Tewas Tergantung Pascabanjir HST, Tumpukan Sampah di Kota Barabai Capai 2.000 Rit Gunung Sinabung Erupsi, Semburkan Debu Vulkanik Setinggi 500 Meter Update Covid-19 di Tanbu: Positif 18 Orang, Sembuh 12

TPID Berupaya Kendalikan Inflasi di Kalsel

- Apahabar.com Selasa, 18 Juni 2019 - 15:14 WIB

TPID Berupaya Kendalikan Inflasi di Kalsel

Kepala perwakilan Bank Indonesia wilayah Kalsel, Herawanto saat temu Wartawan di Cafeteria Lt. 3 KPw Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Selasa (18/6). Foto-apahabar.com/AHC09

apahabar.com, BANJARMASIN – Realisasi inflasi Indeks Harga Konsumen pada Mei 2019 mencatat inflasi di Kalimantan Selatan sebesar 0,90 persen (mtm) lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 0,94 persen (mtm).

“Secara umum untuk Mei 2019 masih tetap terkendali,” Ucap Kepala perwakilan Bank Indonesia wilayah Kalsel, Herawanto saat temu Wartawan di Cafeteria Lt. 3 KPw Bank Indonesia Provinsi Kalsel, Selasa (18/6) Siang.

Selanjutnya, Herawanto mengatakan realisasi inflasi Kalsel meningkat dari bulan sebelumnya sebesar 4,01 persen (yoy) menjadi sebesar 4,7 persen (yoy).

“Inflasi Kalsel berada di peringkat kedua setelah Kaltara (Kalimantan Utara). Hal ini diakibatkan oleh tingginya permintaan terutama dari komoditas pangan,” katanya.

Disebutkan, bahan pokok yang berkontribusi sebagai penyumbang inflasi tertinggi saat menyambut Ramadan dan Idul Fitri yaitu daging ayam ras, telur ayam ras, ikan gabus, bawang merah dan ikan nila. Sedangkan bahan pokok yang berkontribusi untuk Mei 2019 ini adalah bawang merah, bawang putih dan beras.

“Pihak Bulog juga sedang memikirkan untuk menjadikan beras-beras lokal menjadi stok bahan pangan. Seperti beras siam, unus, dan mutiara. Karena beras-beras tersebut hanya bisa didapatkan di Kalsel,” ujarnya.

Menghadapi hal tersebut, Tim TPID Kalsel telah melakukan upaya untuk mengendalikan inflasi di Kalsel. Melalui strategi 4K yaitu Keterjangkauan Harga, Ketersediaan Pasokan, Kelancaran Distribusi, dan Komunikasi Efektif.

“Kita telah melakukan kegiatan pengendalian inflasi seperti melakukan pasar-pasar murah, menyusun Early Warning System (EWS) sebagai indikator kecukupan komoditas pokok, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memastikan stok bahan tercukupi dan kelancaran distribusi. Serta memonitoring produk kebijakan pengendalian harga,” jelasnya

Upaya pengendalian inflasi tersebut dilakukan untuk jangka panjang. Disebutkan dua kota penentu inflasi, yaitu daerah Banjarmasin dan Tanjung.

“TPID telah membuat program-program untuk pengendalian inflasi. Selain itu pihak pemerintah seperti Pemda, Pemprov, dan Pemkab juga turut aktif bergerak. Demikian juga Bulog yang aktif melalui penyediaan bahan pokok,” tegasnya

Baca Juga: Korban Tenggelam Tak Kunjung Ditemukan, Tim SAR Lakukan Penyisiran

Baca Juga: Disdik Janji Awasi Siswa yang Masuk PPDB Jalur Prestasi

Reporter: AHC09
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kapolres HST Mengajak Mengisi HUT RI ke-75 dengan Kegiatan Positif
PDBI Tanbu

Kalsel

PDBI Tanbu Galang Dana untuk Banjir Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Jelang New Normal, Pengurus Masjid Raya Sabilal Muhtadin Tunggu Instruksi Gubernur
apahabar.com

Kalsel

Begini Rekayasa Lalu Lintas di Banjarmasin Pada Pergantian Malam Tahun Baru
apahabar.com

Kalsel

Pesta Demokrasi di Kalsel Harus Utamakan Protokol Kesehatan
apahabar.com

Kalsel

Lagi, TNI AL Bersama Jhonlin Group Bagi Sembako di Pesisir Pulau Laut
apahabar.com

Kalsel

Harga Ayam Broiler Belum Stabil, Ini Upaya Pemprov Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Imbas WFH, Jumlah Ibu Hamil di Banjarmasin Melonjak?
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com