apahabar.com
Makam Loang Baloq merupakan salah satu makam yang dikeramatkan di Pulau Lombok. Foto – Antaranews.com

apahabar.com, MATARAM – Setelah sebelumnya berpuasa selama sebulan di bulan Ramadan, sebagian masyarakat Pulau Lombok termasuk Kota Mataram melanjutkan tradisi puasa sunah Syawal hingga enam hari ke depan.

Saleha (50) salah seorang warga Mataram, mengatakan, berpuasa enam hari setelah puasa wajib di bulan Ramadhan merupakan tradisi bagi sejumlah warga terutama mereka yang usia lanjut.

Baca Juga: Jemaah Islam Aboge dari 5 Kecamatan di Probolinggo Lebaran Hari Ini

“Ini sudah menjadi kebiasaan saya kalau tidak puasa rasanya kurang afdol, sehingga apapun alasannya puasa sunah di bulan Syawal tetap diupayakan,” katanya seperti dilansir Antara, Kamis (6/6/2019).

Hal tersebut berdasarkan sabda Rasulullah yang menyebutkan “barang siapa berpuasa di bulan Ramadan, kemudian mengikutinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti berpuasa setahun”.

Oleh karena itu, sejumlah petugas masjid di Kota Mataram masih tetap membangunkan warga untuk makan sahur melalui pengeras suara sebagaimana pada bulan Ramadhan dan ini ditujukan kepada orang-orang yang akan melaksanakan puasa sunah.

Puasa sunah akan berakhir pada Selasa (11/5) dan dirayakan dengan Lebaran Topat atau Ketupat, sehingga sejumlah orang mengatakan, orang yang berhak merayakan Lebaran Topat adalah orang yang puasa sunah sementara yang tidak puasa tidak berhak.

Baca Juga: Tergolong Mampu tapi Tak Bayar Zakat Fitrah, MUI Kalsel: Dosa Besar

Lebaran Topat dirayakan seminggu setelah hari raya Idulfitri dan pada hari itu masyarakat tua dan muda ke luar rumah untuk pergi bersantai ke berbagai objek wisata yang ada di daerah ini,” katanya.

Pada hari Lebaran Topat, ribuan warga Lombok yang datang dari berbagai penjuru berbondong-bondong ke sejumlah makam yang dikeramatkan di Pulau Lombok untuk melakukan ritual ziarah sebelum bersantai.

Di Mataram terdapat dua makam yang dikeramatkan yakni Makam Loang Baloq dan Bintro, sehingga dua lokasi tersebut setiap tahun menjadi lokasi perayaan puncak Lebaran Topat yang diadakan oleh Pemerintah Kota Mataram.

Baca Juga: Masjid Pusaka Banua Lawas Tabalong, Bukti Islam Diterima Suku Dayak

Sementara, di Kabupaten Lombok Barat bagian utara ada Makam Batu Layar yang tidak kalah ramainya pengunjung setiap tahun baik dengan memakai kendaraan umum, pribadi, tradisional maupun dengan berjalan kaki.

“Setelah ke Makam Batu Layar, warga biasanya merayakan Lebaran Topat di kawasan Pantai Batu Layar atau melanjutkan ke wisata Senggigi, Kabupaten Lombok Barat sekitar 12 kilometer utara Kota Mataram,” pungkasnya.

Editor: Aprianoor