Jokowi Telepon Gubernur Soal Banjir Kalsel, Gak Kebalik Pak? Breaking News: Respons Jokowi Atas Banjir di Kalsel, Segera Kirim Perahu Karet Tak Ucapkan Dukacita, Habib Banua Tantang Presiden ke Kalsel Warga Banjiri IG Presiden Jokowi: Kalsel Juga Berduka Pakkk!!! Pecah Rekor Lagi! Kasus Covid-19 Indonesia Tambah 12.818 Hari Ini

Aa Gym: Indonesia Harus Move-on

- Apahabar.com Minggu, 21 Juli 2019 - 16:16 WIB

Aa Gym: Indonesia Harus Move-on

KH Abdullah Gymnastiar di depan ratusan jemaah, Kajian Subuh rutin, Masjid Al-khair Perumahan Anggrek Mas, Batam, Kepulauan Riau, Ahad (21/7). Foto-Istimewa

apahabar.com, BATAM – Move on. Bangkitlah. Demikian seru ulama karismatik KH Abdullah Gymnastiar menanggapi situasi bangsa pasca-Pilpres 2019.

Salah satu cara bangkit terbaik menurut ulama yang biasa disapa Aa Gym ini adalah dengan tak henti-hentinya mendidik generasi muda Indonesia menjadi generasi yang jujur.

Baca Juga: Banyak Tulisan di Gelang Jamaah Haji, Ternyata Ini Fungsinya

“Tempa anak-anak kita dari sekarang sebagai generasi muda yang berkepribadian jujur, disiplin, dengan harapan merekalah kelak yang akan menjadi para pemimpin bangsa ini. Indonesia harus move-on,” katanya di hadapan ratusan jemaah yang menghadiri Kajian Subuh Masjid Al-khair PerumahanAa Gym: Indonesia Harus Move-on Anggrek Mas, Batam, Kepulauan Riau, Ahad (21/7).

Aa Gym berkunjung ke Batam dalam rangka menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Pondok Pesantren Yayasan Daruttauhid yang dipimpinnya.

Ponpes Daruttauhid berlokasi di kawasan Batam Rempang Galang (Barelang). Selain meresmikan pesantrennya itu, Aa’ juga menyempatkan diri mengisi tausiah yang telah dijadwalkan sejumlah masjid di Kota Batam.

Tampil dengan diksi yang khas dan selalu komunikatif, selama hampir satu jam Aa Gym membentangkan topik ilmu ikhlas. Ada dua sikap, ujarnya, yang mesti dikedepankan umat dalam menerima apapun hasil pemilihan presiden yang baru lalu. Yakni, ikhlas dan terus-menerus mengevaluasi diri.

Baca Juga: 1.048 Peserta Mendaftar Ikut Pawai Tolak Plastik

“Ilmu ikhlas takkan berhasil bila dilakukan sepotong-sepotong. Harus menyeluruh; ikhlas di awal, ikhlas di tengah perjalanan, sampai ikhlas di pengujung. Rumusnya, perbanyak raja’ (berharap) serta khauf (rasa takut),” jelas Aa’.

Semakin sulit menemukan karakter berbangsa bernegara akhir-akhir ini karena antara raja’ dan khauf tak lagi seiring sejalan. Ada orang sibuk beramal mengharapkan ridha Allah, tetapi pada saat bersamaan sesungguhnya yang ia takutkan hanyalah posisi kedudukannya di mata orang lain.

“Bangsa yang cuma berharap pada pujian manusia adalah bangsa yang lekas berputus asa. Allah murka,” tegas ulama terkemuka dari Jawa Barat ini.

Di tempat terpisah, Ketua Takmir Masjid Al-khair, Ustad Slamet, mengatakan, Kajian Subuh rutin dilakukan Al-khair dengan mengundang para ulama dan asatidz berpengalaman di bidang ilmu agama. Topik yang disampaikan pun beragam, mulai dari kajian fiqh, hadits, mu’amalah, dan sebagainya.

Baca Juga: Aktivis Lingkungan dan Masyarakat Pesisir Sepakat Tolak Raperda RZWP3K Kaltim

“Semoga ikhtiar kecil kami ini bermanfaat bagi peradaban umat,” katanya.

Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Pemkot Surabaya Bantah Lamban Tangani Covid-19 di Sampoerna
apahabar.com

Nasional

Wapres Ma’ruf: Deradikalisasi Bukan Sesuatu yang Mudah
apahabar.com

Nasional

BREAKING NEWS!! Satu Korban Ledakan Kapal Bermuatan Elpiji Ditemukan
apahabar.com

Nasional

Belum Ada Laporan Kerusakan Pasca-Gempa Ternate
apahabar.com

Nasional

Divonis 1,5 Tahun Penjara, Ridho Rhoma Hanya Tinggal Jalani Setengahnya
apahabar.com

Nasional

Turki Bisa Lanjutkan Proses Hukum Kasus Khashoggi
Vaksin

Nasional

Simak Tujuan Utama Vaksin Covid-19 Gratis di Indonesia
apahabar.com

Nasional

Sidang Isbat Penentuan Idul Fitri 1440 H Dilaksanakan Sore Ini
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com