Usai Beasiswa 1000 Doktor, SHM Bakal Cetak Ribuan Sarjana Baru di Tanah Bumbu Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri

Aboebakar: PKS Akan Jadi Oposisi Bermartabat

- Apahabar.com Jumat, 26 Juli 2019 - 05:40 WIB

Aboebakar: PKS Akan Jadi Oposisi Bermartabat

Logo Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Foto–Istimewa

apahabar.com, JAKARTA – Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Habib Aboebakar Alhabsyi menegaskan bahwa partainya akan menjadi oposisi yang bermartabat dengan menjalankan fungsi kontrol di parlemen terhadap jalannya pemerintahan.

“Oposisi bermartabat adalah sikap yang mewakili kepentingan rakyat untuk sejahtera dan adil. Bukan mewakili kelompok sendiri yang asal berbeda,” kata Habib Aboebakar dalam diskusi di Kompleks Parlemen, Jakarta, seperti dilansir Antara, Kamis (25/7/2019).

Dia mengatakan, selama pemerintahan Jokowi-Ma’ruf menjalankan kebijakan sesuai kepentingan rakyat, PKS pasti mendukung kebijakan tersebut.

Namun menurut dia, kalau kebijakan pemerintah tidak sesuai kepentingan rakyat maka PKS akan menjadi partai yang paling lantang menolak kebijakan yang tidak pro-rakyat.

“Kalau kebijakan pemerintah tidak sesuai kepentingan rakyat, PKS yang terdepan berteriak berhadapan dengan pemerintah,” ujarnya.

Aboebakar yang merupakan anggota Komisi III DPR itu menilai pemerintahan Jokowi-Ma’ruf perlu “sparing partner” agar maksimal melayani rakyat.

Menurut dia, di negara yang menganut sistem demokrasi, kontrol terhadap pemerintah sangat diperlukan agar jalannya pemerintahan berjalan dengan baik.

“Sepeda itu bergerak kalau pedal kiri jalan turun ke bawah maka pedal kanan main juga, kalau dia berhenti maka akan jatuh sepeda itu. Sama juga dengan negara kalau ada kontrol maka akan berjalan baik dan kalau tidak maka akan berat nanti,” katanya.

Dia menegaskan PKS tidak terlalu memikirkan masalah posisi dan jabatan, karena belajar dari PDI Perjuangan, dua periode menjadi oposisi namun bersikap santai.

Selain itu dia mengatakan terkait sikap elite Partai Gerindra yang bertemu dengan elit partai yang notabene menjadi rival di Pemilu Presiden 2019, itu merupakan keputusan dari Partai Gerindra sendiri bukan dari keputusan di koalisi adil dan makmur.

“BPN Prabowo-Sandi sudah selesai, 28 Juni lalu dibubarkan, jadi sudah tidak ada lagi koalisi dan silahkan mengambil tindakan masing-masing,” ujarnya.

Namun dia menilai langkah Partai Gerindra yang melakukan berbagai pertemuan dengan bekas rivalnya di Pilpres 2019 memunculkan rasa tidak nyaman bagi sejumlah partai terutama partai yang selama ini mendukung Jokowi-Ma’ruf Amin.

Baca Juga: Dukung Julak Abidin di Pilgub Kalsel, Gerindra Jalin Komunikasi dengan PKS

Baca Juga: Pengamat Prediksi Silaturahmi Politik 4 Tokoh Berkaitan Pemilu 2024

Baca Juga: Rocky Gerung Soal Rekonsiliasi Bagi-Bagi Jabatan: Pelajaran Buruk

Baca Juga: Demokrat Buka Pendaftaran Calon Wali Kota Banjarmasin

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Politik

Sebar Surat Larangan Kampanye di Tempat Ibadah
apahabar.com

Politik

Dihadiri Mardani, Kampanye SHM-MAR Obati Rindu Warga Kersik Putih
apahabar.com

Politik

Bertarung di Pilwali Banjarmasin, Ibnu Sina Segera Lepas Seluruh Fasilitas
apahabar.com

Politik

PDIP Usul Parliamentary Threshold Juga Berlaku di Pileg DPRD
apahabar.com

Politik

Bawaslu Dalami Indikasi Pelanggaran Kampanye Terbuka Dua Capres
apahabar.com

Politik

Mardani H Maming Sebutkan Keuntungan Kalsel Jika Pilih Jokowi-Ma’ruf
apahabar.com

Politik

Nomor Urut 2 Sesuai Jargon Pasangan ANIS, Lanjutkan Dua Periode
apahabar.com

Politik

Mendaftar ke KPU Kalsel, Sahbirin – Muhidin Diantar Ojol
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com