apahabar.com
Khairul Saleh, Karmila H Muhidin, dan H Muhidin bersama Zulkifli Hasan usai mengikuti pengarahan dan silaturahmi anggota legislatif PAN terpilih Pemilu 2019 di Hotel Best Western Kindai Banjarmasin, Selasa siang. apahabar.com/Robby

apahabar.com, BANJARMASIN – Partai Amanat Nasional sepertinya masih gamang menentukan sikap pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalsel 2020 mendatang, sekalipun suara mereka terbilang signifikan di Pemilu 2019 di Kalsel lalu. Termasuk memilih berkoalisi dengan Golkar atau mengusung kader sendiri.

“Di Pilgub nanti, PAN bisa mengusung sebagai bakal calon wakil gubernur dan bisa juga sebagai bakal calon gubernur,” ucap Ketua DPW PAN Kalsel H Muhidin kepada awak media, Selasa (30/9) siang.

Apabila DPD Partai Golkar Kalsel tak menerima kader PAN sebagai pendamping sang incumbent Sahbirin Noor, maka PAN siap mengusung sendiri kadernya pada Pilgub nanti. “Kita membuka peluang koalisi dengan partai lain,” cetusnya.

Namun pihaknya tentu saja akan wait and see dengan sikap Golkar terkait ajakan berkoalisi tersebut. Jika positif, kata dia, maka PAN siap gabung.

“(Kalau tidak) Maka lebih baik kita akan menjadi penantang sang petahana. Apabila memang bukan Muhidin, bisa saja Sultan Khairul Saleh,” tegasnya.

Terkait koalisi Indonesia adil makmur di Pilgub 2020 mendatang, eks wali kota Banjarmasin itu pesimistis koalisi itu bisa dihidupkan lagi di daerah.

Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan mengarahkan agar jaringan PAN di daerah mesti merangkul semua partai.

“Tak bisa hanya PAN, PKS dan Gerindra. Kita harus keluar. Kemudian melihat bagaimana situasi politik di Kalsel,” tandasnya.

Partai besutan Amien Rais ini memperoleh hasil fantastis pada Pemilu 2019 di Kalsel lalu, dengan 9 kursi di DPRD Banjarmasin, dan 6 kursi DPRD Kalsel. Kursi parlemen itu meningkat dibandingkan Pemilu 2014.

Sedangkan Golkar sendiri meraih 12 kursi, disusul PDIP dengan 8 kursi baru kemudian PAN. Artinya, mengacu ketentuan yang ada hanya Golkar meraih golden tiket untuk mengusung calonnya di Pilgub nanti.

Untuk diingat pada Pilkada 2015 lalu, Muhidin dan Sahbirin Noor justru berlomba untuk merebut kursi orang nomor satu di pemerintahan Bumi Lambung Mangkurat. Keduanya juga bersaing Zairullah Azhar dari Partai Kebangkitan Bangsa, empat tahun silam.

Bahkan suara yang didapat Muhidin yang kala itu berpasangan dengan Gusti Farid Hasan Aman melalui jalur independen itu hanya beda tipis dengan pasangan Sahbirin Noor dan Rudy Resnawan.

Baca Juga: Menakar Peluang Menang Khairul Saleh di Pilgub 2020

Baca Juga: Brigade 08 Sambut Hangat Rencana Pencalonan Sultan Khairul Saleh

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah