Banjir Belum Reda, Warga Desa Bincau Terancam Kekurangan Makanan Update Covid-19: Belasan Warga Kapuas Sembuh, 1 Positif H2D Sidang Perdana di MK, Bawaslu RI ‘Turun Gunung’ ke Kalsel 4.840 Vial Vaksin Covid-19 Tiba di Tanah Bumbu Pengungsi Banjir Bertambah, Kalsel Perpanjang Status Tanggap Darurat

Anggaran Dana Pendidikan Kotabaru Disebut Paling Rendah

- Apahabar.com Jumat, 26 Juli 2019 - 17:24 WIB

Anggaran Dana Pendidikan Kotabaru Disebut Paling Rendah

Ilustrasi. Foto-Kompasiana

apahabar.com, BANJARMASIN – Disebut sebagai daerah paling rendah serapan anggaran untuk urusan pendidikan dalam Neraca Pendidikan Daerah (NPD) oleh Kemendikbud RI, Dinas Pendidikan Kotabaru melalui Kasubag Perencanaan, Taufiqurahman menjelaskan pihaknya selama ini sudah maksimal untuk menggunakan anggaran pendidikan tepat sasaran.

“Selama ini pemerintah kabupaten sudah mengalokasikan dana pendidikan sebesar Rp25 Miliar, namun dari angka sebesar itu sebanyak Rp16.5 Miliarnya digunakan membayar gaji Guru Insentif Daerah (Insenda) sehingga sisa dari anggaran untuk urusan pendidikan di Kotabaru hanya tersisa Rp8.5 Miliar saja,” ungkapnya.

Baca Juga: Dimulai Oktober 2019, TTP Batola Dianggarkan Rp27 Miliar

“Sisa anggaran pendidikan tersebut kemudian diperuntukkan untuk pembangunan sarana gedung sekolah, kegiatan peningkatan mutu guru, kegiatan wajib seperti pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK),” ujar Taufiq saat ditemui usai diskusi kelompok terpumpun Kemendikbud, Kamis (25/7/2019) malam.

Taufiq menyebut, anggaran sebesar itu tentu belum cukup mendanai permasalahan pendidikan yang ada di Kotabaru. Sehingga, dia berharap di tahun 2020 baik pemerintah daerah maupun pusat bisa meningkatkan anggaran pendidikan untuk Kotabaru.

“Kalau dari pemerintah pusat ada menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp17 Miliar, namun peruntukkan DAK ini juga belum cukup, DAK  digunakan untuk melakukan rehab ruang kelas semua sekolah yang dinilai memiliki masalah, pengadaan buku, pengadaan fasilitas untuk UNBK, dan untuk menambah dana pembangunan sekolah,” ucapnya.

Hal ini bukan tanpa sebab, Taufiq melihat fokus Pemkab selama ini dirasa belum terfokus kepada pendidikan menjadi salah satu faktor lain mengapa serapan anggaran pendidikan di Kotabaru menjadi rendah. Selain itu, adanya bantuan komputer sebanyak tujuh unit dari pemerintah pusat dirasa belum cukup menyelesaikan masalah UNBK.

“Di Kotabaru ada 64 sekolah, sedangkan kita hanya mendapatkan bantuan tujuh unit, jadi sisa sekolah yang belum mendapatkan komputer hanya bisa sharing saat UNBK,” imbuhnya.

Dengan begini Disdik Kotabaru menurut Taufiq mencoba menjalin kerjasama dan meminta bantuan kepada pihak Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) agar kiranya ke depan mendapatkan fasilitas untuk menyelesaikan masalah pendidikan di Kotabaru.

“Ke depan kami berharap ada peningkatan dari Kemendikbud membantu permasalahan ini. Selain itu saat ini Pemkab sedang disibukkan dengan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan dan peningkatan pariwisata di Kotabaru, sehingga dana untuk pendidikan masih belum bisa difokuskan,” pungkasnya.

Baca Juga: DPRD Batola Gagal Kuorum, Pengesahan Empat Raperda Ditunda

Reporter: Ahya Firmansyah
Editor: Muhammad Bulkini

Editor: aji - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Pasca Edaran MUI Batola, Belum Semua Mesjid Gelar Salat Jumat
apahabar.com

Kalsel

Polsek Tambang Ulang Patroli ke Posko KTB Desa Bingkulu
apahabar.com

Kalsel

Virus Corona Merebak, Kunker Dewan Banjarmasin Ditunda

Kalsel

Ramai-Ramai Dukung Pembangunan Bandara di Barabai HST
Warga Purna Sakti

Kalsel

Dini hari, Warga Purna Sakti Banjarmasin Geger Mayat Wanita
apahabar.com

Kalsel

Menerapkan Prokes Covid-19, Film G 30 SPKI Diputar Malam Ini di Siring Laut Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Kalsel Diguyur Hujan, BMKG Tetap Waspadai Kebakaran Hutan dan Lahan
Natal

Kalsel

Amankan Natal di Banjarmasin, 600 Personel Dikerahkan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com