apahabar.com
Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq ketika mendampingi Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghut) Kementerian LHK Bogor, Henti H. Rachmat di Miniatur Hutan Hujan Tropika, Banjarbaru. Foto-Humas Dishut Prov Kalsel

apahabar.com, BANJARBARU – Miniatur Hutan Hujan Tropika (MH2T) menerima kunjungan kerja dari Peneliti Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan (Puslitbanghut) Kementerian LHK Bogor, Henti H. Rachmat pada Selasa (9/7/2019).

Kedatangan Peneliti Puslitbanghut didampingi Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel, Hanif Faisol Nurofiq dan Kepala Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH), Ainun Jariah beserta jajarannya.

Kunjungan yang bersifat asistensi ini merupakan inisiasi Kadishut Kalsel, Hanif, terkait konservasi dan pengembangan jenis-jenis famili Dipterokarpa di areal MH2T.

Selain itu, kunjungan ini juga lanjutan dari kunjungan staf BPTH ke Puslitbanghut Bogor akhir Mei lalu. Di sana, seorang peneliti senior yang juga menangani Project Koordinator Komatsu–FORDA, Henti menyatakan kesediaannya untuk melakukan asistensi ke MH2T.

Di areal MH2T, Henti mengungkapkan, secara umum perlakuan teknis MH2T sudah benar, bahkan sangat intensif.

“Terutama penanganan terhadap tanaman prakondisi yaitu tanaman penaung, persiapan lahan, dan teknis pemeliharaan sudah on the track,” tuturnya.

Baca Juga: Belajar di Bogor, Segera Diterapkan di MH2T Banjarbaru

Ditambahkan oleh Henti, upaya konservasi dan pengembangan jenis-jenis famili Dipterokarpa agar tidak terbatas hanya di MH2T. Seluruh KPH dan Tahura agar dapat melakukannya sesuai dengan potensi yang ada di tapak masing-masing.

Saat mendampingi, Hanif mengatakan kunjungan ini akan ditindaklanjuti dengan nota kesepahaman (MoU) antara Dishut Provinsi Kalsel dan Puslitbanghut Bogor dalam beberapa hal, yaitu peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola MH2T melalui Diklat, Bimtek, asistensi lapangan, serta penelitian dan pengembangan Dipterokarpa.

Hanif menuturkan dalam MoU nanti Puslithut Bogor diharapkan bisa menyiapkan tenaga-tenaga ahlinya berupa pengenal jenis, penanganan di persemaian sampai pada penanaman dan pemeliharaan di lapangan.

“Nah, kegiatan itu nantinya harus dapat dilakukan bersama dengan pengelola MH2T,” tandasnya.

Terakhir, Hanif menginstruksikan agar dalam waktu dekat segera dikirim beberapa pengelola MH2T untuk belajar langsung ke Puslitbanghut Bogor.

“Terutama yang diperlukan cepat adalah terkait eksplorasi Dipterokarpa. Upayakan agar hasilnya memenuhi syarat untuk dilakukan penanaman di musim tanam akhir tahun 2019 nanti,” tutupnya.

Baca Juga: Inspeksi ke MH2T, Kadishut Soroti Tumbuh Kembang Tanaman

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Muhammad Bulkini