Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

Aturan Baru TBA, Garuda Susah Kejar Target Untung

- Apahabar.com Sabtu, 27 Juli 2019 - 05:00 WIB

Aturan Baru TBA, Garuda Susah Kejar Target Untung

Garuda. Foto-Antara

apahabar.com, JAKARTA – Pemangkasan Tarif Batas Atas (TBA) sebesar 15 persen yang diberlakukan Kementerian Perhubungan diakui Garuda Indonesia sebagai salah satu faktor sulitnya maskapai BUMN ini meraup keuntungan.

Tidak seperti kuartal pertama Januari-Maret 2019, Garuda Indonesia  meraup untung sebesar US$20 juta. Sementara itu, dengan adanya aturan tersebut, membuat Garuda Indonesia harus memberlakukan beberapa alternatif agar kembali bisa meraup keuntungan.

Baca Juga: Pekan Terakhir Juli, Harga Cabai di Banjarbaru Berangsur Turun

“Harga untuk TBA yang 15 persen memang growth Garuda Indonesia di kuartal I sejumlah US$20 juta jadi terhambat, karena batas dari harganya yang tadinya Rp1 juta jadi Rp800 ribu,” kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Garuda, Fuad Rizal seperti ditulis vivanews.com.

Aturan yang berlaku sejak Mei ini, membuat pihaknya memberlakukan sejumlah alternatif baru seperti, memangkas rute-rute sepi baik itu domestik maupun internasional. Salah satunya dengan rute Denpasar-London yang saat ini telah ditutup.

“Rute langsung Denpasar-London harus kita tutup untuk efisiensi di mana saat ini yang siasati dengan membuka transit menjadi Denpasar-Medan-London. Tapi, untuk rute-rute gemuk atau yang memiliki permintaan cukup tinggi, tidak kami tutup,” ujarnya.

Terkait dengan keuntungan atau kerugian dari maskapai Garuda Indonesia sejak adanya aturan itu, Fuad menegaskan belum bisa memaparkan.

“Pemberlakuan aturan itu kan masuk di kuartal kedua dan belum bisa kami paparkan, karena harus melalui prosedural. Intinya, kami harus tetap menjaga stabilitas bisnis Garuda Indonesia dengan peraturan atau kebijakan saat ini,” ungkapnya.

Baca Juga: Memasuki Kemarau, Petani Limau Keprok Terancam Gagal Panen

Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

13 Penyakit Penyebab Meninggalnya Petugas KPPS Versi Kemenkes
apahabar.com

Nasional

Bisakah Presiden Dipecat karena Perpu? Pakar: Tidak Ada Dasar
apahabar.com

Hiburan

Hari Ini, Stand Up Comedy Indonesia di Cafe Rumah The PanasDalam
apahabar.com

Nasional

Menhub Berencana Spesialisasi Bandara Internasional untuk Umrah
apahabar.com

Nasional

Soal Korupsi PT Asabri, Pangeran Khairul Saleh Cium Permainan Oknum OJK
apahabar.com

Nasional

BMKG: Pernah Terjadi Tsunami di Selatan Jawa
apahabar.com

Nasional

Risma Jadi Wali Kota Terpopuler di Media
apahabar.com

Nasional

Panggil Duta Besar Prancis, Indonesia Kecam Ulah Macron
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com