Ribuan Warga Terdampak Banjir Mengungsi di Masjid Al-Karomah Martapura Bantu Evakuasi Korban Banjir, Pemprov Kalteng Kirim Relawan ke Kalsel Legislator Kalsel: Banjir Dahsyat dan Longsor Akibat Alih Fungsi Hutan Meski Cedera, Messi Tetap Ingin Main di Final Piala Super Spanyol Bantu Korban Banjir Kalsel, Yayasan H Maming Kirim Bantuan

Awan Panas Meluncur 1.100 Meter dari Puncak Merapi

- Apahabar.com Senin, 1 Juli 2019 - 10:12 WIB

Awan Panas Meluncur 1.100 Meter dari Puncak Merapi

Ilustrasi- Awan panas guguran meluncur dari Gunung Merapi. Foto – Antaranews.com

apahabar.com, YOGYAKARTA – Gunung Merapi terpantau meluncurkan awan panas guguran sejauh 1.100 meter ke arah hulu Kali Gendol, Senin (1/7/2019) pagi.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyatakan luncuran awan panas guguran Merapi terjadi pada pukul 06.13 WIB memiliki amplitudo 75 mm dan durasi 110 detik.

Baca Juga: Mahasiswa Indonesia Peringkat Kedua Kompetisi Inovasi Airbus

Seperti dilansir Antara, berdasarkan pengamatan BPPTKG mulai pukul 00.00-06.00 WIB, tiga kali guguran lava juga terpantau meluncur dari Gunung Merapi dengan jarak maksimum 600-850 meter ke hulu Kali Gendol.

Selain guguran lava, selama periode itu BPPTKG juga merekam 17 gempa guguran dengan amplitudo 2-24 mm dan durasi 38.44-86.08 detik dan satu gempa fase banyak dengan amplitudo 4 mm dan durasi 9.44 detik.

Hasil pengamatan visual menunjukkan asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis dan tinggi 15 meter di atas puncak kawah. Angin di gunung itu bertiup lemah ke arah barat dan barat. Suhu udara 11-15.8 derajat Celsius, kelembaban udara 49-80 persen, dan tekanan udara 628.4-709.1 mmHg.

BPPTKG pun mengimbau warga tidak melakukan aktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak Gunung Merapi.

Baca Juga: PT LAJ: Gajah Sumatera Mati Bukan Karena Bahan Kimia

Selain itu, karena semakin jauhnya jarak luncur awan panas guguran Merapi, BPPTKG meminta warga yang tinggal di kawasan alur Kali Gendol meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat juga diminta tidak terpancing isu-isu mengenai erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan tetap mengikuti arahan aparat pemerintah daerah atau menanyakan langsung ke Pos Pengamatan Gunung Merapi atau kantor BPPTKG, atau melalui media sosial BPPTKG.

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

BMKG: Munculnya Ribuan Cacing di Solo Belum Tentu Pertanda Gempa

Nasional

BMKG: Munculnya Ribuan Cacing di Solo Belum Tentu Pertanda Gempa
apahabar.com

Nasional

Timur Laut Sumbawa Diguncang Gempa Hari Ini
apahabar.com

Nasional

Mudik 2019 Dinilai Lebih Baik Dibanding Tahun Sebelumnya
apahabar.com

Nasional

Panglima Tentara Pembebasan Papua Barat: Kalau Mau Tembak Mati, Datang ke Markas
apahabar.com

Nasional

Pasca-ledakan Granat Asap, Monas Tetap Buka dan Beroperasi Normal untuk Umum
apahabar.com

Nasional

Pandemi Covid-19, Cak Lontong Hibur Ketum Hipmi Se-Indonesia

Nasional

SBY ‘Tantang’ Airlangga, Luhut dan BIN Sebut Dalang Kerusuhan Demo Tolak UU Omnibus Law
apahabar.com

Nasional

Jelang Pelantikan Presiden, 30 Ribu Personel Disiagakan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com