Geger Pria di Kelumpang Kotabaru Tewas Diduga Disengat Ratusan Lebah Membeludak, Warga Barabai Terobos Kantor Disprindagkop Demi BLT UU Cipta Kerja, Ketum Hipmi Yakin Indonesia Lolos dari Midlle Income Trap Live Streaming Man City vs Porto, Link Siaran Langsung Liga Champions di SCTV-Vidio.com Malam Ini Jembatan Terpanjang Kedua Indonesia di Kaltim Sudah 90 Persen Beres

Bahas Sistem Zonasi, Komisi V DPRD Kalbar Studi Banding ke Kalsel

- Apahabar.com Kamis, 25 Juli 2019 - 16:09 WIB

Bahas Sistem Zonasi, Komisi V DPRD Kalbar Studi Banding ke Kalsel

Kunjungan Komisi V DPRD Kalbar ke Dinas Pendidikan Kalsel dalam rangka Studi Banding mengenai proses penerimaan peserta didik baru di Dinas Pendidikan Kalsel, Selasa. Foto-apahabar.com/Fida

apahabar.com, BANJARBARU – Komisi V DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) bertandang ke Dinas Pendidikan Kalsel dalam rangka studi banding guna mencari masukan dan informasi soal penerimaan peserta didik baru (PPDB) 2019, Kamis (25/7).

“Kami ingin melihat atau mengetahui sejauh mana Kalsel hingga dapat mengatasi persoalan masalah penerimaan siswa secara zonasi,” ujar Ketua Komisi V DPRD Kalbar Markus Amid.

Baca Juga: Kalsel Beri Solusi ke Kalbar soal PPDB Sistem Zonasi

Permasalahan PPDB di Kalbar dikarenakan sistem zonasi yang tidak fleksibel juga adanya ketimpangan jumlah antara sekolah menengah pertama (SMP) dan sekolah menengah atas (SMA).

“Zonasi di Kalbar per kecamatan dan per jalan, sehingga banyak masalah. Contohnya ada anak yang rumahnya di belakang sekolah tetapi tidak bisa masuk ke situ karena perbedaan jalan,” paparnya.

Kata dia, di Kalbar sendiri jumlah SMA lebih sedikit dibandingkan jumlah SMP. Apalagi dengan adanya sistem zonasi, sehingga menyebabkan tidak tertampungnya para murid yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA.

Kalsel dilihat memiliki kesamaan dalam hal permasalahan namun dapat mengatasinya dengan baik.

Dengan studi banding ke Kalsel, pihaknya akan segera membuat penambahan sekolah baru untuk SMA di Kalbar dan tidak lagi kaku dengan sistem zonasi.

“Dari diskusi tadi, kami dapat banyak hal, sangat memberi masukan untuk mengatasi masalah zonasi di Kalbar,” ujarnya mengakhiri.

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kalsel, Yusuf Effendi, dulu memang sempat ada masalah PPDB dengan sistem zonasi di Banjarmasin dan solusinya adalah dengan penggabungan empat kecamatan menjadi 3 zonasi.

“Sistem zonasi ini bertujuan untuk memudahkan, dan tahun ini berjalan dengan lancar, walaupun pasti ada masalah tetapi bukan masalah yang berarti,” ujarnya menjelaskan.

Baca Juga: Sistem PPDB Zonasi, Pengamat: Kaji Ulang!

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Fariz Fadhillah

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Tambah Satu Lagi, Balita di Kotabaru Positif Covid-19
apahabar.com

Kalsel

Nasib Pengemudi Bodong, Penabrak Mobil Ketua DPRD Kotabaru
apahabar.com

Kalsel

Tak Miliki Identitas, Warga NTB Sulitkan Petugas RSUD Muara Teweh
apahabar.com

Kalsel

PNS Dapat THR, Ribuan Guru Honorer Kalsel Gigit Jari
apahabar.com

Kalsel

Tarif 10 Kubik PDAM Bandarmasih Memberatkan, Ibnu Sina Mulai Siuman
apahabar.com

Kalsel

Hujan Deras, Listrik Terganggu, Sejumlah Arus Lalu Lintas Banjarmasin Dialihkan
apahabar.com

Kalsel

BNN: Banyak Pegawai dan Driver Tambang di Kalsel Gunakan Narkotika
apahabar.com

Kalsel

Rumah Zakat Kalsel Salurkan Sarana Usaha untuk UMKM di Sungai Miai
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com