Resmi, Hakim Vonis Pemilik Gudang Sabu di Banjarmasin Penjara Seumur Hidup! Remaja Korban Tabrakan di Tabalong Akhirnya Diamputasi, Keluarga Pilih Ikhlas Periksa 16 Mahasiswa, Polisi Terbitkan SPDP untuk Korwil BEM Kalsel Dapat Lampu Hijau, SMA di Kalsel Belum Berani Buka Sekolah Netizen Gagal Paham Soal Bingkisan SHM-MAR, Bawaslu: Sarung Boleh

BMKG: Gempa 7,0 SR di Maluku Utara Jenis Dangkal

- Apahabar.com Senin, 8 Juli 2019 - 10:40 WIB

BMKG: Gempa 7,0 SR di Maluku Utara Jenis Dangkal

Barang belanjaan di mall berhamburan terkena goncangan gempa di Manado. Foto - Mardi/Koran Sindo

apahabar.com, JAKARTA – Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono mengatakan gempa magnitudo 7,1 yang diperbarui menjadi 7,0, pada Minggu (7/7) pukul 22.08.39 WIB merupakan jenis gempa bumi dangkal.

“Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa bumi yang terjadi dangkal,” sebut Triyono dalam grup percakapan BMKG, PVMG dan Stakeholder yang dilansir Antara di Manado, Senin (8/7/2019).

Gempa bumi dangkal yang hiposentrumnya berada kurang dari 60 km dari permukaan bumi sebenarnya bisa lebih merusak, namun masih dipengaruhi pula oleh jarak ke pemukiman penduduk. Gempa dangkal jika berada di tengah laut maka akan berkurang efeknya di darat, namun lebih berpotensi tsunami.

Gempa tersebut akibat deformasi kerak bumi di lempeng Laut Maluku dan memiliki mekanisme sesar naik (thrust fault) akibat adanya tekanan lempeng mikro Halmahera ke arah barat, dan tekanan lempeng mikro Sangihe ke arah timur.

Akibatnya, lempeng Laut Maluku terjepit hingga membentuk subduksi ganda ke bawah Halmahera dan ke bawah Sangihe.

Berdasarkan laporan masyarakat menunjukkan bahwa guncangan dirasakan di Bitung dan Manado dengan intensitas IV-V MMI, artinya dirasakan oleh hampir semua penduduk, bahkan banyak orang terbangun, sedangkan di Ternate III-IV MMI juga dirasakan oleh orang banyak dalam rumah.

Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut.

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi yang terjadi saat itu berpotensi tsunami dengan level waspada untuk wilayah pantai timur Minahasa dan Minahasa Utara bagian Selatan.

BMKG kemudian mencabut peringatan dini tsunami akibat gempa bumi pada pukul 00.09 WIB tanggal 8 Juli 2019.

BMKG mengimbau warga kembali ke tempat masing-masing setelah peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir namun warga tetap diharapkan waspada.

Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya serta terus memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi.

Pada Minggu (7/7) pukul 22.08.42 WIB gempa bumi tektonik mengguncang wilayah laut sebelah barat Kota Ternate, episenter terletak pada koordinat 0,53 LU dan 126,18 BT atau tepatnya berlokasi di dasar laut pada kedalaman 49 kilometer, pada jarak 133 kilometer arah barat Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara.

Baca Juga: Belasan Gempa Susulan Terekam Pascagempa 7,1 SR

Baca Juga: Belum Ada Laporan Kerusakan Pasca-Gempa Ternate

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Iran: Keamanan AS di Timur Tengah dalam Bahaya

Borneo

Hari Terakhir Uji Emisi, Pemkot Target 1.500 Kendaraan R4
apahabar.com

Nasional

Jokowi Teken Perpres Pembiayaan Infrastruktur
apahabar.com

Nasional

Akhirnya, Reza Artemevia dan Puluhan WNI di Vietnam Bisa Pulang
apahabar.com

Nasional

Menhub: Seluruh Moda Transportasi Akan Dibuka Kembali Esok
apahabar.com

Nasional

Wakil Jaksa Agung Tewas Kecelakaan di Tol Jagorawi
apahabar.com

Nasional

Termasuk IKN, Indonesia Tawarkan Puluhan Proyek ke Prancis
apahabar.com

Nasional

Pengunggah Video Kampanye Hitam Jokowi Diamankan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com