Sasar Mahasiswi Tanah Bumbu, Gembong Jambret Banjarmasin Bertekuk Lutut Banjarmasin Timur Tegang, Remaja Bersajam Kejar-kejaran di Kafe Arwana 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Sungai Hantakan Meluap, 12 Pondok di Pulau Mas HST Larut Terbawa Arus Libur Panjang di Marabahan, Kelotok Susur Sungai Barito Dibikin Kewalahan

BMKG Pastikan Erupsi Tangkuban Parahu Tak Akan Picu Aktivitas Sesar Lembang

- Apahabar.com Minggu, 28 Juli 2019 - 05:45 WIB

BMKG Pastikan Erupsi Tangkuban Parahu Tak Akan Picu Aktivitas Sesar Lembang

Penampakan erupsi Gunung Tangkuban Perahu, Jumat (26/07). Foto-Istimewa.

apahabar.com, JAKARTA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memastikan erupsi freatik Gunung Tangkuban Parahu di Jawa Barat yang terjadi pada Jumat (26/7/2019) pukul 15.48 WIB tidak memicu aktivitas Sesar Lembang.

“Gempa tektonik lazimnya disebabkan oleh interaksi antarlempeng tektonik atau aktivitas sesar aktif, bukan karena erupsi freatik gunung api,” kata Kepala Bidang Informasi Gempabumi dan Peringatan Dini Tsunami BMKG Daryono di Jakarta, seperti dilansir Antara, Sabtu (27/7/2019).

Hal tersebut menjawab banyak pertanyaan dari masyarakat dan awak media kepada BMKG apakah meletusnya Gunung Tangkuban Parahu dapat memicu gempa tektonik Sesar Lembang.

Daryono menjelaskan letusan freatik adalah letusan yang tekanannya berasal dari pemanasan air tanah di bawah dasar kawah. Pemanasan yang konstan berlangsung di dasar kawah akan meningkatkan terbentuknya tekanan uap air yang kemudian meletup ke permukaan.

Letusan freatik adalah fenomena lokal, sementara jarak antara Gunung Tangkuban Parahu dengan Sesar Lembang sejauh 6,96 kilometer sehingga letusan itu tidak akan memengaruhi kondisi tektonik Sesar Lembang.

“Untuk itu kami mengimbau agar masyarakat Subang, Lembang, Bandung, dan sekitarnya tidak perlu cemas dan takut. Terkait Sesar Lembang, BMKG akan terus memonitor aktivitas seismiknya selama 24 jam selama tujuh hari secara terus menerus. Selanjutnya BMKG akan segera menginformasikan kepada masyarakat jika ada peningkatan aktivitas kegempaan Sesar Lembang,” ujar dia.

Untuk mewaspadai dan mengantisipasi aktivitas Sesar Lembang, BMKG saat ini memonitor dengan sangat ketat kemunculan gempa mikro di sepanjang jalur sesar.

Untuk meningkatkan akurasi monitoring aktivitas sesar aktif di Provinsi Jawa Barat, BMKG akan merapatkan jaringan sensor gempa dengan memasang 22 sensor seismik baru pada 2019.

BMKG menjadikan Sesar Lembang sebagai salah satu prioritas monitoring aktivitas seismik di Indonesia karena potensinya cukup signifikan dan berdekatan dengan kota besar dengan permukiman padat.

Seperti diketahui letusan freatik Gunung Tangkuban Parahu terjadi pada Jumat 26 Juli 2019 pukul 15.48 WIB terekam dengan baik oleh sensor seismograph BMKG di Stasiun Seismik Lembang (LEM). Waktu tiba gelombang seismik tercatat pukul 15.50 WIB dengan durasi sekitar 4 menit.

Dampak letusan, selain hujan abu juga menciptakan rasa was-was masyarakat Subang, Lembang, dan Bandung, serta terganggunya aktivitas objek pariwisata primadona di Jawa Barat itu.

Baca Juga: Wisata Gunung Tangkuban Parahu Tutup Sementara

Baca Juga: Gusti Putri, Utusan Kalsel di Paskibraka Nasional: Siswa Penurut dan Berprestasi

Sumber: Antara

Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Jokowi: 62 Kasus Terduga Corona di Indonesia Negatif
apahabar.com

Nasional

Bentrok dengan TNI, Polda: Tiga Anggota Polri Meninggal
apahabar.com

Nasional

Drummer J-Rock Ungkap Alasan Pakai Ganja
apahabar.com

Nasional

Baik dan Sabar, Ma’ruf Amin Digelari Karaeng Manaba
apahabar.com

Nasional

PWI Minta Polisi Usut Tuntas Kebakaran Rumah Wartawan Serambi Indonesia
apahabar.com

Nasional

Artis Tampan Jerry Lawalata Diciduk karena Dugaan Kasus Narkoba
apahabar.com

Nasional

Jokowi Minta Mendagri Tegur Kepala Daerah Belum Alokasi Anggaran untuk Covid-19
apahabar.com

Nasional

Sebagian Pembaca Buku Lakukan Book Shaming, Ini Komentar Najwa Shihab
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com