Kontroversi Pencopotan Sekda Tanah Bumbu, Ombudsman: Jangan Lampaui Kewenangan Live Mola TV! MU vs Chelsea di Liga Inggris, Prediksi Skor, Line up dan Link Streaming Siaran Langsung Pembantai Tetangga di Kelumpang Kotabaru Diancam Penjara Seumur Hidup! ANEH, 3 Proyek Jembatan di Banjarmasin Jalan Terus Walau Tanpa IMB Seruan Tokoh Tanah Bumbu: Pendukung SHM-MAR Jangan Ikut Sebar Hoaks dan Fitnah

Dinkes Kalteng: Pengelola RS Diberi Kesempatan Sanggah Penurunan Kelas

- Apahabar.com Senin, 29 Juli 2019 - 12:12 WIB

Dinkes Kalteng: Pengelola RS Diberi Kesempatan Sanggah Penurunan Kelas

Ilustrasi pasien di rumah sakit. Foto – Net

apahabar.com, PALANGKARAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Tengah (Kalteng) menjelaskan 5 pengelola rumah sakit di daerah itu mendapatkan kesempatan untuk memberikan sanggahan terkait dengan rekomendasi penurunan kelas masing-masing.

“Ya, totalnya ada sebanyak lima rumah sakit yang direkomendasikan turun kasta atau kelas,” kata Kepala Dinkes Kalteng Suyuti Syamsul saat dihubungi dari Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Senin (29/7/2019).

Baca Juga: Disperindagsar Barut Programkan Pasar Sehat

Sebanyak lima rumah sakit itu, meliputi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuala Pembuang, RS Bhayangkara dan RS Awal Bros Betang Pambelum yang direkomendasikan turun kelas dari C menjadi D, sedangkan RSUD Hanau dan RS Kelas D Palangkaraya direkomendasikan turun kelas dari D menjadi D pratama atau memerlukan pembinaan khusus.

Ia menjelaskan penurunan kelas rumah sakit berdasarkan surat tentang rekomendasi penyesuaian kelas hasil review (penelaahan) kelas rumah sakit. Sebanyak lima rumah sakit di Kalteng direkomendasikan turun kelas bersama dengan 610 rumah sakit lainnya di seluruh Indonesia.

Namun, kata dia, rumah sakit yang direkomendasikan turun kelas itu, memiliki kesempatan untuk menyanggah hingga 12 Agustus 2019.

Apabila pihak rumah sakit yang terkait mampu menyanggahnya, kata dia, rekomendasi penurunan kelas tidak perlu ditindaklanjuti.

Ia mengatakan kriteria penurunan kelas yang dilakukan itu didasari sejumlah indikator, di antaranya sumber daya yang ada di rumah sakit, meliputi sarana dan prasarana hingga tenaga kesehatan yang bertugas.

Anggota DPR RI Komisi IX Dewi Asmara mengatakan Kementerian Kesehatan RI dan mitranya memiliki standar tertentu dalam rekomendasi penurunan kelas beberapa rumah sakit.

“Rekomendasi pun tidak hanya diberikan kepada rumah sakit milik pemerintah saja, namun juga swasta. Tujuannya agar ada standarisasi dan masyarakat mengetahui tentang hal itu,” katanya.

Menurut dia, rekomendasi itu bukan untuk menurunkan kualitas pelayanan yang diberikan kepada masyarakat, namun justru menjadi motivasi pengelolanya agar pelayanan yang diberikan bisa lebih optimal.

Setiap rumah sakit sudah seharusnya memiliki biaya operasional, hanya saja pihaknya mengimbau RS tidak menjual jasa yang masyarakat pada umumnya tidak mengerti.

“Kami tidak ingin rumah sakit hanya mengejar profit atau keuntungan saja, sebab ini adalah masalah melayani masyarakat, jadi sudah seharusnya dilakukan lebih baik lagi,” kata Dewi.

Baca Juga: Sangsi Bandara Muhammad Sidik Rampung 2019

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

25 Napi di Lapas Muara Teweh Terima Remisi Natal
apahabar.com

Kalteng

Jelang Pilkada, Polresta Palangka Raya Rancang Sistem Pengamanan
apahabar.com

Kalteng

Pandemi Covid-19, SKK Migas Kalimantan-Sulawesi Tidak Lakukan PHK
apahabar.com

Kalteng

Belasan Pengedar Digulung di Kotawaringin Timur, 1 Bocah Ingusan
apahabar.com

Kalteng

Sah! Senin PSBB di Palangka Raya Diterapkan
apahabar.com

Kalteng

Pembakaran Lahan Mulai Marak di Palangkaraya, Polisi Diminta Tindak Tegas Pelaku
apahabar.com

Kalteng

Bikin Konten YouTube di Kanal Sungai Kahayan Palangka Raya, Seorang Bocah Tenggelam
apahabar.com

Kalteng

Kobar Tambah 7 Positif Covid-19
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com