Jelang Masa Tenang, Bawaslu Kalsel Minta Paslon Copot APK Negosiasi Rampung: Bagus Lega, Hasnur Rela, Nitizen Bahagia, Bagaimana FC Utrecht? Longsor Tergerus Banjir, Oprit Jembatan di Tabalong Diperbaiki Benny Wenda Deklarasi Papua Merdeka, Pemerintah RI Jangan Diam! 2 Saudaranya ‘Dipocong’ Hidup-Hidup, Saksi Kunci Pembunuhan Bocah di Benawa HST Trauma

Dishub Banjarmasin Kesal, Larangan Naik di Atas Atap Kelotok Diacuhkan

- Apahabar.com Sabtu, 6 Juli 2019 - 16:09 WIB

Dishub Banjarmasin Kesal, Larangan Naik di Atas Atap Kelotok Diacuhkan

Sejumlah penumpang wisata susur sungai tidak mengindahkan larangan naik ke atas atap kelotok. Foto–apahabar.com/Bahaudin Qusairi

apahabar.com, BANJARMASIN – Dinas Perhubungan Kota Banjarmasin dengan tegas melarang motoris kelotok untuk menaikan penumpang di atas atap perahu mesin wisata susur sejak Maret 2019 lalu.

Tampaknya kebijakan melalui surat nomor 551.43/299/Dishub/2019 itu dianggap angin lalu oleh para motoris kelotok.

Kepala Dishub Banjarmasin, Ichwan Nor Chalik mengaku geram dengan perilaku penumpang dan motoris kelotok wisata susur sungai itu.

Sebab saat petugas Dishub berjaga, mereka akan menuruti larangan itu. Namun sebaliknya saat petugas pergi, mereka mengulang kesalahan lagi.

“Pas ditegur petugas, mereka turun. Namun saat patroli petugas menjauh, mereka naik lagi, ini yang membuat saya kesal,” ujarnya.

Padahal, kata Ichwan Iarangan itu dikeluarkan untuk keselamatan penumpang juga. Makanya Dishub menghimbau juragan kelotok untuk melarang penumpangnya naik ke atas atap.

Namun kenyataan dilapangan, bahwa larangan itu dicueki karena kesadaran warga tentang keselamatan penumpang di atas sungai masih amat rendah.

“Tindakan kami lebih kepada pencegahan. Agar jangan sampai terjadi kecelakaan. Sampai sekarang, pas kami patroli, kalau ketemu pasti ditegur,” ungkapnya.

Aturan itu tak hanya dikenakan bagi penumpang. Tapi juga berlaku bagi pemilik kelotok.

Paguyuban motoris kelotok wisata boleh menjatuhkan sanksi bagi motoris yang mengizinkan penumpangnya duduk di atap. Paling berat, izin operasi kelotoknya dicabut.

Dishub dituntut untuk bekerja ekstra mengawasi Sungai Martapura.

Demi menjaga keselamatan tamu luar daerah dan lokal, Dishub akan lebih tegas agar para pelancong tidak coba-coba menaiki atap kelotok.

Baca Juga: Internet Kerap Lelet, Rujukan Online di Wanaraya Terhambat

Baca Juga: Keterangan Saksi Mata Penusukan di Jalan Pramuka

Reporter: Bahaudin Qusairi
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Kecelakaan Maut di Batola, Mahasiswi Banjarmasin Tewas
apahabar.com

Kalsel

Polisi Stop Laporan Anang Rosadi Terhadap Wali Kota Banjarmasin
apahabar.com

Kalsel

Kadis Pendidikan: SD yang Terendam Air, Hibah dari Masyarakat
apahabar.com

Kalsel

Baru Diresmikan, Videotron Pemkab Tapin Error
apahabar.com

Kalsel

Tiga Kabupaten Belum Laporkan Rekapitulasi Suara ke KPU Kalsel
apahabar.com

Kalsel

Parade Foto: Malam Minggu Kelabu, Dimakamnya Sang Guru
apahabar.com

Kalsel

Setelah Bantu Komputer, Kompol Wahyu Hidayat Kembali Buat Terobosan Baru
apahabar.com

Kalsel

100 KK di Banjarmasin Dapat Program Rehab Rumah Senilai Puluhan Juta
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com