Cuaca Kalsel Hari Ini: Tak Ada Peringatan Dini, Semua Wilayah Cerah! Cari Keadilan untuk Rekannya, Ratusan Mahasiswa Geruduk Kejati Kalsel Akhirnya, Pelaku Pembunuhan Guru di RM Wong Solo Tanbu Tertangkap Ketum HIPMI Pusat Bakal Jadi Pembicara di HUT JMSI ke-2 di Sulteng Kalsel Ingin Adopsi Kawasan Kumuh jadi Wisata di Yogyakarta

DPR RI: RUU KUHP Masih Disempurnakan

- Apahabar.com     Selasa, 23 Juli 2019 - 10:00 WITA

DPR RI: RUU KUHP Masih Disempurnakan

Ilustrasi. Foto – Mediaindonseia.com

apahabar.com, JAKARTA – Ketua DPR RI Bambang Soesatyo mengatakan institusinya bersama pemerintah masih menyempurnakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan menerima berbagai masukan dari kelompok masyarakat, khususnya dari cendekiawan serta organisasi keagamaan.

Karena itu, dia memastikan masih terbuka ruang penyempurnaan terhadap pasal-pasal penghinaan agama dalam RUU KUHP.

“Semangat menyelesaikan RUU KUHP adalah agar menjelang 74 tahun usia kemerdekaan Indonesia, kita punya aturan hukum yang lahir dari rahim bangsa sendiri, tidak lagi menggunakan aturan hukum warisan kolonial,” kata Bambang Soesatyo (Bamsoet) dalam keterangan tertulisnya, seperti dilansir Antara, Selasa (23/7/2019).

Hal itu dikatakannya saat menerima Koalisi Advokasi Kemerdekaan Beragama atau Berkeyakinan, di ruang kerja Ketua DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (22/7).

Bamsoet menilai peran aktif masyarakat dalam memberikan masukan akan sangat berguna, termasuk dalam hal pasal-pasal penghinaan agama atau pun pasal-pasal lainnya.

Dia mengatakan KUHP merupakan citra peradaban sebuah bangsa yang harus sesuai dengan prinsip hak asasi manusia dan politik pemidanaan internasional.

Karena itu, menurut dia lagi, penyempurnaan RUU KUHP akan terus dilakukan hingga akhirnya bisa tuntas 100 persen untuk disahkan menjelang DPR RI periode 2014-2019 berakhir pada September 2019.

“Di dunia internasional, kata penghinaan dalam unsur pemidanaan memang tidak lagi populer, bisa saja kata penghinaan tersebut, sebagaimana yang terdapat dalam pasal 250 dan 313 RUU KUHP ditinjau kembali. Karena memang pembahasannya masih berjalan terus, belum tutup buku,” ujarnya.

Dalam pertemuan tersebut, Koalisi Advokasi Kemerdekaan Beragama atau Berkeyakinan menyampaikan berbagai masukan, antara lain mengganti kata ‘penghinaan’ dengan ‘hasutan untuk menyebarkan, menyiarkan kebencian, dengan maksud melakukan kekerasan, atau diskriminasi’.

Selain itu, Koalisi mengusulkan mengganti judul Bab VII RUU KUHP yang menyebut “Tindak Pidana Terhadap Agama dan Kehidupan Beragama”, agar tidak terjadi multitafsir yang menyebabkan agama menjadi subjek hukum.

Bamsoet menyampaikan bahwa semangat keberadaan bab VII dan pasal-pasal di dalamnya adalah untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dalam menjalankan agama dan kepercayaan yang diyakininya, sebagaimana diamanahkan dalam konstitusi negara pasal 29 ayat 1 dan 2 UUD 1945.

“Jika redaksionalnya dirasa kurang tepat, DPR RI dengan senang hati menerima berbagai masukan dari masyarakat,” katanya.

Bamsoet yang merupakan politisi Partai Golkar itu mengatakan masukan Koalisi Advokasi Kemerdekaan Beragama atau Berkeyakinan akan diteruskan ke Komisi III DPR RI.

Menurut dia, masukan dari masyarakat itu diharapkan agar KUHP yang dihasilkan bisa sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia dan bisa menjawab berbagai persoalan serta memberikan kepastian hukum kepada masyarakat.

“Keaktifan masyarakat memberikan masukan adalah cermin kepedulian mereka terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujarnya.

Dia tidak ingin ketika nanti RUU KUHP ini disahkan menjadi UU, justru malah terjadi penolakan di mana-mana, karena itu DPR RI selalu terbuka terhadap berbagai aspirasi.

Baca Juga: KPU HSS Umumkan 30 Nama Calon Anggota DPRD HSS

Baca Juga: Adrian Yunan Senang RUU Permusikan Dicabut

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Nasional

Kembali Doakan Jokowi Menang Pilpres, Mbah Moen: Jaa’a qowiyyun
apahabar.com

Nasional

Donald Trump Klaim Ketahui Kondisi Terkini Kim Jong Un

Nasional

Ustaz M Arifin Ilham Ramai Dikunjungi Tokoh, Siapa Mereka?

Nasional

Waspada Omicron, 115.798 Napi ‘Dibebaskan’ Lewat Percepatan Asimilasi
apahabar.com

Nasional

Berkunjung ke Jateng, Jokowi Tinjau Posko Penanganan Covid-19
apahabar.com

Nasional

Jokowi Sambangi Kalsel, Fazlur Rahman: Bentuk Perhatian Terhadap Banua
Buka Pintu Pelaku Perjalanan Indonesia

Nasional

Singapura Buka Pintu Pelaku Perjalanan dari Indonesia

Nasional

Benarkah Depresi? Ibu Terduga Pembunuh Anak Kandung di Batu Benawa HST di Mata Warga
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com