Gubernur Sahbirin Mau Digugat karena Banjir Terparah, Walhi-Jatam Sepakat Class Action Data Lengkap Korban Longsor Mantewe Tanah Bumbu, Dari Amuntai hingga Kapuas Banjir Kalsel Berbuntut Panjang, Lawyer Banua Ancam Gugat Paman Birin Banjir Kalsel, Warga Kompleks Elite Nyinyir Rumah Miliaran “Calap Jua” Berakhir Hari Ini, Pembatasan Banjarmasin Ambyar Diterjang Banjir

DPRD Palangkaraya Minta Pemkot Batasi Jumlah Minimarket

- Apahabar.com Senin, 15 Juli 2019 - 07:00 WIB

DPRD Palangkaraya Minta Pemkot Batasi Jumlah Minimarket

Ilustrasi minimarket. Foto - radiobintangtenggara.com

apahabar.com, PALANGKARAYA – Ketua DPRD Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sigit K Yunianto meminta pemerintah setempat membatasi jumlah minimarket.

“Pemerintah agar mengevaluasi keberadaan minimarket. Jumlah toko retail modern harus dikendalikan dan saya rasa untuk saat ini jangan ada penambahan lagi,” kata Sigit di Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Minggu (14/7/2019).

Baca Juga: Kalapas Palangkaraya: Kami Siap Bantu BNNP Bongkar Jaringan Narkoba di Dalam Lapas

Menurut dia, jika izin pembangunan toko retail modern terus bertambah, maka akan mengancam keberadaan pedagang tradisional dengan modal terbatas.

“Ancaman itu akan sangat terasa bagi pedagang tradisional di sekitar toko retail modern. Bahkan, beberapa waktu lalu di salah satu kawasan perumahan, sejumlah warga membentangkan spanduk yang menolak keberadaan minimarket di lingkungannya,” katanya.

Politisi PDIP itu menambahkan, pembatasan jumlah toko retail modern bukan berarti pihaknya menolak investor melainkan menyeimbangkan antara investasi dan perlindungan terhadap ekonomi warga setempat.

Baca Juga: Palangkaraya Jajaki Kerjasama dengan Swedia di Berbagai Bidang

Sigit pun meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangkaraya meningkatkan perlindungan dan pembinaan pengusaha kecil agar tidak kalah bersaing dengan keberadaan minimarket.

Meski demikian, dia tidak menepis bahwa suasana toko retail modern jauh lebih nyaman dibanding toko tradisional.

Hal itu menurut dia dipengaruhi dari tata letak produk, dekorasi ruangan, strategi pencahayaan hingga kepastian harga produk yang dijajakan.

Baca Juga: Pemilihan Ketua DPD PDIP Kalteng Ditunda

“Saya juga meminta pelaku usaha warung atau toko tradisional mulai mengubah strategi pemasaran maupun tampilan produk agar mampu bersaing dengan minimarket,” katanya.

Di sisi lain, Sigit juga meminta Pemerintah Ibu Kota Provinsi Kalteng itu mengevaluasi izin minimarket untuk memastikan produk yang dijual sesuai dan tidak menjual produk impor ilegal.

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Editor: Amrullah - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Penyelesaian Studi kepada Mahasiswa S2 dan S3
apahabar.com

Kalteng

Bangun Tribun Olahraga di Palingkau, Kadisbudpora Kapuas: Mohon Dirawat
Kapuas

Kalteng

Kapolres Kapuas Terjang Banjir Bantu Korban Terdampak di Alalak
Camat

Kalteng

Cegah Kerusakan Jalan, Camat Kapuas Timur Larang Mobil Angkutan Berat Melintas
apahabar.com

Kalteng

Alasan Kabupaten Seruyan Bebas Ritel Modern
apahabar.com

Kalteng

Food Estate di Kalteng, Giliran Menteri Basuki Kunjungi Kapuas
apahabar.com

Kalteng

Keberpihakan ke Peladang, Fraksi Demokrat Desak Menteri LHK
apahabar.com

Kalteng

BREAKING NEWS, Sugianto Sabran Mengaku Positif Covid-19!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com