ga('send', 'pageview');
Peringatan 100 Hari Guru Zuhdi: Makam Ditutup, Streaming Jadi Andalan Covid-19 di Bappeda Kalsel: Puluhan Positif, Satu Meninggal Dunia Tragedi Ledakan Berantai di Beirut: Puluhan Tewas, Ribuan Luka-Luka, Satu WNI Isu Save Meratus Mencuat, Konsesi PT MCM Masih Ada di HST Nih, Hasil Swab Wali Kota Banjarmasin Usai Bertemu Nadjmi Adhani




Home Kalteng

Senin, 15 Juli 2019 - 07:00 WIB

DPRD Palangkaraya Minta Pemkot Batasi Jumlah Minimarket

Redaksi - apahabar.com

Ilustrasi minimarket. Foto - radiobintangtenggara.com

Ilustrasi minimarket. Foto - radiobintangtenggara.com

apahabar.com, PALANGKARAYA – Ketua DPRD Kota Palangkaraya, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sigit K Yunianto meminta pemerintah setempat membatasi jumlah minimarket.

“Pemerintah agar mengevaluasi keberadaan minimarket. Jumlah toko retail modern harus dikendalikan dan saya rasa untuk saat ini jangan ada penambahan lagi,” kata Sigit di Palangkaraya, seperti dilansir Antara, Minggu (14/7/2019).

Baca Juga: Kalapas Palangkaraya: Kami Siap Bantu BNNP Bongkar Jaringan Narkoba di Dalam Lapas

Menurut dia, jika izin pembangunan toko retail modern terus bertambah, maka akan mengancam keberadaan pedagang tradisional dengan modal terbatas.

“Ancaman itu akan sangat terasa bagi pedagang tradisional di sekitar toko retail modern. Bahkan, beberapa waktu lalu di salah satu kawasan perumahan, sejumlah warga membentangkan spanduk yang menolak keberadaan minimarket di lingkungannya,” katanya.

Baca juga :  Dua Pekan Operasi Patuh, Satlantas Polres Kapuas Tindak 479 Pelanggar

Politisi PDIP itu menambahkan, pembatasan jumlah toko retail modern bukan berarti pihaknya menolak investor melainkan menyeimbangkan antara investasi dan perlindungan terhadap ekonomi warga setempat.

Baca Juga: Palangkaraya Jajaki Kerjasama dengan Swedia di Berbagai Bidang

Sigit pun meminta Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palangkaraya meningkatkan perlindungan dan pembinaan pengusaha kecil agar tidak kalah bersaing dengan keberadaan minimarket.

Meski demikian, dia tidak menepis bahwa suasana toko retail modern jauh lebih nyaman dibanding toko tradisional.

Baca juga :  Tabrak Pohon, Pemotor di Palangka Raya Tewas Seketika

Hal itu menurut dia dipengaruhi dari tata letak produk, dekorasi ruangan, strategi pencahayaan hingga kepastian harga produk yang dijajakan.

Baca Juga: Pemilihan Ketua DPD PDIP Kalteng Ditunda

“Saya juga meminta pelaku usaha warung atau toko tradisional mulai mengubah strategi pemasaran maupun tampilan produk agar mampu bersaing dengan minimarket,” katanya.

Di sisi lain, Sigit juga meminta Pemerintah Ibu Kota Provinsi Kalteng itu mengevaluasi izin minimarket untuk memastikan produk yang dijual sesuai dan tidak menjual produk impor ilegal.

Sumber: Antara
Editor: Aprianoor

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalteng

Polisi Amankan Oknum ASN Pulang Pisau Atas Keterlibatan Kepemilikan Ganja 1 Kg dari Banjarmasin
apahabar.com

Kalteng

Kapolda Kalteng Diganjar Kak Seto Award, Kenapa?
apahabar.com

Kalteng

Toko Buah di Teweh Diserbu Pria Bersajam, Dua Perempuan Terluka
apahabar.com

Kalteng

Paduan Suara di Istana, 4 Siswa Asal Barut Wakili Kalteng
apahabar.com

Kalteng

Bupati Barut Bebaskan Tagihan PDAM Warga Kurang Mampu
apahabar.com

Kalteng

Hari Ini, 3 Daerah di Kalteng Nihil Kasus Covid-19
apahabar.com

Kalteng

Bisnis Lendir di Pangkalan Bun, Mahasiswa Jajakan 7 Gadis Online
apahabar.com

Kalteng

Sebar Ribuan Paket Sembako, Simak Pesan Habib Ismail
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com