Juni, PPDB Online SMPN di Banjarbaru Dibuka Pelunasan Bipih Ditutup, Puluhan Jemaah Cadangan Lengkapi Kuota Haji Kalsel 2022 Innalillahi, Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Buya Syafii Maarif Tutup Usia PT BKB Tanbu Laporkan Ormas KPK Tipikor Kalsel ke Polisi [ANALISIS] Judi ‘Gurak’, Ritual Adat atau Kepentingan Pribadi?

Ekspor Kalsel Merosot, Pengamat: Pengaruh Ekonomi Global

- Apahabar.com     Senin, 22 Juli 2019 - 13:01 WITA

Ekspor Kalsel Merosot, Pengamat: Pengaruh Ekonomi Global

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Nilai ekspor Kalsel melalui pelabuhan terus merosot. Sebaliknya, geliat impor justru bergairah.

Per Juni 2019, ekspor Kalsel mencapai USD 613,45 juta atau turun 11,17 persen dibanding ekspor bulan lalu USD 690,55 juta,

Serupa jika dibandingkan dengan nilai ekspor Juni 2018 silam yang mencapai USD 699,27 juta, atau turun 12,27 persen.

Sedangkan, nilai impor Kalsel per Juni 2019 sebesar USD 112,49 juta atau naik 23,55 persen dibanding impor Mei 2019 yang mencapai USD 91,05 juta.

Jika dibanding Juni 2018 silam, nilai impor tersebut naik sebesar 20,23 persen yang kala itu mencapai USD 93,56 juta.

“Menurunnya ekspor di Kalsel merupakan pengaruh merosotnya ekonomi global,” ucap Pengamat Ekonomi Kalsel, Murjani kepada apahabar.com, Senin (22/7) pagi.

Turunnya ekspor dan meningkatnya impor, kata dia, bentuk pelemahan ekonomi Banua. Alhasil, permintaan barang dari negara lain pun ikut turun.

Ia memperkirakan, meningkatnya impor sangat dimungkinkan lebih berorientasi terhadap meningkatnya impor barang konsumsi.

“Ini perlu adanya evaluasi,” cetusnya.

Ia berharap, agar ekspor dan impor Kalsel terus naik. Menandakan membaiknya perekonomian Kalsel.

Pemerintah, kata dia, sesegera mungkin turun tangan. Melakukan intervensi atau kebijakan terkait regulasi ekspor dan impor.

Adapun, kelompok komoditas barang berdasarkan HS 2 digit yang paling banyak diekspor adalah kelompok bahan bakar mineral, yakni sebesar USD 525,71 juta.

Negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai USD 178,69 juta.

Serupa, komoditas barang berdasarkan yang paling banyak diimpor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar USD 86,84 juta.

Negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Singapura sebesar USD 64,68 juta.

Sekalipun demikian, neraca perdagangan ekspor impor keseluruhan Kalsel per Juni 2019 surplus USD 500,96 juta. Lebih kecil daripada bulan lalu yang surplus USD 599,50 juta.

Baca Juga: Ekspor Kalsel Per Juni 2019 Turun 11,17 Persen dan Impor Naik 23,55 Persen

Baca Juga: Perang Dagang AS vs China Mereda, Asa Pertumbuhan Ekspor Kalsel

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

Subsidi Elpiji 3 Kg Dihapus, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah

Tak Berkategori

Subsidi Elpiji 3 Kg Dihapus, Pertamina Tunggu Arahan Pemerintah
Polresta Balikpapan

Tak Berkategori

BREAKING! Rekonstruksi Penganiayaan Herman di Polresta Balikpapan Berlangsung Tertutup
apahabar.com

Tak Berkategori

Ruas Jalan di Banjarmasin Tergenang, Pemko Banjarmasin Janji Turunkan Pasukan Turbo

Tak Berkategori

Menteri Malaysia Mundur Imbas Kisruh Status Darurat Covid
Disporapar

Tak Berkategori

Duh, Ternyata Pengendara Habis Mabuk Saat Laka Maut Depan Disporapar Balikpapan
HSS

Tak Berkategori

Wakil Bupati Buka Musrenbang Kecamatan Padang Batung Tahun 2022
apahabar.com

Tak Berkategori

Polda Kalsel Tes Urine Ratusan Personel, Intip Hasilnya!

Tak Berkategori

Kebakaran di Kupang Rantau Disertai Letupan Petasan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com