Fix, Pengeboran Migas di Mahakam Ulu Kaltim Lanjut 2021 Seruan Jokowi: Buru Pelaku Pembantaian Satu Keluarga di Sigi! Malu-maluin! Pemuda di Kotabaru Jambret Wanita demi Komix Terungkap, Korban Tewas Kecelakaan di Tapin Warga Wildan Banjarmasin INALILAHI Hujan Lebat, Pengendara Vario di Tapin Tewas

Ekspor Kalsel Merosot, Pengamat: Pengaruh Ekonomi Global

- Apahabar.com Senin, 22 Juli 2019 - 13:01 WIB

Ekspor Kalsel Merosot, Pengamat: Pengaruh Ekonomi Global

Ilustrasi. Foto-Net

apahabar.com, BANJARMASIN – Nilai ekspor Kalsel melalui pelabuhan terus merosot. Sebaliknya, geliat impor justru bergairah.

Per Juni 2019, ekspor Kalsel mencapai USD 613,45 juta atau turun 11,17 persen dibanding ekspor bulan lalu USD 690,55 juta,

Serupa jika dibandingkan dengan nilai ekspor Juni 2018 silam yang mencapai USD 699,27 juta, atau turun 12,27 persen.

Sedangkan, nilai impor Kalsel per Juni 2019 sebesar USD 112,49 juta atau naik 23,55 persen dibanding impor Mei 2019 yang mencapai USD 91,05 juta.

Jika dibanding Juni 2018 silam, nilai impor tersebut naik sebesar 20,23 persen yang kala itu mencapai USD 93,56 juta.

“Menurunnya ekspor di Kalsel merupakan pengaruh merosotnya ekonomi global,” ucap Pengamat Ekonomi Kalsel, Murjani kepada apahabar.com, Senin (22/7) pagi.

Turunnya ekspor dan meningkatnya impor, kata dia, bentuk pelemahan ekonomi Banua. Alhasil, permintaan barang dari negara lain pun ikut turun.

Ia memperkirakan, meningkatnya impor sangat dimungkinkan lebih berorientasi terhadap meningkatnya impor barang konsumsi.

“Ini perlu adanya evaluasi,” cetusnya.

Ia berharap, agar ekspor dan impor Kalsel terus naik. Menandakan membaiknya perekonomian Kalsel.

Pemerintah, kata dia, sesegera mungkin turun tangan. Melakukan intervensi atau kebijakan terkait regulasi ekspor dan impor.

Adapun, kelompok komoditas barang berdasarkan HS 2 digit yang paling banyak diekspor adalah kelompok bahan bakar mineral, yakni sebesar USD 525,71 juta.

Negara tujuan ekspor terbesar adalah Tiongkok dengan nilai USD 178,69 juta.

Serupa, komoditas barang berdasarkan yang paling banyak diimpor adalah kelompok bahan bakar mineral (HS 27) sebesar USD 86,84 juta.

Negara asal impor dengan nilai terbesar adalah Singapura sebesar USD 64,68 juta.

Sekalipun demikian, neraca perdagangan ekspor impor keseluruhan Kalsel per Juni 2019 surplus USD 500,96 juta. Lebih kecil daripada bulan lalu yang surplus USD 599,50 juta.

Baca Juga: Ekspor Kalsel Per Juni 2019 Turun 11,17 Persen dan Impor Naik 23,55 Persen

Baca Juga: Perang Dagang AS vs China Mereda, Asa Pertumbuhan Ekspor Kalsel

Reporter: Muhammad Robby
Editor: Fariz Fadhillah

Editor: Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Menhub Tak Ingin Garuda dan Sriwijaya Air Pecah Kongsi
apahabar.com

Ekbis

Dukung PSBB, Toyota Hentikan Produksi 5 Hari
apahabar.com

Ekbis

Harga Batu Bara Makin Anjlok Turut Terdampak Merebaknya Virus Corona
apahabar.com

Ekbis

BI Akui Pertumbuhan Kredit Perbankan Masih Loyo
apahabar.com

Ekbis

Manjakan Pelanggan Setia di Banjarmasin, Gino Mariani Berikan Voucher Belanja
apahabar.com

Ekbis

April 2019, TPK Hotel Berbintang di Kalsel Naik 0,58 Poin
apahabar.com

Ekbis

Pemerintah Tetapkan Tarif Batas Atas Tiket Pesawat Turun Hingga 16%, Berlaku 15 Mei 2019
apahabar.com

Ekbis

Gubernur BI: Harga Minyak Dunia Anjlok Positif Bagi Ekonomi Indonesia
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com