Pengembalian Tengkorak Demang Lehman dan Dugaan Penghapusan Sejarah oleh Belanda 2021, Kemenhub Kaji Wacana Pembangunan Bandara di Barabai HST Kalsel Cara Nonton Live Streaming El Clasico Barcelona vs Real Madrid di Bein Sport & Vidio.com Malam Ini Jam Tayang & Link Live Streaming UFC 254 Khabib vs Gaethje di ESPN+, Duel Dua Juara! Jadwal Timnas U16 Indonesia vs UEA Malam Ini, Live NET TV & Live Streaming Mola TV, Prediksi Skor!

Era Pemerintahan Jokowi, Dana Bansos Terus Meningkat

- Apahabar.com Rabu, 24 Juli 2019 - 18:10 WIB

Era Pemerintahan Jokowi, Dana Bansos Terus Meningkat

Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita kepada awak media saat kunjungan kerja di Aula BPPPKS Regional IV Kalimantan, Landasan Ulin, Rabu (24/7). Foto-apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Meski tekanan ekonomi khususnya yang datang dari luar negeri dirasa berat dan besar, dana bantuan sosial (bansos) masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) setiap tahunnya meningkat.

Fakta itu disampaikan Menteri Sosial RI, Agus Gumiwang Kartasasmita kepada awak media saat kunjungan kerja di Aula BPPPKS Regional IV Kalimantan, Landasan Ulin, Rabu (24/7).

“Setiap tahun dana bansos disalurkan pemerintah pusat terus mengalami peningkatan,” ujarnya

Ia mengatakan anggaran bansos 2014 ketika Presiden Jokowi baru dilantik Rp 19 triliun, 2018 naik jadi Rp 55 triliun. Sekarang 2019 naik lagi menjadi Rp 59 triliun.

Meski tekanan ekonomi dari luar negeri sangat besar dan mempengaruhi kekuatan fiskal pemerintahan, namun pemerintah tetap konsisten dan komitmen kuat menghadapi segala tantangan dan rintangan tekanan ekonomi sehingga anggaran untuk pembangunan sosial tidak terganggu.

“Termasuk anggaran-anggaran bansos tidak pernah dikurangi satu sen pun, bahkan setiap tahun naik dan meningkat,” ungkapnya.

Berdasarkan data dari BPS, angka kemiskinan pada April 2019 berhasil ditekan ke angka 9,41 persen dari sebelumnya pada September 2018 berada di angka 9,66 persen.

“Jadi ini bukan kata menteri sosial ya tapi ini berdasarkan survei yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan sudah ditekan turun,” lanjut Agus.

Berbarengan dengan menurunnya angka kemiskinan, tingkat gini ratio juga ikut membaik.

BPS mengatakan rasio gini atau gini ratio sebagai indikator dalam mengukur ketimpangan pengeluaran penduduk pada Maret 2019 membaik dari gini ratio September 2018.

“Pada September 2018 itu tingkat gini ratio kita 0,384 sekarang sudah bisa kita perbaiki menjadi 0,381,” pungkasnya.

Perlu diketahui, dalam masa pemerintahan Presiden Joko Widodo, perekonomian global sempat mengalami krisis, namun tidak begitu berdampak pada Indonesia.

“Menurunkan angka kemiskinan saja itu sudah sulit apalagi ketika pemerintah berhasil secara bersamaan juga memperbaiki gini ratio,” tutupnya.

Baca Juga: Pesawat Gangguan, Kloter 10 Embarkasi Banjarmasin Tertunda 13 Jam

Baca Juga: Mensos: Selama 2019, PKH Memberikan Hasil yang Sangat Baik

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Syarif

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Kalsel

Jadi Target Dugaan Kecurangan Rekapitulasi Pemilu, Ini Jawaban KPU Kalsel 
apahabar.com

Kalsel

Ajak Setop PSBB, Pria di Banjarmasin Diamankan Polisi
apahabar.com

Kalsel

Gagal Penuhi Syarat Seleksi Sekolah Inspektur, 19 Polisi Dipulangkan
apahabar.com

Kalsel

Ribuan Warga Hadiri Maulid Bersama Tuan Guru Bajang di Batulicin
apahabar.com

Kalsel

Kemensos Tarik 2 Pendamping KAT di Meratus, Tugas Diemban Dinsos HST
apahabar.com

Kalsel

DPRD Kalsel Sinkronkan Litbangda dengan Kalteng
apahabar.com

Kalsel

Dinas Perpustakaan Balangan Gencar Beri Pelayanan Membaca Masyarakat

Kalsel

Sempat Padam, Warga Cemara Raya Geger Api Susulan
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com