Sederet Prestasi Niha, Hafizah Cilik Kotabaru dari MTQ Tingkat Kabupaten hingga Provinsi Polisi Anulir Pernyataan Status Tersangka Dua Mahasiswa Kalsel 2 Mahasiswa Tersangka, Rektor ULM Pasang Badan, Ada Dugaan Miskomunikasi di Kepolisian Paula Verhoeven Hamil, Kiano Bakal Punya Adik, Baim Wong Ingin Mak Beti Ucapkan Selamat ke Sang Istri Hasil Liga Champions, Tanpa Ronaldo Juventus Ditekuk Barcelona, Messi Cetak Gol, Skor Akhir 2-0

Habitat Bekantan di Kawasan AGM Disurvei

- Apahabar.com Jumat, 26 Juli 2019 - 15:05 WIB

Habitat Bekantan di Kawasan AGM Disurvei

Bekantan yang hidup di hutan Kalsel. foto - net

apahabar.com, BANJARBARU – Sebagai hewan primata yang dilindungi, keberadaan bekantan di Kalsel terus dipantau. Salah satunya di kawasan PT Antang Gunung Meratus (AGM).

Baru-baru ini, Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Kehutanan Kalsel, Supiani telah melakukan survei habitat dan bekantan di kawasan tersebut, Selasa (23/07/2019).

Kawasan habitat bekantan tersebut berada di lahan rawa gambut dengan luasan lahan sekitar 90 hektare.

“Ini diperuntukkan bagi primata yang dilindungi ini dan hewan lainnya,” ujar Supiani.

Sebelumnya, kawasan tersebut banyak ditumbuhi pohon-pohon rawa seperti galam, jingah, dan lainnya.

Namun, pada tahun 2015 terjadi kebakaran yang menyebabkan semua pohon terbakar dan sebagian bekantan banyak yang mati.

apahabar.com

Seksi Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Dinas Kehutanan Kalsel survei habitat dan bekantan di kawasan PT Antang Gunung Meratus (AGM). Foto – Humas Dishut Kalsel

Mulai tahun 2016, PT AGM telah melakukan rehabilitasi seluas 90 Ha dengan jenis pohon seperti jelutung, panggang, jingah, sengon dan jenis lainnya.

“Saat ini pohon pohon tersebut telah tumbuh subur dan selalu dilakukan penyulaman dengan jenis yang sesuai” lanjutnya.

Perusahaan pertambangan batu bara tersebut membangun fasilitas dermaga sekaligus tempat istirahat, pos pantau, papan informasi, nursery habituasi, dan taman di sekitar dermaga.

Perlu diketahui, saat ini Pemerintah Kabupaten Tapin juga ikut membangun fasilitas berupa jalan ke kawasan tersebut sepanjang 12 km.

Sebelumnya, Bupati Tapin pada tahun 2014 telah mengeluarkan SK Nomor 188.45/060/KUM /14 tentang Penetapan Kawasan Bernilai Penting Bagi Konservasi Spesies Bekantan (Nasalis Larvatus) di Kabupaten Tapin.

SK tersebut akan dikoordinasikan ke Kementerian LHK untuk sinkronisasi dengan kawasan ekosistem esensial (KEE).

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Selatan, Hanif Faisol Nurofiq mengatakan KEE merupakan salah satu upaya perlindungan terhadap satwa liar yang dilindungi atau tidak dilindungi. “Agar keseimbangan ekosistem tetap terjaga,” sebutnya.

Baca Juga: Puluhan Mahasiswa Australia Ikut Program Summer Course, Teliti Bekantan

Baca Juga: Tentang Aksi ‘Tapin #Rawatbumi’ di Ekowisata Bekantan

Reporter : Nurul Mufidah
Editor: Ahmad Zainal Muttaqin

Redaksi - Apahabar.com

Share :

Baca Juga

apahabar.com

Dishut Kalsel

Lagi, Dishut Kalsel Distribusikan Ratusan Disinfektan Alami di Barabai
Punya View Keren, Wisata Bukit Batu Sungai Luar Makin Diminati

Dishut Kalsel

Punya View Keren, Wisata Bukit Batu Sungai Luar Makin Diminati
apahabar.com

Dishut Kalsel

BPTH Wilayah 1 Palembang Uji Sertifikasi Sumber Benih di Kalsel
apahabar.com

Dishut Kalsel

Dishut Kalsel Temukan 14 Pelanggaran di Kawasan Hutan
apahabar.com

Dishut Kalsel

Tes Fisik TKPH Dishut Kalsel Selesai, Catat Tanggal Pengumumannya
apahabar.com

Dishut Kalsel

Prakondisi Rehabilitasi Hutan dan Lahan 2020 di Hulu Sungai Tengah
apahabar.com

Dishut Kalsel

Dishut Kalsel Sabet Juara di Kategori Pemula Lokal Kejurnas Time Rally 2019
apahabar.com

Dishut Kalsel

Kadishut Kalsel Bekali Petugas Pendamping RHL
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com