ABK Lenyap di Pulau Laut Kotabaru, SAR Gabungan Turun Tangan Harga Sawit Kotabaru Moncer Hari Ini, Petani Ngeluh Viral Video Antrean Solar, Bagaimana Stok Kalsel? Heboh! Polisi Kotabaru Gerebek Perusahaan Jasa Penagih Hutang Pinjol Tak Keluarkan Peringatan Dini, BMKG Prakirakan Siang Hari Kalsel Hujan Ringan

Harga Cabai di Banjarbaru Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

- Apahabar.com     Senin, 22 Juli 2019 - 15:45 WITA

Harga Cabai di Banjarbaru Naik, Ternyata Ini Penyebabnya

Tanaman cabai pada lahan petani di daerah Landasan Ulin Utara, Kampung Sayur Laura, Banjarbaru. Foto – apahabar.com/Nurul Mufidah

apahabar.com, BANJARBARU – Beberapa bulan belakangan ini harga komoditas cabai di sejumlah pasar di Kota Banjarbaru alami kenaikan yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru, Abdul Basid, Senin (22/7/2019) menyampaikan alasan kenapa harga cabai bisa mengalami kenaikan. Menurut Basid harga cabai naik dikarenakan beberapa faktor, terutama terkait cuaca.

Selain itu, kekeringan di musim kemarau adalah juga salah satu penyebab naiknya harga cabai, karena banyak tanaman cabai yang mati dan gagal panen.

“Kenaikan harga cabai sudah sekitar 1 atau 2 bulan yang lalu namun awal musim hujan pada bulan September diperkirakan sudah mulai turun,” ujarnya.

Abdul Basid menjelaskan di Jawa juga mengalami hal yang sama yaitu kekeringan.

“Biasanya ada suplai cabai dari Jawa namun di sana juga sama, sehingga kekeringan tersebut sudah merata di Indonesia,” lanjutnya

Dirinya juga menegaskan, tanaman cabai yang saat ini masih bertahan hanya yang dekat dengan sumber air karena petani masih bisa menyiram.

“Sedangkan lainnya yang jauh dengan air maka akan mati kekeringan,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan mengenai stok saat ini di pasaran khususnya wilayah Banjarbaru, stok kebanyakan di datangkan dari Jawa. “Karena untuk lokal tidak mencukupi,” pungkasnya.

Perlu diketahui, untuk harga cabai di Pasar Bauntung, Banjarbaru saat ini mencapai Rp 80 ribu rupiah per kilogram.

Hal ini juga diungkapkan oleh petani cabai daerah Landasan Ulin.

“Saya menjual ke tengkulak dari Rp 55 ribu sampai Rp 60 ribu per kilogram, tergantung hasil panen cabai saya, tapi harga jual di pasar sudah sampai Rp 80 ribuan per kilogram,” ujar Dayat, salah satu petani cabe di Landsan Ulin Utara, Banjarbaru saat ditemui Reporter apahabar.com.

Baca Juga: Ekspor Kalsel Merosot, Pengamat: Pengaruh Ekonomi Global

Baca Juga: Ketegangan di Teluk, Picu Harga Minyak Naik di Perdagangan Asia

Reporter: Nurul Mufidah
Editor: Aprianoor

Editor: Redaksi - Apahabar.com


Share :

Baca Juga

apahabar.com

Ekbis

Tiru Jakarta, Kaltim Andalkan Elektronik Retribusi
apahabar.com

Ekbis

Masih Melemah, Rupiah Diprediksi Bergerak Menguat Seiring Pengumuman Hasil Rapat BI

Ekbis

Pembukaan Pasar Hari Ini: Rupiah Masih Stagnan
apahabar.com

Ekbis

Upaya Tingkatkan PAD, PT Ambapers Siap Buka Jasa Layanan Pelabuhan
apahabar.com

Ekbis

Atasi Covid-19, Indonesia Dapatkan Pembiayaan 1,5 Miliar Dolar dari ADB
apahabar.com

Ekbis

Alfamart Gelar Pasar Murah Ramadan
apahabar.com

Ekbis

Panasonic Luncurkan Lemari Es yang Cocok Saat Ramadhan
Banjarmasin

Ekbis

Pedasnya PPKM Level IV, Korban PHK Duta Mall Bertambah Banyak!
error: Dilarang copy paste artikel berita tanpa menyertakan link url : https://apahabar.com